Hati-hati! Ini 5 Drakor yang Buat Penonton Menyesal usai Menonton Sampai Episode Terakhir

Berikut lima drama Korea yang perlu diwaspadai untuk ditonton karena para penonton telah dibuat menyesal setelah melihat episode terakhir.
KPOPCHART.NET - Salah satu cara untuk menghabiskan waktu luang adalah dengan menonton serial yang kita sukai.
Salah satu jenis serial yang banyak disukai oleh masyarakat Indonesia adalah drama Korea atau drakor.
Untuk menonton drakor, kita butuh waktu luang berjam-jam karena episode-nya yang terbilang cukup panjang.
Jika kita menghabiskan berjam-jam waktu untuk menonton drakor, tontonan ini diharapkan dapat memberikan kualitas cerita yang bagus, agar waktu kita tidak sia-sia.
Namun, beberapa penonton menyatakan bahwa ada drama Korea yang membuat mereka menyesal setelah menonton sampai episode terakhir.
Di forum Reddit, penonton diminta menyebutkan drakor yang mereka sesali setelah menontonnya sampai episode terakhir pada bulan Agustus.
Baca Juga: Pernah Memerankan Drama Whats Up Bersama, Daesung BIGBANG Ungkap Malu Ngechat Kim Ji Won Sekarang?
Inilah 5 di antaranya:
1. Miss Night and Day
Miss Night and Day JTBC (juga dikenal sebagai She’s Different from Night to Day) dibintangi oleh Lee Jung Eun (Parasite), Jung Eunji Apink, dan Choi Jin Hyuk (The Heirs, Tunnel).
Drakor ini menceritakan seorang wanita berusia 20 tahun yang berjuang untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.
Suatu hari, dia terbangun di tubuh seorang wanita berusia lima puluhan.
Dia bertransformasi ke tubuh wanita tua di siang hari, dan menjadi lebih muda di malam hari. Ini bisa menjadi sebuah peluang, tetapi kehidupan gandanya menjadi rumit.
Premisnya menjanjikan, namun beberapa penonton kecewa dengan chemistry yang hangat antara pemeran utama wanita dan pemeran utama pria, tulisan yang meremehkan potensi karakter, dan misteri yang menjadi semakin terputus-putus seiring berjalannya episode.
Baca Juga: 3 Aktris Korea yang Mampu Ubah Bentuk Fisik demi Mendalami Karakter, Ada Kim Ji Won
2. Hierarchy
Hierarchy, salah satu drakor yang paling dinantikan di musim panas ini, berlatarkan sebuah sekolah menengah elit yang hanya dapat dimasuki oleh 0,01 persen siswa terbaik.
Serial tersebut menjanjikan persaingan sengit, momen NSFW, dan rahasia mengerikan yang akan membuat penonton tetap menontonnya hingga akhir.
Sejak ditayangkan, acara tersebut telah menerima ulasan negatif dari penonton, yang mengkritik segala hal mulai dari apa yang disebut Hierarchy sebagai plot umum hingga akting para pemainnya.
3. Red Swan
Red Swan menceritakan seorang pegolf profesional yang bermimpi memiliki kehidupan kelas atas yang sempurna setelah tumbuh dalam kemiskinan.
Dia menarik perhatian pewaris kaya Grup Hwang dan setuju untuk menikah dengannya, namun perselingkuhannya mengubah segalanya.
Setelah terjebak dalam baku tembak, dia mulai jatuh cinta pada pengawal Grup Hwang yang menyelamatkan hidupnya, tapi bisakah dia mempercayainya?
Akhir cerita Red Swan mengecewakan, penuh lubang plot dan pertanyaan yang belum terjawab, menurut beberapa penonton.
Sementara pengawalnya (Rain) menerima pujian atas aktingnya, beberapa penonton merasa bahwa naskah tersebut menghalanginya untuk mencapai potensinya.
4. Serendipitys Embrace
Dalam drakor ini terdapat seorang sutradara produksi animasi yang enggan membuka hatinya lagi karena pengalaman masa lalu. namun dia tiba-tiba bertemu kembali dengan cinta pertamanya yang kini bekerja sebagai perencana keuangan.
Meskipun pemerannya semuanya bintang terkenal, serial ini mendapat ulasan negatif dan kritik dari penonton yang bosan dengan plotnya.
5. Bad Memory Eraser
Setelah seorang mantan pemain tenis menderita cedera yang mengubah hidupnya, dia menemukan penghapus memori, sebuah alat yang dapat menghapus kenangan menyakitkan.
Setelah menggunakannya pada dirinya sendiri, dia mendapatkan kembali kepercayaan dirinya yang hilang setelah cedera. Serial MBN ini mengeksplorasi konsekuensi yang timbul dari menulis ulang masa lalu dan memanipulasi ingatan, terutama jika melibatkan cinta.Meskipun beberapa penonton memuji cara bercerita dan penggambaran masalah kesehatan mental dalam serial ini, ada pula yang menganggap gaya penyuntingan acara tersebut kurang begitu baik, dan sepertinya tim produksi mengalami kesulitan dalam mencari pemeran utama wanitanya.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.