Tangisan Pilu dan Protes Keluarga Korban Kecelakaan Jeju Air, Menanti Kabar Identitas yang Tak Kunjung Datang

Keluarga korban Jeju Air menangis saat nama yang teridentifikasi diumumkan, dan frustasi akibat penundaan pengumuman identitas korban
KPOPCHART.NET - Pada pukul 14.30 tanggal 29 Desember, ruang tunggu di lantai pertama Bandara Internasional Muan dipenuhi dengan suasana duka yang mendalam.
Isak tangis keluarga korban pecah ketika nama-nama korban kecelakaan pesawat Jeju Air mulai diumumkan.
Kecelakaan tragis ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga yang kehilangan orang tercinta.
Baca Juga: Usai Minta Maaf Atas Kecelakaan Pesawat di Muan, Jeju Air Nonaktifkan Akun Instagram dan YouTube
Lee Jin Cheol, kepala Kantor Penerbangan Regional Busan, mengadakan pengarahan pertama untuk keluarga korban.
Dalam pernyataannya, Lee mengatakan, “Pada pukul 14.00, pesawat telah diberangkatkan. Dari 181 orang di dalamnya (175 penumpang dan 6 awak), sebanyak 96 korban tewas telah dikonfirmasi."
"Dua korban selamat telah dibawa ke rumah sakit, sementara jenazah korban lain telah ditempatkan di kamar mayat sementara. Setelah identitas mereka dikonfirmasi, mereka akan dipindahkan ke rumah duka.”
Baca Juga: Kecelakaan Pesawat Jeju Air, Berikut Deretan Selebriti Ucapakan Belasungkawa Lewat Akun Media Sosial
Meski begitu, terkait penyebab kecelakaan, Lee menambahkan singkat, “Komite investigasi kecelakaan akan menentukan penyebab pastinya setelah mengumpulkan semua jenazah.”
Pengarahan singkat selama lima menit itu tidak memberikan jawaban yang memadai bagi keluarga yang berduka.
Mereka, yang putus asa dan penuh harapan untuk mendengar kabar, memohon agar nama-nama korban segera diumumkan.
Beberapa keluarga memprotes, “Katakan saja apakah mereka masih hidup atau sudah meninggal. Kami perlu tahu agar kami dapat pergi ke rumah sakit.”
Ketika petugas penyelamat mulai memanggil nama dan tahun kelahiran korban, tangisan histeris menggema di seluruh ruangan.
Keluarga korban yang hadir menyatakan frustrasi mereka, “Kami datang ke sini untuk memastikan apakah mereka masih hidup atau sudah meninggal. Mengapa informasi ini baru diberitahukan sekarang?”
Seorang petugas polisi yang mendampingi pengarahan menjelaskan, “Sekitar 40 petugas sedang bekerja untuk mengonfirmasi identitas korban. Untuk mencegah misinformasi, kami memeriksa ulang barang bawaan dan sidik jari."
"Kami mohon pengertian Anda. Bagi korban yang jasadnya rusak parah dan sidik jarinya tidak dapat diidentifikasi, kami akan mengumpulkan sampel DNA untuk dibandingkan dengan anggota keluarga.
"Hal ini dapat menyebabkan penundaan lebih lanjut.”
Saat ini, proses identifikasi korban terus dilakukan oleh pihak berwenang.
Penundaan informasi dan kepastian terkait identitas korban menjadi sumber frustrasi dan kesedihan mendalam bagi keluarga yang menunggu kabar dengan penuh harap.
Jeju Air juga telah berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah dan tim investigasi dalam upaya mengungkap penyebab pasti kecelakaan ini serta memberikan dukungan kepada keluarga korban.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.