← Kembali ke Blog
Bandara Muanbird strikeburungJeju Air

Penjelasan Mengenal Bird Strikes, Ketika Burung Menabrak Pesawat yang Diduga Penyebab Jatuhnya Pesawat Jeju Air

Any Hidayati · December 30, 2024
Penjelasan Mengenal Bird Strikes, Ketika Burung Menabrak Pesawat yang Diduga Penyebab Jatuhnya Pesawat Jeju Air

Bird strikes atau serangan burung diduga menjadi penyebab terjadinya kecelakaan pesawat Jeju Air di Bandara Muan, Korea Selatan.


KPOPCHART.NET - Peristiwa kecelakaan pesawat Jeju Air di Bandara Muan, Korea Selatan, membuat istilah bird strikes menjadi hangat diperbincangkan.

Minggu (29/12), pesawat Jeju Air yang hendak mendarat di Bandara Muan mengalami kecelakaan tragis yang merenggut nyawa hampir seluruh penumpang dan awak kabin yang berjumlah 181 orang.

Menurut kabar yang beredar, pesawat Jeju Air tersebut sempat bertabrakan dengan burung sebelum jatuh dan terbakar hebat.

Baca Juga: Fans KPop yang Akan Kembali dari AAA 2024 di Bangkok, Dilaporkan Jadi Korban dalam Kecelakaan Pesawat Jeju Air!

Peristiwa ketika burung menabrak pesawat inilah yang disebut dengan bird strikes atau serangan burung.

BBC menulis bahwa insiden pesawat menabrak hewan liar termasuk burung sangat umum terjadi di dunia penerbangan.

Hanya saja, menurut BBC, "bird strikes sangat jarang menyebabkan kecelakaan pesawat yang fatal."

Pasalnya, setiap pilot telah dilatih untuk menghadapi situasi tersebut seperti ketika burung kembali ke sarang pada saat matahari terbenam.

Baca Juga: Jadi Viral, Koki Culinary Class Wars, Ahn Yoo Sung Kirimkan Makanan Ke Keluarga Korban Kecelakaan Pesawat Jeju Air

Akan tetapi, sejarah mencatat beberapa peristiwa fatal pernah terjadi akibat bird strikes seperti insiden dekat pangkalan udara di Alaska pada 1995 yang menewaskan 24 orang.

Terkait kecelakaan Jeju Air yang diduga menabrak burung sebelum gagal mendarat, pihak otoritas terkait di Korea Selatan belum memberikan pernyataan resmi.

Dugaan bird strikes muncul karena pesan singkat salah satu penumpang yang menyebut adanya ada burung tersangkut di mesin pesawat sebelum kecelakaan terjadi.

Chris Kingswood, seorang pilot berpengalaman 40 tahun, mengatakan bahwa bukti yang beredar belum cukup jelas untuk menemukan penyebab kecelakaan.

Baca Juga: Hormati Masa Berkabung Kecelakaan Pesawat Jeju Air, V BTS Tunda Perilisan Konten Ulang Tahunnya

Menurutnya, kegagalan mengeluarkan roda dan tidak adanya penutup sayap membuktikan bahwa kejadian terjadi dalam waktu yang sangat cepat.

"Anda mungkin dipaksa dalam kondisi demikian jika dua mesin mati. Pasalnya, pesawat komersial masih bisa terbang cukup baik dengan satu mesin," ucap Chris Kingswood kepada BBC.

Hingga saat ini, otoritas terkait Korea Selatan masih terus melakukan investigasi penyebab kecelakaan pesawat Jeju Air.

Pihak maskapai telah meminta maaf kepada seluruh keluarga korban dan proses identifikasi korban masih berjalan.

Sumber: Kpopchart (Promedia RSS)

Komentar

Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.

Akun komentator

Rekomendasi

Temukan