HYBE Ngaku Kesalahan Pencatatan? Laporan Penjualannya Bikin Biaya Limbah Plastik Turun 1000 Kali Lipat

HYBE Ngaku Kesalahan Pencatatan? Laporan Penjualannya Bikin Biaya Limbah Plastik Turun 1000 Kali lipat.
KPOPCHART.NET - Menjadi rumah dari beberapa agensi besar di Korea Selatan pastinys memerlukan dana yang besar, pendapatan besar dll.
Tak hanya melulu soal pemasukan dan pengeluaran yang besar, menjadi rumah bagi beberapa agensi besar juga mempunyai sampah pembuangan yang besar pula.
Baru-baru ini terungkap bahwa HYBE berhutang sekitar ₩125 juta sekitar $90.500 atau setara lebih dari Rp. 1,4 milyar kepada pemerintah dalam biaya pembuangan limbah.
Baca Juga: HYBE Banjir Karangan Bunga Tuntut Suga keluar BTS, ARMY Balas dengan Lakukan Ini!
Mereka memproduksi sekitar 1.397 ton plastik pada tahun 2023. Dari plastik yang diproduksi tahun lalu itu 1.249 ton atau sekitar 89% digunakan untuk memproduksi album dari para idol.
Tak hanya itu 148 ton atau sekitar 11% digunakan untuk memproduksi barang dagangan. Di Seoul bahan-bahan yang sulit didaur ulang termasuk plastik perlu dibayar saat akan dibuang.
Biaya limbah yang ditangani oleh importir dan produsen seperti HYBE dan berbagai perusahaan hiburan lainnya.
Baca Juga: Rahasia Jin BTS Terungkap! Gara-gara jadi Model untuk Brand Pakaian Ini?
Mereka perlu melaporkan penjualan, emisi dan barang bukti lainnya untuk tahun tersebut agar dapat dihitung oleh pemerintah melalui departemen lingkungan.
Terungkap bahwa HYBE tidak melaporkan angka penjualan mereka dengan sebenarnya agar dapat membayar biaya penjualan yang lebih rendah.
Menurut laporan keuangan mereka, penjualan pada tahun 2023 sdalan sekitar ₩2,18 triliun sekitar $1,58 milyar atau setara dengan Rp. 24.674.860.000.000,00.
Baca Juga: Jhope BTS Lakukan Hal Ini Di HYBE Sepulang Dari Kamp, Auto Bikin ARMY Kangen V Dan Jimin
Angka tersebut menghasilkan penjualan sebesar ₩276 juta atau setara dengan $200.000. HYBE memasukan penjualan mereka sebesar ₩2,18 milyar atau sekitar $1,58 juta yang menghasilkan biaya sebesar ₩150 juta ($108.000).
Pemerintah baru mengakui hal ini beberapa bulan kemudian pada bulan Oktober 2024 setelah tagihan awal pada bulan April 2024, mereka telah mengirimkan tagihan tambahan kepada HYBE untuk ₩125 juta yang belum dibayarkan






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.