← Kembali ke Blog
JYP EntertainmentMajelis NasionalYG EntertainmentSM Entertainment

Hadiri Audit di Majelis Nasional, Para CEO Kpop Beri Klarifikasi dari Masalah dan Isu Perusahaan!

Zahra Safira · October 8, 2024
Hadiri Audit di Majelis Nasional, Para CEO Kpop Beri Klarifikasi dari Masalah dan Isu Perusahaan!

Para CEO Kpop hadiri pemeriksaan di Majelis Nasional membahas masalah yang sering terjadi di industri musik Kpop. Seperti apa, ya?


KPOPCHART.NET - Pada hari Senin (7/10/2024), diadakan audit atau pemeriksaan yang dihadiri oleh para CEO agensi Kpop.

Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas berbagai permasalahan yang kerap kali terjadi di perusahaan tentunya menyangkut industri musik Korea Selatan.

Pertemuan ini dihadiri oleh Yang Min Suk (CEO YG Entertainment), Jang Cheol Hyuk (CEO SM Entertainment), Jimmy Jeong (CEO JYP Entertainment), dan Joon Choi (CEO anak perusahaan Weverse Co) yang juga mewakili HYBE.

Baca Juga: HYBE diterpa Isu Bangkrut, Bang Si Hyuk Masih Harus Lakukan Hal Ini Untuk Tepati Janji Dengan Lee Soo Man

Anggota DPR Lim O Kyeong mulai membahas tentang manipulasi tangga lagu berupa perusahaan yang membeli album artisnya sendiri dalam jumlah yang besar lalu dijual kembali kepada penggemar, sehingga menyebabkan kekeliruan peringkat tangga lagu.

CEO SM Entertainment Jang Cheol Hyuk kemudian menjelaskan, "Yang saya tahu, distribusi album diurus lewat kesepakatan antara perusahaan dan distributor, akan saya periksa dengan perusahaan untuk memastikan apakah praktik semacam itu memang ada".

Tak hanya itu, Lim O Kyeong juga memberi kritik kepada agensi Kpop karena menggabungkan album dengan koleksi photocard, yang menekankan penggemar untuk membeli salinan koleksi setiap versi.

Baca Juga: Tiba-Tiba Dituntut? Yang Hyun Suk Produser YG Entertainment Kembali Hadapi Proses Hukum Kasus yang Hampir Kadaluarsa

"Dalam satu album, lebih dari 100 jenis photocard dirilis, dan beberapa photocard ini bisa dijual oleh penggemar dengan harga yang mahal walaupun harga albumnya sekitar 20.000 won (200 ribu rupiah), tapi mereka menjual kembali dengan harga mencapai 100.000 won (1 juta rupiah) per photocard," ungkap Lim O Kyeong.

Joon Choi menimpali dengan mengungkap bahwa kedudukan Weverse hanyalah sebagai penyedia fasilitas interaksi antara perusahaan dengan penggemar dan tidak mengurus strategi pemasaran.

Lebih lanjut salah seorang anggota DPR Min Hyung Bae membahas isu kepemilikan koreografi yang menyatakan bahwa koreografer Kpop tidak mendapat kompensasi yang adil atas karya mereka sendiri. 

Baca Juga: Sub Label Jadi Tumbal? Hutang HYBE Membludak Jadi Sorotan, Jatuh Tempo Bulan Ini!

"Satu agensi memutuskan bahwa biaya koreografi 7 juta won (80 juta rupiah), biaya desain 2 juta won (20 juta rupiah), dan biaya revisi 500 ribu won (5 juta rupiah). Tapi agensi itu hanya membayar biaya koreografi satu kali, sambil terus memakai koreografi itu untuk memperoleh miliaran pendapatan," ungkap Min Hyung Bae.

"Kami paham sepenuhnya mengenai pentingnya kedudukan koreografi di antara semua hal yang membentuk konten Kpop. Sejalan dengan saran Anda, jika Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata memperbaiki kelembagaan berikutnya, akan kami tinjau secara internal dan mematuhinya," jawab Jang Cheol Hyuk.

Lebih lanjut Jimmy Jeong menambahkan, "Kalau sistemnya direformasi, akan kami pertimbangkan untuk melakukan perbaikan di area tersebut."

Baca Juga: Agensi BIG 4 Sedang Hadapi Tantangan Finansial, Salah Satunya Karena Skandal? Laba Operasi SM, JYP, YG, dan HYBE Jadi Anjlok!

Yang Min Suk kemudian ikut menambahkan, "Kami akan berusaha keras untuk memastikan kompensasi yang adil diberikan untuk koreografi."

Sumber: Kpopchart (Promedia RSS)

Komentar

Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.

Akun komentator

Rekomendasi

Temukan