KNetz Berikan Reaksi Pro dan Kontra Terkait Gugatan yang Diajukan KG VCHA Terhadap Agensi JYP Entertainment

KNetz terbagi menjadi dua kubu yang pro dan kontra setelah mengetahui KG dari girl group VCHA menggugat agensinya sendiri
KPOPCHART.NET – Pada tanggal 8 Desember kemarin, salah satu member dari girl group multinasional VCHA, yaitu KG mengajukan gugatan kepada agensi JYP Entertainment.
Tak hanya sekedar menggugat agensinya sendiri, KG juga memutuskan untuk mengakhiri kontraknya dengan alasan pelecehan serta perlakuan buruk yang sistematis dari staf agensi tersebut.
KG mengklaim bahwa tindakan pelecehan dan perlakuan buruk ini sampai mengakibatkan gangguan makan serta kecenderungan melukai diri sendiri diantara member VCHA lainnya.
Baca Juga: Ungkap Abuse dan Mistreatment, KG VCHA Ajukan Gugatan untuk Akhiri Kontrak dengan JYP Entertainment
Menanggapi pemberitaan ini, salah satu fokus utama yang menjadi perdebatan KNetz adalah tentang perbedaan budaya antara para trainee lokal dan Asia dengan para trainee dari Barat dalam menghadapi kondisi yang sama di industri Kpop.
Pendapat KNetz benar-benar terbagi menjadi dua kubu yang pro dan kontra terhadap tindakan yang dilakukan oleh KG.
KNetz yang pro berpendapat bahwa tindakan KG dapat dibenarkan dan merupakan langkah yang diperlukan untuk mengatasi masalah sistemik di industri Kpop Korea Selatan.
Dengan KG sebagai contoh nyata, KNetz berharap bahwa para trainee muda khususnya yang masih berada di bawah umur dapat ikut menyuarakan tentang pelecehan yang sering terjadi di industri Kpop ini sehingga bisa mendorong perubahan yang berarti.
Sedangkan untuk para KNetz yang kontra dengan masalah ini, mereka mengklaim bahwa kerasnya kehidupan idol, seperti pengawasan terus-menerus, waktu tidur terbatas, dan pemeliharaan berat badan yang ketat, merupakan aspek yang sudah melekat pada profesi tersebut.
Para KNetz yang kontra ini justru menyoroti trainee Barat yang tidak bisa beradaptasi dengan kebiasaan kebiasaan trainee Korea dan Asia dari segi budaya.
Mereka juga menekankan bahwa budaya Korea cenderung menghargai tanggung jawab kolektif, sementara budaya Barat memprioritaskan hak individu.
Berikut adalah komentar pro dan kontra dari KNetz terkait situasi dari KG dengan agensinya, JYP Entertainment.
Baca Juga: JYP Entertainment Buka Suara Terkait Gugatan Hukum KG VCHA
Komentar pro dari KNetz yang mendukung tindakan KG menggugat agensinya :
"Sistem itu tidak masuk akal sejak awal, baik di Korea maupun di luar negeri",
"Apakah ini hanya perbedaan kepekaan Timur dan Barat? Tidak, ini perbedaan kesadaran akan hak-hak buruh. Ini jelas merupakan masalah",
"Reaksi menyalahkan anggota yang tidak bisa beradaptasi dengan sistem yang aneh dan tidak masuk akal seperti itu juga aneh. K-pop yang telah berkembang dengan melecehkan dan melakukan gaslighting terhadap kaum muda, seharusnya tidak berkembang lebih jauh. K-pop perlu diubah, dan jika sistem tidak dapat diubah, sistem itu harus runtuh",
"Komentar yang mengatakan bahwa 'mereka tidak menyadari seperti ini' tidak masuk akal. Masalah sebenarnya adalah bahwa di negara kita, selama uang terlibat, penyelewengan dan pelanggaran hak-hak dasar menjadi dapat diterima. Jika ini adalah grup yang sedang dipersiapkan untuk lokalisasi, agensi seharusnya menyadari masalah ini dan menyesuaikan sistem sebagaimana mestinya. Karena mereka gagal melakukannya, itu menyebabkan upaya bunuh diri, dan sekarang orang-orang menyalahkan anggota luar negeri? Itu benar-benar menjijikkan",
"Bahkan di Korea, ini seharusnya tidak dapat diterima. Meskipun benar bahwa sistem tersebut telah membuahkan hasil, sekarang saatnya untuk mulai mempertimbangkan hak asasi manusia yang mendasar",
"Saya berharap KG akan berhasil karena dia cantik dan bernyanyi dengan baik, tetapi sedih melihatnya berakhir seperti ini. Ini adalah sistem yang hanya dapat diterapkan oleh negara kita."
Komentar kontra dari KNetz yang menyoroti tindakan KG sebagai tantangan budaya yang harus dihadapi oleh trainee Barat lainnya :
"Orang Barat tidak akan pernah bisa menangani ini. Saya punya firasat sesuatu seperti ini akan terjadi",
"Korea, Tiongkok, dan Jepang atau negara di Asia secara umum memiliki kepekaan yang agak mirip, tetapi orang Barat tidak tahan dengan hal semacam ini",
"Sistem K-pop tidak bisa dipahami oleh orang Barat karena pola pikir mereka sangat berbeda",
"Pola pikir Barat tidak dapat memahami sistem idol Korea",
"Sepertinya tidak mungkin orang Barat bisa menanggung ini... Bagi kami, tampil di depan grup idol senior dianggap sebagai dukungan dan dorongan, tetapi mereka menganggapnya hanya pekerjaan",
"Kami (orang Korea) melihat idol sebagai bagian dari rencana yang dipikirkan dengan matang, tetapi trainee Barat melihat perusahaan mereka lebih sebagai manajer daripada kreator."***






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.