← Kembali ke Blog
In The Name of God A Holy BetrayalJMS Korea

Diseret ke Polisi oleh Sekte Keagamaan JMS Lantaran In The Name of God A Holy Betrayal, Sang Produser Beberkan Opininya

Jeaneth Wattimena · August 20, 2024
Diseret ke Polisi oleh Sekte Keagamaan JMS Lantaran In The Name of God A Holy Betrayal, Sang Produser Beberkan Opininya

Produser serial dokumenter In The Name of God: A Holy Betrayal diseret ke pihak polisi pasca laporan pihak JMS


KPOPCHART.NET - Menurut Allkpop, pada awal bulan ini tepatnya pada Rabu (14/08) KST, produser serial dokumenter Netflix In The Name of God: A Holy Betrayal, Jo Sung Hyun telah diserahkan ke Kantor Kejaksaan Distrik Barat Seoul.

Sang produser diserahkan atas tuduhan melanggar Undang-Undang Anti Kejahatan Kekerasan Seksual.

Yang mana, sebelumnya diketahui bahwa perwakilan dari sekte keagamaan JMS (juga dikenal sebagai Providence), salah satu sekte yang ditampilkan dalam dokumenter PD Jo, melaporkan produser tersebut karena mendistribusikan rekaman tubuh telanjang pengikut JMS secara ilegal.

Menurut pasal 14 Undang-Undang Anti Kejahatan Kekerasan Seksual, mereka yang melakukan kejahatan kekerasan seksual dengan mendistribusikan rekaman individu tertentu yang dapat menyebabkan penghinaan seksual, bertentangan dengan keinginan individu yang terlibat, serta mereka yang mendistribusikan rekaman tersebut untuk mendapatkan keuntungan, akan dihukum.

Baca Juga: The Baby Garden Secara Tiba-tiba Cabut Perintah Larangan Siaran Serial In the Name of God di Netflix, Kenapa?

Berdasarkan pasal inilah, pihak JMS menuduh PD Jo Sung Hyun melakukan kejahatan kekerasan seksual terhadap pengikut perempuan gereja tersebut tanpa persetujuan.

Dilansir dari sumber yang sama, update terbaru mengungkapkan bahwa kasus ini telah memicu kemarahan di kalangan netizen Korea.

Hal itu lantaran banyak yang percaya bahwa polisi setuju dengan klaim yang diberikan oleh pihak JMS.

Pada Selasa (20/08), PD Jo kemudian memberikan tanggapannya dengan mengatakan bahwa rekaman yang menurut Polisi Mapo bermasalah dalam dokumenter tersebut, sebenarnya telah benar-benar mengaburkan wajah wanita yang ditampilkan, sehingga membuat orang tersebut tidak dapat dikenali.

Baca Juga: Bikin Heboh! Tim Produksi I Live Alone Dicurigai Sebagai Pengikut JMS Karena Hal Ini, Berikut Pernyataan Mereka

Bahkan sebelum dokumenter tersebut dirilis, JMS terus-menerus mengklaim bahwa rekaman ini, yang diperoleh oleh staf dokumenter, adalah rekayasa.

Dengan demikian, tubuh wanita itu tidak diburamkan dalam dokumenter tersebut untuk tujuan menyerukan kekejaman yang dilakukan oleh aliran sesat ini.

Ia juga menambahkan bahwa In The Name of God: A Holy Betrayal dirilis setelah menjalani peninjauan resmi oleh The Korea Media Rating Board.

Yang mana, ketika JMS mengajukan petisi yang meminta pelarangan distribusi dokumenter ini, pengadilan menolak petisi tersebut dan mengakui bahwa dokumenter ini dibuat untuk melayani kepentingan publik.

Seperti yang disebutkan Jo, petisi yang diajukan oleh JMS dan sekte lain, Agadongsan, yang meminta pelarangan distribusi dokumenter ini ditolak oleh pengadilan tak lama setelah dirilis di Netflix.

Sang produser juga menegaskan bahwa Kepolisian Seoul Mapo tampaknya percaya bahwa film dokumenter In The Name of God lebih merugikan kepentingan pribadi para pengikut JMS daripada membantu kepentingan umum rakyat Korea.

Menurutnya, dengan meneruskan kasus ini ke kejaksaan, mereka menuduhnya sebagai pelaku kejahatan seksual, dan film dokumenter tersebut sebagai materi pornografi.

Baca Juga: 10 Program Netflix Terpopuler di Korea! Ada The Glory dan In The Name Of God: A Holy Betrayal

Yang juga secara tidak langsung, berdasarkan pandangan kepolisian, penghargaan presiden yang diberikan kepada In The Name of God di Korea Contents Awards 2023 mengakui materi pornografi sebagai kemajuan industri penyiaran dan film Korea.

Terakhir, PD Jo menyampaikan, bahwa terlepas dari keputusan kepolisian, ia akan terus berjuang.

Menurutnya, masyarakat akan segera mengetahui siapa yang mencoba menyembunyikan kebenaran dan kebenaran apa yang ingin mereka sembunyikan.

Bagaimana menurut kalian?

Sumber: Kpopchart (Promedia RSS)

Komentar

Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.

Akun komentator

Rekomendasi

Temukan