GIDLE Jadi Korban Deepfake, Cube Entertainment Berikan Sikap Tegas dan Minta Publik Laporkan Setiap Temuan!

Kasus deepfake semakin menyebar, bahkan banyak idol yang menjadi korban. Cube Entertainment tunjukkan sikap tegas hadapi masalah ini.
KPOPCHART.NET - Grup GIDLE baru-baru ini mengambil sikap tegas terhadap penyebaran konten deepfake yang melibatkan anggota mereka.
Melalui akun resmi di media sosial, Cube Entertainment, mengumumkan langkah-langkah hukum yang akan diambil untuk melawan peredaran materi tersebut.
Deepfake adalah teknologi berbasis kecerdasan buatan yang memungkinkan pembuatan video atau gambar dengan wajah seseorang yang dipadukan dengan konten tidak pantas.
Baca Juga: Min Hee Jin Sebut ADOR Manipulasi Media dan Hanya Berikan Kontrak Dua Bulan untuk Produksi NewJeans
Fenomena ini telah menjadi masalah serius karena sering digunakan untuk membuat materi asusila dengan wajah wanita tanpa izin.
Dikutip dari Edaily, Cube Entertainment mengonfirmasi bahwa mereka telah menemukan materi deepfake yang melibatkan artis mereka dan tengah menyebar di internet.
Mereka menyatakan, "Kami telah mengonfirmasi bahwa kreasi deepfake yang berbahaya sedang didistribusikan secara online."
Baca Juga: SM Entertainment Sebut Baru Mendapat Aduan Terkait Kasus Taeil Ex NCT di Pertengahan Agustus
Agensi tersebut menegaskan bahwa mereka akan mengambil tindakan hukum yang tegas terhadap para pelaku yang membuat dan menyebarkan konten tersebut.
Mereka berkomitmen untuk melindungi hak-hak dan privasi artis mereka dengan cara apapun yang diperlukan.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya jumlah kasus yang melibatkan artis dan selebriti lainnya sebagai korban dari deepfake.
Baca Juga: Ditetapkan Sebagai Tersangka, Taeil Mantan Anggota NCT Trending 2 di Korea Selatan Karena Hal Ini!
Fenomena ini tidak hanya merusak reputasi tetapi juga dapat menimbulkan dampak psikologis yang berat bagi korban.
Cube Entertainment mengimbau kepada penggemar dan publik untuk melaporkan setiap temuan deepfake yang melibatkan artis mereka.
Mereka berharap langkah ini dapat membantu mengurangi penyebaran materi yang merugikan.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.