Industri Hiburan Korea Selatan Dilanda Krisis Usai Presiden Yoon Suk Yeol Umumkan Darurat Militer

Pemberlakuan darurat militer oleh presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol membuat indusri hiburan dilanda krisis
KPOPCHART.NET – Pada malam hari tanggal 3 Desember kemarin, Presiden Korea Selatan saat ini, yaitu Yoon Suk Yeol mengumumkan pemberlakuan darurat militer.
Pemberlakuan darurat militer ini sangat berdampak pada industri hiburan di Korea Selatan saat ini, dimana dilaporkan bahwa acara dan festival di seluruh negeri dibatalkan satu per satu.
Bukan hanya itu saja, terdapat kekhawatiran dari para pelaku industri ini tentang apakah konser akhir tahun dan acara lainnya akan berjalan sesuai rencana.
Baca Juga: Park Sung Hoon Dikabarkan Siap Menjadi Pasangan Yoona Dalam Drakor Fantasi Mendatang
Sebagian dari mereka bahkan menganggap hal ini merupakan krisis terburuk dalam dunia industri hiburan menjelang akhir tahun 2024 serta tahun baru 2025.
Berdasarkan laporan media pada tanggal 3 Desember kemarin, beberapa agensi besar mulai menghubungi artis mereka dan memberi intruksi untuk tidak menghadiri acara yang dijadwalkan pada besok harinya, yaitu tanggal 4 Desember.
Mengadakan festival atau acara regional merupakan hal yang sulit setelah diberlakukannya darurat militer.
Seorang pelaku industri hiburan di Korea Selatan menyebutkan, "Menggelar acara dalam keadaan seperti ini dapat menyebabkan masalah yang tidak terduga."
Masalah lebih besar yang dihadapi oleh para pelaku industri dunia hiburan adalah mengenai acara yang diselenggarakan secara pribadi seperti konser, jumpa penggemar, dan kegiatan lain yang direncanakan oleh perusahaan hiburan.
Beberapa dari mereka mengaku dalam situasi siaga tinggi karena belum pernah menghadapi situasi ini sebelumnya. Pemberlakuan darurat milter terakhir dilakukan pada tahun 1980 silam sehingga belum ada contoh kasus bagaimana menghadapi situasi ekstrem ini.
Baca Juga: Berpengaruh Besar bagi Bulu Tangkis Korsel, Lee Yong Dae akan Terima Penghargaan Bergengsi BWF
Seorang CEO agensi berkomentar, "Kami memantau situasi secara langsung", menggambarkannya sebagai situasi "darurat ekstrem".***






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.