Ini yang Terjadi! Kementerian Transportasi Korea Selatan Beberkan 6 Menit Krusial sebelum Kecelakaan Pesawat Jeju Air di Muan Terjadi

Seperti apa perkembangan penyelidikan kecelakan pesawat Jeju Air 7C2216? Ternyata, ditemukan 6 menit krusial kejadian itu, lho.
KPOPCHART.NET - Kecelakaan pesawat Jeju Air 7C2216 menjadi tanda tanya besar para netizen di Korea Selatan. Pasalnya, peristiwa ini terekam oleh kamera video yang berada langsung di Bandar Udara Internasional Muan pada Minggu 29 Desember 2024.
Dalam rekaman tersebut, pesawat Boeing 737-800 ini terlihat berhasil sampai di Bandara Muan. Naasnya, beberapa detik kemudian terlihat keluar landasan pacu hingga akhirnya mengalami kecelakaan pesawat menabrak dinding pembatas.
Kecelakaan pesawat ini membuat bagian badannya terbakar dan diliputi asap gelap. Dilihat dari video tersebut, diduga terjadi permasalahan di bagian roda pendaratan sehingga terjadi kegagalan mendarat.
Baca Juga: Sempat Menabrak Burung, Diduga Jadi Faktor Pesawat Jeju Air Mengalami Kecelakan di Bandara Muan
Dilansir dari The Guardian, Kementerian Transportasi Korea Selatan membeberkan adanya enam menit krusial dari kronologi kejadian nahas tersebut. Kemungkinan ini diduga sebagai faktor utama terjadinya kecelakaan pesawat Jeju Air 7C2216.
Dilansir dari Yonhap News, pada pukul 08.57 waktu setempat, Air Traffic Controllers (ATC) sempat memberikan peringatan terhadap penerbangan 7C2216 dari Bangkok, Thailand ke Kota Muan, Korea Selatan tersebut.
Dalam laporannya, disebutkan ATC memperingatkan kepada penerbangan yang mendekat ke Bandara Muan akan adanya risiko tabrakan dengan burung. Kemungkinan besar ada kawanan burung yang bergerak mendekat ke arah landasan pacu udara.
Satu menit kemudian, tepatnya pada pukul 08.58 waktu setempat, pilot Jeju Air 7C2216. mengumumkan kode “Mayday”. Dilansir dari The Telegraph, kode “Mayday” ini digunakan oleh pilot untuk memberi tahu menara pengawas akan adanya situasi berbahaya dalam penerbangan.
Kejadian berikutnya, pesawat tersebut melakukan percobaan pendaratan di Bandara Muan pada pukul 09.00 waktu setempat. Sayangnya, pada pukul 09.03 waktu setempat Jeju Air tersebut mengalami kecelakaan.
Berdasarkan laporan regu penyelamat dari pemadam kebakaran, salah satu korban yang selamat yang merupakan kru kabin memperkuat teori tersebut. Setelah berhasil diselamatkan dari sisa badan pesawat, korban menyatakan adanya tabrakan dengan burung ketika penerbangan.
Dalam kesempatan ini, Kementerian Transportasi Korea Selatan juga menyatakan para penyelidik telah menemukan alat perekam data penerbangan. Namun, alat perekam suara di cockpit masih dalam pencarian.
Dilansir The Guardian, pihak Kepolisian Korea Selatan, sudah mengerahkan 169 penyelidik forensik untuk membantu proses identifikasi korban. Sedangkan 579 petugas kepolisian, dikerahkan untuk operasi pencarian korban dan mengatur jalannya kendaraan darurat di TKP kecelakaan pesawat Jeju Air 7C2216.
Beberapa saksi mata yang berada di Bandara Muan juga memberikan keterangan kepada Yonhap News. Mereka menggambarkan adanya api di pesawat jet tersebut dan mendengar adanya ledakan sebelum akhirnya terjadi kecelakaan pesawat.
“Saya melihat adanya percikan api di bagian sayap kanan sebelum kejadian nahas tersebut. Saya mengatakan tampaknya ada masalah di pesawat tersebut sebelum akhirnya mendengar suara ledakan keras,” cerita Yoo Jae Yong, salah seorang saksi mata berusia 41 tahun.
“Pesawat itu gagal mendarat di percobaan pertama dan berputar lagi untuk percobaan kedua. Saya mendengar adanya suara seperti gesekan logam sebanyak dua kali dalam lima menit sebelum kecelakaan terjadi,” ungkap Kim Yong Cheol, saksi mata laki-laki usia 70 tahun.
Hingga saat ini, pihak-pihak yang berwenang berhasil memadamkan api di badan pesawat dan masih melakukan pencarian korban. Tentunya, sambil melakukan penyelidikan penyebab penerbangan ini mengalami kecelakaan bersama pihak terkait.
Tim Pemadam Kebakaran Korea Selatan menyatakan ada 175 penumpang dan 6 kru kabin pesawat yang tercatat dalam data penerbangan Jeju Air 7C2216. Dari total 181 orang tersebut, hingga saat ini, hanya 2 orang yang selamat.
Dilansir dari Reuters, sekitar 22 korban berhasil diidentifikasi. Proses identifikasi ini dilakukan berdasarkan sidik jari para penumpang yang tercatat. Sejumlah keluarga para penumpang pesawat yang mengalami kecelakaan tersebut terlihat berkumpul di area Bandara Muan. Semoga ada perkembangan baik, ya.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.