← Kembali ke Blog
Kecelakaan PesawatJeju Air 7C 2216Korea Selatan

Korea Selatan Tetapkan Masa Berkabung Selama 7 Hari Ke Depan Usai Kecelakaan Jeju Air

Ayu KCN · December 29, 2024
Korea Selatan Tetapkan Masa Berkabung Selama 7 Hari Ke Depan Usai Kecelakaan Jeju Air

Perayaan tahun baru penuh duka. Korea Selatan menetapkan masa berkabung selama tujuh hari ke depan. Banyak event yang di-cancel, lho


KPOPCHART.NET - Pemerintah Korea Selatan akhirnya memutuskan adanya masa berkabung di negara tersebut selama tujuh hari. Hal ini diputuskan setelah terjadinya kecelakaan pesawat Jeju Air 7C2216 pada Minggu, 29 Desember 2024.

Kecelakaan pesawat ini terjadi di Bandar Udara Muan, Korea Selatan. Ini merupakan penerbangan pesawat dari Bangkok, Thailand menuju Kota Muan. Nahasnya burung besi tersebut gagal ketika melakukan pendaratan.

Tentunya, peristiwa kecelakaan pesawat ini menjadi sorotan dunia. Apalagi, banyak orang yang melakukan perjalanan ke Korea Selatan saat liburan akhir tahun 2024 ini. Pastinya, netizen mulai mencari tahu penyebab kejadian nahas itu terjadi.

Baca Juga: Tangisan Pilu dan Protes Keluarga Korban Kecelakaan Jeju Air, Menanti Kabar Identitas yang Tak Kunjung Datang

Dilansir dari laman The Guardian, Presiden Sementara Korea Selatan. Choi Sang Mok menetapkan masa berkabung nasional selama tujuh hari lamanya.

“Periode masa berkabung ini dimulai dari tanggal 29 Desember 2024 hingga tengah malam 4 Januari 2025 mendatang. Keputusan ini dilakukan sebagai bentuk empati dari rasa duka seluruh negeri seperti saat keluarga menunggu kabar dari orang-orang terkasih.” ungkapnya.

“Kami menyampaikan belasungkawa dan simpati sedalam-dalamnya kepada keluarga korban yang ditinggalkan akibat tragedi tak terduga tersebut,” tambah Presiden Choi Sang Mok.

Seluruh bendera di kantor pemerintahan akan diturunkan setengah tiang. Sedangkan pegawai negeri sipil, akan mengenakan pita hitam.

Peristiwa kecelakaan Jeju Air 7C2216 ini merupakan ujian terbesar pertama bagi Presiden Choi Sang Mok yang baru mulai menjabat pada Jumat, 27 Desember 2024 lalu. Ini setelah pemakzulan Presiden Korsel sebelumnya, Hand Duck Soo.

Baca Juga: Kecelakaan Pesawat Jeju Air, Berikut Deretan Selebriti Ucapakan Belasungkawa Lewat Akun Media Sosial

Dilansir dari Reuters, Tim Pemadam Kebakaran Korea Selatan menyatakan ada 175 penumpang dan 6 kru kabin pesawat yang tercatat dalam data penerbangan Jeju Air 7C2216.

Dari total 181 orang tersebut, hingga saat ini, hanya 2 orang yang selamat. Keduanya diketahui sebagai kru kabin pesawat Boeing 737-800 itu.

Dilansir dari Yonhap News, Kementerian Transportasi Korea Selatan menyatakan adanya dua penumpang berwarga negara Thailand yang terdaftar dalam penerbanagan tersebut. Namun, sisa penumpang lainnya diyakini berwarga negara Korsel.

Dari laporan terakhir, dua korban luka-luka langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Sedangkan, tiga penumpang yang ada dalam daftar belum ditemukan oleh petugas yang berwenang.

Pemerintah Korea Selatan menurunkan 169 penyelidik forensik guna mempercepat proses identifikasi korban. Sedangkan 579 petugas kepolisian bertugas dalam pencarian korban serta mengatur jalannya kendaraan darurat di TKP.

Dugaan awal, pesawat Jeju Air 7C2216 tersebut sempat menabrak burung ketika mau mendarat. Hal ini diperkuat dengan adanya percakapan pilot dengan menara ATC (Air Traffic Controllers) dan pengakuan salah satu korban selamat.

Dari video kecelakaan yang beredar, pesawat ini mengalami kerusakan pada bagian roda pendaratan. Hal ini membuatnya gagal mendarat dan menabrak dinding pembatas landasan pacu udara di Bandara Muan.

Kemudian, pesawat terlihat terbakar dan meledak. Inilah yang membuatnya menjadi tragedi yang fatal bagi para penumpang dan kru kabin. 

Baca Juga: Ini yang Terjadi! Kementerian Transportasi Korea Selatan Beberkan 6 Menit Krusial sebelum Kecelakaan Pesawat Jeju Air di Muan Terjadi

Hingga saat ini, pihak-pihak terkait masih melakukan penyelidikan terhadap penyebab kecelakaan pesawat Jeju Air 7C2216. Selain itu, proses pencarian dan identifikasi korban juga masih dilakukan

Sedangkan, para keluarga korban sudah berkumpul di Bandara Muan untuk membantu proses identifikasi. Turut berbelasungkawa, semoga seluruh korban bisa ditemukan.

Sumber: Kpopchart (Promedia RSS)

Komentar

Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.

Akun komentator

Rekomendasi

Temukan