Rajanya Program Survival Korea, Jang Dong Min Bagikan Perasaannya Usai Menangkan Bloody Game 3

Komedian Jang Dong Min bagikan perasaannya usai keluar sebagai pemenang program survival Bloody Game 3, pertahankan title ‘God Dong Min'.
KPOPCHART.NET – Komedian Jang Dong Min ungkapkan perasaannya usai berhasil keluar sebagai pemenang program survival Wavve Bloody Game 3.
Bloody Game merupakan program survival di mana 18 peserta berjuang menjadi orang terakhir yang bertahan dalam kompetisi permainan yang sengit, para pemain terbaik di setiap bidang dengan strategi masing-masing permainan hanya memiliki satu tujuan, yakni bertahan hidup.
Di Bloody Game 3, Hong Jin Ho dan Jang Dong Min, merupakan dua legenda program survival, hadir bertarung bersama pemain lainnya dan membuat pertarungan semakin intens.
Baca Juga: Peserta Singles Inferno 4 Lee Si An Dituntut atas Pelanggaran Kontrak, Begini Penjelasan Agensi
Setelah melalui berbagai permainan dan lika liku aliansi tim yang intens, Jang Dong Min berhasil dinobatkan sebagai pemenang akhir Bloody Game 3.
Dalam sebuah interview bersama Donga, Jang Dong Min membagikan perasaannya setelah memenangkan program survival untuk keempat kalinya setelah The Genius (2014-2015), dan Society Game (2017).
Lebih dari 10 tahun berlalu dan kini Jang Dong Min telah menginjak usia pertengahan 40-an, namun sang komedian membuktikan bahwa usia hanyalah angka.
Mendapat julukan ‘God Dong Min’, ia mampu menunjukkan kehebatannya dengan permainan di level berbeda di semua aspek, dari pertarungan otak hingga perang psikologis.
Di pertandingan final, Jang Dong Min mengalahkan Hong Jin Ho, Heo Seong Beom, dan Acau, membawa pulang hadiah uang sebesar 100 juta won.
Saat ditanya bagaimana perasaannya, Jang Dong Min berkata, “Saya sangat senang,. Seperti yang saya telah katakan di acara ini, saya senang bisa menunjukkan bahwa usia hanyalah sebuah angka,
Saya pikir saya dapat memberikan harapan dan keberanian pada semua yang berpikir ‘Apakah sulit karena saya sudah lebih tua? Apakah tidak apa-apa?’ Hal itu jauh lebih menyentuh daripada ketika saya memenangkan acara survival di usia 30-an,” ujarnya.
Terkait julukan terkenalnya yakni ‘God Dong Min’ dan ekspektasi tinggi yang ditaruh padanya, ia menjawab, “Tentu saya merasa terbebani. Para penggemar juga mengatakan, “Saya berharap Jang Dong Min tak lagi tampil di acara survival.
Jika saya melakukan kesalahan, hampir 100% saya akan dipermalukan, jadi saya harap itu tidak terjadi. Menurut saya, reaksi-reaksi itu sebenarnya menjadi kekuatan yang mendorong motivasi saya,” ungkapnya.
Bloody Game 3 menyuguhkan berbagai permainan otak yang segar, saat ditanya apa permainan yang paling tak terlupakan, Jang Dong Min menjawab, “Tim produksi benar-benar bekerja keras untuk mempersiapkannya. Ada banyak permainan segar, jadi saya sangat menikmati memainkannya.
Game seperti ‘Mystery Time’ dan ‘Criminal Memory’ benar-benar menarik. Di antara game deathmatch, ‘Memory 30’ sangat berkesan. Itu adalah permainan yang membutuhkan kombinasi kemampuan seperti memori, aplikasi, dan penalaran. Saya sangat menikmatinya.”
Jang Dong Min memberikan penampilan yang konsisten di setiap episode, menjadi ahli strategi dan pemimpin yang cerdas bagi timnya di tengah aturan permainan yang kompleks.
Baca Juga: Disney Hadirkan Musik Reality Show Unik, Kolaborasi G Dragon dan PD Kim Tae Ho di Good Day
Saat ditanya apakah ia memiliki metode khusus untuk menghafal peraturan game, Jang Dong Min berkata, “Itu adalah latihan alami. Setelah tampil di program survival sebelumnya, saya secara pribadi membuat banyak permainan sendiri dan mempersiapkannya.
Karena saya membuat permainan dan aturan sendiri, saya bisa melihat maksud dari pembuatnya sampai batas tertentu dan memikirkannya dari perspektif pemain, sehingga lebih mudah untuk mendekati masalahnya.”
Jang Dong Min juga mengatakan bahwa program survival merupakan bidang yang sangat ia sukai dan menantang diri sendiri untuk berpikir ke berbagai arah.
Sementara itu, ia juga menjawab harapan penggemar yang menyebut bahwa sang legenda program survival Korea kini mampu memproduksi permainannya sendiri.
“Jika lingkungannya tepat, saya ingin memproduksi dan mempresentasikan program yang saya siapkan,” ungkapnya.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.