← Kembali ke Blog
Jang WonyoungKoreaNewJeansIVE

Konsumsi Ditto: Efek NewJeans dan Jang Wonyoung Cs Jadi BA Barang Mewah Dinilai Memburuk di Korea

Nabil KCN · July 8, 2024
Konsumsi Ditto: Efek NewJeans dan Jang Wonyoung Cs Jadi BA Barang Mewah Dinilai Memburuk di Korea

'Bu belikan aku tas Hanni NewJeans...' sudah sampai begini efek buruk Jang Wonyoung Cs jadi BA barang mewah di Korea: Konsumsi Ditto


KPOPCHART.NET - 'Komsumsi Ditto': efek NewJeans dan Jang Wonyoung Cs jadi duta merek (BA) barang mewah dinilai memburuk di Korea Selatan.

NewJeans dan Jang Wonyoung merupakan dua ikon idol KPop muda Korea Selatan yang kerap disandingkan dengan barang mewah.

Tak hanya satu, seluruh anggota NewJeans bahkan telah didapuk sebagai BA barang mewah, mulai dari Gucci, Chanel, YSL, Dior, sampai Louis Vuitton.

Selain di media sosial, iklan para anggota mengenakan barang berkelas juga kerap muncul di stasiun TV nasional Korea Selatan.

Jang Wonyoung juga idol KPop populer generasi 4 yang digadang-gadang memiliki penawaran iklan terbanyak saat ini.

Baca Juga: Popularitas NewJeans Dibandingkan dengan TXT Cs usai Rilis Album Jepang

Kemampuan Jang Wonyoung IVE menjadi tren setter saat ini menjadikannya incaran merek-merek terkenal untuk berkolaborasi, mulai dari riasan dan perawatan wajah, fashion, sampai perhiasan.

Namun, menjadikan NewJeans, Jang Wonyoung, dan para idol KPop muda lainnya sebagai BA barang mewah ternyata memiliki efek yang cenderung negatif di Korea, hal ini selalu jadi bahasan serius dari tahun ke tahun.

Misalnya baru-baru ini, Asia Gyeongjae menyoroti efek NewJeans dan Jang Wonyoung Cs menjadi BA barang mewah pada anak-anak usia sekolah.

"Bu, tolong belikan aku tas Hanni NewJeans," headline tulisan artikel Asia Gyeongjae yang ditulis oleh reporter Park Hyun Joo.

"Usia konsumsi barang mewah mengikuti idol makin lama makin ke bawah," lanjutnya.

Baca Juga: Panggilan Bang Si Hyuk ke ENHYPEN saat Ngobrol Tuai Kritikan hingga KNetz Seret Nama NewJeans

Dalam artikelnya, reporter menceritakan kisah Choi Jae In (31 tahun), pekerja kantoran yang mendapatkan permintaan tak terduga dari keponakannya yang masih SMP.

"Saya bertanya apa yang dia ingnkan sebagai hadiah untuk masuk sekolah menengah, dan dia bertanya apakah saya bisa membelikan dia tas Gucci yang diiklankan Hani NewJeans," katanya.

Kemudian Choi menceritakan hal lain yang lebih membuatnya terkejut.

Baca Juga: NewJeans Akan Ditunjuk sebagai Duta Kehormatan Pariwisata Korea oleh Korea Tourism Organization

"Saya tidak dapat membelikannya karena tentangan dari orang tua, tapi aku merasa menyesal dan memikirkan perkataan keponakanku bahwa semua temannya punya tas mewah," lanjutnya.

Fenomena ini disebut 'Konsumsi Ditto', yaitu ukuran popularitas seorang selebriti menyangku barang-barang tren yang mendominasi di sebuah era.

Menurut para ahli Korea hal seperti ini sebenarnya sudah ada dari dulu, tapi saat ini diperkuat dengan pengaruh media sosial.

Tren konsumsi Ditto terlihat jelas berdasarkan survei Embrain Trend Monitor pada bulan November 2023.

Dari 1000 pria dan wanita dewasa berusia 19 tahun hingga 59 tahun, responden yang menjawab mengenai persepsi konsumsi barang mewah 41% menjawab, "Jika memungkinkan saya memberi produk bermerek yang populer atau sedang tren".

Kemudian berdasarkan usia:

49,2% di usia 20an;

34,8% di usia 30an;

42,8% di usia 50an.

Menurut para ahli, Korea ini berada di situasi krisis dimana permasalahannya adlah pemasaran produk mewah dengan menggunakan selebriti memiliki efek yang lebih kuat pada kelompok usia muda.

Seorang Profesor Departemen Kehidupan Konsumen Budaya dan Industri Universitas Wanita Sungshin, Heo Gyeong Ok menyoroti hal ini sebagai kesalahan dari para merek mewah yang menargetkan seleb muda untuk mempromosikan produk mereka.

"Merek-merek mewah mnerapkan strategi untuk mengamankan pelanggan di kemudian hari dengan mempekerjakan duta dari kelompok usia yang lebih muda," kata Profesor Ho Gyeong Ok.

"Secara khusus remaja dan mereka yang usia 20an tampaknya sangat terpengaruh karena mereka menerima informasi dengan sangat cepat melalui media sosial, tapi daya beli mereka rendah sehingga dapat merepotkan orang tua," lanjutnya.

Kemudian Profesor Ho Gyeong Ok mengungkapkan bahwa karena hampir semua selebriti Korea terkenal adalah duta merek barang mewah, saat ini ada tren di Korea bahwa kebahagiaan menjadi kecil dengan kemewahan yang rendah.

Setelah artikel ini diunggah di situs forum komunitas online, KNetz memberikan komentar berikut:

"Faktanya, memang banyak strategi yang dilakukan untuk menargetkan generasi muda",

"BLACKPINK debut setelah mereka semua dewasa, masing-masing anggota juga menjadi BA beberapa tahun kemudian, tapi NewJeans masih sangat muda, artikel seperti ini beberapa kali muncul, harusnya jadi pembelajaran",

"Terus ada kritik mengenai idol muda yang jadi BA merek mewah, tapi reaksinya tidak memuaskan",

"Ini benar-benar berbahaya, apa kabar anak-anak kita nanti",

"Aku khawatir anak-anak akan meniru indgin mengenakan pakaian desainer ke sekolah," dan banyak komentar turut khawatir lainnya.

Sumber: Kpopchart (Promedia RSS)

Komentar

Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.

Akun komentator

Rekomendasi

Temukan