← Kembali ke Blog
pernikahanKorea SelatanResepsi

Pasangan Asal Korea Selatan Pilih Konsep Pernikahan Tak Biasa: Menggunakan Uang untuk yang Lebih Berarti

Meiky Sylviana · September 22, 2024
Pasangan Asal Korea Selatan Pilih Konsep Pernikahan Tak Biasa: Menggunakan Uang untuk yang Lebih Berarti

Alasan pasangan Korea Selatan menggunakan konsep istimewa di pernikahannya jadi angin segar untuk ide acara resepsi


KPOPCHART.NET - Belakangan ini banyak bermunculan pesta pernikahan istimewa dengan ciri khasnya masing-masing.

Baru-baru ini seorang wanita berusia 30-an, Heo Jihye, membagikan cerita pernikahannya.

Alih-alih mengunakan gaun, Jihye sebagai mempelai perempuan mengadakan upacara resepsi dengan mengenakan jas pengantin berwarna putih.

Baca Juga: Kantor Pajak Gangnam Ungkap Hasil Investigasi Yoo Jae Suk Usai Jalani Pemeriksaan Pajak Intensitas Tinggi

Ia juga tak hanya duduk di pelaminan, tapi juga menyapa para tamu yang makan di ruangan terpisah.

Bahkan Jihye tidak menyewa orang untuk memegang 'gaun' pengantinnya itu.

"Saya pergi minum air dan pergi ke kamar mandi sendirian. Saya bertemu dengan tamu yang berbahagia di upacara tersebut dan berlari dengan penuh semangat untuk memeluknya," ungkap Jihye.

Baca Juga: Fenomena Cheerleader asal Korea Selatan dalam Pertandingan Bisbol Bawa Gairah Untuk Pemain Asing

Jihye juga membagikan perasaannya setelah pernikahan yang berlangsung dengan konsep yang istimewa itu.

"Biasanya, setelah resepsi, teman-teman saya yang lain (yang sudah menikah) selalu bilang 'Duh cepet banget ya' 'Kok rasanya nggak ada yang bisa kuingat,'" kata Jihye.

Jihye melanjutkan, "Tapi bagi saya, semuanya menyenangkan. Rasanya benar-benar seperti saya sedang berada di pesta yang bahagia. Saya lega saya mengatur sendiri jalannya resepsi.”

Baca Juga: Hwasa Bocorkan Pernikahan Impian, Rumor Pacaran dengan Pebisnis 12 Tahun Lebih Tua Kembali Mencuat

Hal ini berawal dari keinginan untuk melepaskan diri dari stereotip budaya pernikahan dan menciptakan pernikahan yang praktis dan menyenangkan.

Saat itu jas pengantin belum banyak, sehingga Jihye berkonsultasi dengan ahlinya untuk membuat desain.

"Saya mendapat pakaian formal dengan total 1,2 juta won (setara dengan 13,6 juta Rupiah)," sebut Jihye.

Jihye mengatakan dengan nominal itu jas tersebut bisa dipakai berulang bahkan pada ulang tahun pernikahan dan bisa diwariskan kepada anak-anak dibandingkan gaun pengantin harus dikembalikan setelah memakainya selama 1 hari.

Pada awalnya ia juga menerima nyinyir dari banyak orang. Tapi setelah resepsi selesai, banyak yang bilang bahwa mengenakan setelan jas terlihat lebih nyaman dan praktis. 

"Mereka juga menanyakan harga wedding suit pada saya sambil berkata bahwa resepsi pernikahan saya terasa seperti angin segar," pungkas Jihye.

Berdasarkan survey mengenai Persepsi Masyarakat Mengenai Resepsi Pernikahan yang diadakan oleh perusahaan matchmaking terhadap 500 pria dan wanita lajang, sebanyak 37,8 persen mengungkapkan bahwa “jika pasangan setuju, maka tidak masalah tidak mengadakan resepsi."

Sebanyak 11,4 persen mengungkapkan bahwa "resepsi tidak penting".

Alasan yang mereka sertakan mengenai tidak mengadakan resepsi: Saya ingin menggunakan uang saya untuk hal-hal yang lebih penting ketimbang resepsi (40,7 persen), Mengurus resepsi ribet (29,7 persen), Biayanya terlalu mahal (25,2 persen).

Kim Mijin yang juga seorang calon pengantin bercerita, ia hanya mengundang orang terdekatnya saja untuk makan malam sebagai pengganti resepsi pernikahan. 

"Di zaman ini, semuanya serba mahal. Saya ingin menggunakan uang saya untuk sesuatu yang lebih berarti. Sebagian uang resepsi akan saya sumbangkan bagi para single mom, lalu saya juga ingin memberikan uang untuk orangtua saya," ungkap Mijin.

Bagaimana menurutmu?

Sumber: Kpopchart (Promedia RSS)

Komentar

Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.

Akun komentator

Rekomendasi

Temukan