Seorang Kritikus Budaya Populer Korea Menyoroti Perilaku Fans Internasional dari Boy Group BTS Baru-baru Ini

Seorang kritikus budaya asal Korea melakukan analisis terkait dengan perilaku fans internasional boy group BTS baru-baru ini
KPOPCHART.NET – Belum lama ini, dunia kpop dihebohkan dengan dengan insiden berkendara dalam keadaan mabuk yang dilakukan oleh Suga BTS beberapa waktu lalu.
Menyusul insiden tersebut, sebuah challenge yang diberi nama “Suga Challenge” beredar ramai di sosial media dan menarik perhatian penggemar kpop, tak terkecuali dengan fandom dari boy group BTS, yaitu ARMY.
Namun pada tanggal 12 Agustus hari ini, pihak ARMY mengklaim bahwa “Suga Challenge” yang ramai beredar di media sosial merupakan challenge yang dibuat oleh BLINK yang merupakan fandom dari girl group BLACKPINK.
Sebagai bentuk balasan, beberapa ARMY internasional mulai membuat “Jennie Challenge” dan “Rose Challenge”.
Kedua challenge tersebut melibatkan berbagai gambar yang dimanipulasi dan menggambarkan Rose sebagai pengguna narkoba serta mengunggah gambar yang tidak pantas dan berbau seksual terkait Jennie.
Seorang kritikus budaya populer Korea bernama Ha Jae Geun menyoroti perilaku yang dilakukan oleh beberapa ARMY internasional dengan melakukan sebuah analisis.
Berdasarkan hasil analisis beliau, dia mencatat bahwa serangan semacam itu yang dilakukan oleh beberapa ARMY internasional terhadap idol lain, yaitu Jennie dan Rose berasal dari perbedaan budaya antara komunitas penggemar domestik dan internasional.
Sang kritikus menjelaskan, "Di Korea, ada aturan tidak tertulis dalam basis penggemar untuk tidak menyebut artis lain."
Baca Juga: Usai Buat Gosip Palsu terkait DUI, Suga BTS akan Segera datang ke Kantor Polisi untuk Diinvestigasi
Ia lebih lanjut menyatakan, "Karena sifat alami dari sebuah basis penggemar, mendukung seorang artis favorit atau sebuah girl group/boy group favorit terkadang dapat menyebabkan perilaku agresif terhadap artis atau girl group/boy group lain.”
“Di Korea, terdapat beberapa konflik basis penggemar yang cukup parah selama awal budaya idol muncul, yang menyebabkan kesepakatan tersirat untuk tidak menyebut artis/idol lain.”
“Namun, budaya ini belum terbentuk di luar negeri, jadi situasi yang tidak mungkin terjadi di Korea dapat terjadi di luar negeri", ujar kritikus budaya tersebut.
Baca Juga: Karpet Pink Telah Digelar, BLACKPINK Kembali Bersama untuk Rayakan Ulang Tahun ke 8
Selain memberikan penjelasan dari hasil analisisnya, beliau juga memberi peringatan agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan, dengan mengatakan, "Sulit untuk memastikan apakah penggemar BLACKPINK benar-benar menciptakan 'Suga Challenge', jadi masih terlalu dini untuk menyalahkan BLINK atas insiden ini.”
Ia menambahkan, “Bahkan jika mereka terlibat, jelas salah bagi beberapa ARMY internasional untuk menanggapi dengan menyebarkan klaim palsu dan menyerang anggota BLACKPINK."






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.