Peneliti Korea yang Kuliah di New York Ungkap Idol Kpop Cenderung Alami Dilema Saat Krisis Politik?

Seorang peneliti Korea Selatan yang kuliah di New York ungkap idol Kpop cenderung mengalami dilema saat krisis politik. Kenapa?
KPOPCHART.NET - Isu mengenai presiden Korea Selatan Yoon Seok Yeol yang mengumumkan darurat militer yang meski dicabut, tetapi tetap berujung pemakzulan masih hangat dibicarakan.
Hal ini berdampak pada para selebriti Korea Selatan khususnya para idol hingga mereka sebagian besar turut tunjukan dukungan kepada aksi protes dari masyarakat Korea Selatan tentang pemakzulan presiden ini, salah satunya solois Lee Chaeyeon.
Namun, aksi itu bertolak belakang dengan respon penyanyi trot Lim Young Woong yang dianggap tidak peka pada situasi panas yang tengah terjadi di Korea Selatan ini.
Baca Juga: Usai Go Min Si, Aktris Ini Ikut Suarakan Protes tentang Keadaan Politik yang sedang Terjadi di Korea
Tak sampai di situ, Cha Eunwoo ASTRO juga sempat mendapat kritikan karena mengunggah pemotretan merek busana beberapa waktu lalu yang juga dianggap tidak peka akan situasi yang tengah terjadi.
Mengenai hal itu, seorang pejabat dalam industri Kpop mengungkap bahwa meski artis memiliki kebebasan berekspresi terutama dalam berpendapat, perlu diingat bahwa komunikasi dengan publik termasuk penggemar masih termasuk ke dalam bisnis.
Sehingga jika artis mendapat kritik tentang hal tertentu apalagi menyangkut situasi politik yang panas di Korea Selatan, mereka mau tak mau harus menghadapi risiko.
Baca Juga: Ini Beberapa Selebriti Korea Selatan yang Bersuara tentang Pemakzulan Presiden Yoon Suk Yeol
Secara eksklusif, The Korea Herald melakukan wawancara dengan salah satu peneliti Korea Selatan yang kuliah di salah satu Universitas di New York, Amerika Serikat pada (10/12) mengenai pendapatnya terhadap idol Kpop di tengah krisis politik di Korea Selatan.
"Fans sering mendukung idol dengan harapan bisa mencerminkan dan memperkuat pandangan politik mereka sendiri. Namun, diam atau tidak aktif juga bisa dikategorikan sebagai bentuk tindakan politik." ungkap peneliti tersebut yang bernama Stephanie Choi.
Lebih lanjut Choi mengungkap bahwa idol Kpop cenderung mengalami dilema khususnya saat krisis politik karena mereka menghadapi tantangan lebih banyak jika dibandingkan dengan rekan-rekan mereka di Amerika yang penyebabnya adalah dari perbedaan ukuran pasar.
Baca Juga: Alami Peningkatan Rating Sejak Darurat Militer, MBC Jadi Lembaga Penyiaran Terpercaya Korea Selatan
"Meski Kpop populer secara global, pasarnya relatif masih kecil jika dibandingkan dengan pasar musik AS sehingga hal ini membatasi kebebasan idol Kpop untuk mendukung pandangan politik tertentu secara terbuka dan mengembangkan pengikut khusus di antara khalayak global yang luas." lanjut Choi.
Sebagai penutup, Choi juga mengungkap bahwa lebih aman idol Kpop tetap bersikap apolitis demi mempertahankan basis penggemar mereka yang paling luas.***






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.