Penyebab Kecelakaan Jeju Air Belum diketahui Pasti, Investigasi Akan Berlangsung 6 Bulan atau Lebih!

Kecelakaan pesawat Jeju Air di Bandara Muan masih berada dalam penyelidikan intensif yang melibatkan berbagai pihak
KPOPCHART.NET - Kecelakaan pesawat Jeju Air di Bandara Muan, Jeollanam, yang memakan banyak korban telah mengguncang publik.
Upaya investigasi dilakukan, namun hasil akhir diperkirakan baru akan diketahui setidaknya enam bulan mendatang atau bahkan dapat berjalan lebih lama.
Dugaan awal penyebab kecelakaan diyakini "serangan burung" sebagai pemicu kerusakan mesin dan roda pendaratan yang gagal berfungsi, tetapi pihak berwenang tidak menutup kemungkinan adanya faktor lain.
Pesawat tersebut dilaporkan bertabrakan dengan dinding landasan pacu saat mencoba mendarat darurat, mengakibatkan kerusakan signifikan pada badan pesawat.
Untuk mengungkap penyebab pasti, pada 30 Desember 2024 pemerintah telah mengamankan "kotak hitam" pesawat, yaitu perekam data penerbangan (FDR) dan perekam suara kokpit (CVR).
Kedua perangkat penting ini akan dianalisis di Pusat Pengujian dan Analisis Bandara Gimpo guna menentukan kondisi pesawat sesaat sebelum kecelakaan.
Namun, bagian luar salah satu kotak hitam mengalami kerusakan, yang bisa memperpanjang proses investigasi.
Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Pariwisata menjelaskan sehari sebelumnya, "Butuh waktu lama karena pesawat diproduksi di negara asing dan perlu untuk menyelidiki situasi kompleks seperti masalah badan pesawat, prosedur kontrol, dan faktor eksternal."
Sebagai perbandingan, kecelakaan Asiana Airlines di San Francisco pada 2013 memerlukan waktu 11 bulan untuk diselidiki, sedangkan pada kasus lain yang melibatkan US Airways pada 2009 memakan waktu lebih dari setahun.
Baca Juga: Pesawat Jeju Air Alami Kecelakaan, Salah Satu Anggota Boy Group Ini Ungkapkan Belasungkawa
Dalam rapat darurat pagi ini, Choe Sang-mok, Wakil Perdana Menteri, berjanji akan menjalankan investigasi secara transparan.
Ia juga memastikan keluarga korban mendapatkan informasi secara berkala, meskipun hasil akhir belum dirilis.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.