← Kembali ke Blog
Kecelakaan PesawatJeju Air 7C 2216Korea Selatan

Terjadi Lagi, Pesawat Jeju Air Alami Masalah Roda Pendaratan Pasca Kecelakaan Maut di Muan

Ayu KCN · December 30, 2024
Terjadi Lagi, Pesawat Jeju Air Alami Masalah Roda Pendaratan Pasca Kecelakaan Maut di Muan

Gawat, pesawat Jeju Air kedua mengalami permasalahan roda pendaratan di Bandara Internasional Gimpo. Ada apa, ya, sebenarnya?


KPOPCHART.NET - Satu hari setelah kecelakaan pesawat Jeju Air 7C2216 di Bandar Udara Muan, Korea Selatan, pendaratan darurat kembali menghantui maskapai tersebut. Tentunya, ini membuat banyak orang menjadi lebih waspada. 

Penerbangan Jeju Air 7C101 dari Seoul ini terpaksa harus kembali oleh pihak yang berwenang. Keputusan ini menyusul adanya permasalahan dalam mesin roda pendaratan burung besi tersebut pada Senin, 30 Desember 2024. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kecelakaan pesawat lagi.

Sebelumnya, kecelakaan pesawat Jeju Air 7C2216 memakan korban jiwa 179 orang. Penerbangan ini membawa 175 penumpang dan 6 kru kabin. Namun saat pencarian korban, hanya ada 2 orang yang selamat dari tragedi nahas tersebut.

Baca Juga: Presiden Korea Selatan Perintahkan Inspeksi Keselamatan Seluruh Sistem Penerbangan Pasca Kecelakaan Jeju Air

Belum usai masa berkabung dari kecelakaan tersebut, ada satu penerbangan dari maskapai yang sama mengalami masalah mesin ketika akan mendarat. Hal ini menjadi perhatian masyarakat Korea Selatan.

Dilansir dari Channel News Asia, pihak maskapai penerbangan Korea Selatan menjelaskan kronologinya. 

“Pesawat Jeju Air 7C101 ini seharusnya berangkat dari Bandara Internasional Gimpo di Seoul menuju Pulau Jeju sekitar pukul 06.37 waktu setempat. Lalu, pesawat ini kembali ke Bandara Gimpo pada pukul 07.25  waktu setempat,” jelasnya.

“Keputusan untuk kembali ke Bandara Gimpo tersebut terjadi setelah terdeteksi adanya masalah dalam mesin pendaratan pesawat setelah lepas landas,” tambahnya. 

Baca Juga: Pelayat Terus Berdatangan ke Tempat Pembakaran Dupa untuk Penghormatan Terakhir Korban Kecelakaan Pesawat Jeju Air

Kepala Manajemen Support Jeju Air, Song Kyung Hoon menjelaskan munculnya sinyal yang menunjukkan adanya masalah di bagian roda pendaratan yang membawa 161 penumpang ini. Sinyal tersebut terlihat di sistem pemantauan pesawat tak lama setelah lepas landas.

“Pada pukul 06.57 waktu setempat, kapten pesawat Jeju Air 7C101 berkomunikasi dengan menara kontrol. Setelah mengambil tindakan tambahan, mesin roda pendaratan beroperasi normal kembali.” ungkap Song Kyung Hoon. 

“Namun, memang keputusan kami untuk berputar balik ke Bandara Internasional Gimpo. Hal ini dilakukan agar pesawat bisa melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pesawat Boeing 737-800,” ujarnya lebih lanjut.

Baca Juga: Buntut Tragedi, Jeju Air Alami 68 Ribu Pembatalan Penerbangan dan Investigasi Menyeluruh Pesawat Sejenis!

Sejumlah media lokal memberitakan sekitar 21 penumpang dari Jeju Air 7C101 memilih tidak melakukan penerbangan alternatif menuju Pulau Jeju. Keputusan ini diambil karena alasan kekhawatiran, keselamatan, dan lainnya.

Padahal, dilansir dari laman Avitiaton A2Z, pihak Jeju Air menyiapkan penerbangan pengganti atau alternatif. Hal ini agar para penumpang tidak terlalu terganggu jadwal perjalanannya. Pesawat ini pun berhasil diterbangkan ke Pulau Jeju pada pukul 08.30 waktu setempat.

Perlu kamu ketahui, Korea Selatan memperketat pengawasan terhadap seluruh penerbangannya pasca kecelakaan maut pesawat Jeju Air 7C2216 pada Minggu, 29 Desember 2024.

Dilansir dari Reuters, Presiden Sementara Korea Selatan, Choi Sang Mok mengeluarkan perintah resmi. Perintahnya adalah untuk melakukan inspeksi keselamatan darurat untuk seluruh sistem operasional penerbangan di Korea Selatan. 

Bahkan, Kementerian Transportasi Korea Selatan mempertimbangkan pemeriksaan keselamatan khusus pesawat Boeing 737-800. Hal ini mengingat seri pesawat tersebut yang bermasalah dalam dua hari belakangan ini. 

Baca Juga: Kementerian Kehakiman Korea Selatan Peroleh Email Berisi Klaim Tragedi Kecelakaan Pesawat Jeju Air hingga Ancaman Bom

Sebelumnya, pesawat Jeju Air 7C2216 mengalami kecelakaan di Bandara Muan dan diduga mengalami tabrakan dengan burung di sekitar TKP. Hal ini diperkuat dengan bukti percakapan antara pilot dan ATC (Air Traffic Controllers).

Dalam video yang beredar di media, pesawat nahas tersebut mengalami kegagalan pendaratan. Hal ini setelah roda pendaratan terlihat tidak keluar saat mendarat. Akibatnya, burung besi tersebut menabrak dinding pembatas landasan pacu udara. 

Hingga saat ini, penyebab pasti dari kecelakaan pesawat Jeju Air 7C2216 masih dalam penyelidikan. Semoga tidak terjadi lagi peristiwa seperti ini lagi, ya.

Sumber: Kpopchart (Promedia RSS)

Komentar

Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.

Akun komentator

Rekomendasi

Temukan