Kuasa Hukum Min Hee Jin Mengeluarkan Pernyaatan dan Ancam Agar HYBE Mematuhi Keputusan Pengadilan Hari Ini!

Setelah mengajukan permintaan agar tidak memberhentikan Min Hee Jin, kini hasil dari pengadilan tampak memihak Min Hee Jin.
KPOPCHART.NET- Hari ini (30/05), telah terjadi putusan pengadilan antara HYBE dan ADOR.
Pengadilan tampak berpihak pada Min Hee Jin untuk tetap mempertahankan posisinya sebagai pemilik ADOR.
Setelah mengetahui putusan pengadilan, kuasa hukum Min Hee Jin lantas langsung mengeluarkan surat ancaman kepada HYBE.
Isi surat tersebut terkait peringatan agar HYBE tetap mengikuti keputusan yang sudah ditetapkan oleh pengadilan pusat Seoul hari ini.
"Pada sore hari tanggal 30 Mei 2024, Pengadilan Pusat Seoul telah memutuskan untuk mengabulkan perintah tersebut."
"Oleh karena itu, HYBE tidak diperbolehkan menggunakan hak suaranya dalam rapat pemegang saham yang diadakan pada tanggal 31 Mei 2024.”
"Lebih lanjut, kami meminta agar HYBE menerima dan mematuhi keputusan perintah tersebut."
Baca Juga: Tak Dapat Gunakan Hak Suara, HYBE Umumkan Posisi Usai Pengadilan Kabulkan Gugatan Min Hee Jin
Diketahui pada tanggal 22 April lalu HYBE telah meminta untuk melakukan rapat pemegangan saham.
Dengan tujuan untuk menghentikan Min Hee Jin dari kedudukannya sebagai pemilik ADOR.
Maka hari ini, kuasa hukum Min Hee Jin memberikan peringatan keras kepada HYBE.
Karena jika HYBE tidak mengikuti kesepakatan tersebut, agensi dari BTS ini akan kehilangan sejumlah uangnya.
“Jika HYBE melanggar hal ini dan menggunakan haknya untuk memberhentikan Min Hee Jin dan eksekutif ADOR, mereka harus kehilangan 20,0 miliar KRW ( sekitar $14,6 juta USD) kepada Min Hee Jin”.
Pengecara Min Hee Jin menegaskan agar HYBE tidak melakukan pemecatan terhadap Min Hee Jin karena tidak ada alasan khusus yang digunakan untuk pemecatan tersebut.
“Selain itu, karena tidak ada alasan untuk pemecatan Min Hee Jin, tidak ada alasan untuk memberhentikan kedua eksekutif ADOR tersebut. Oleh karena itu, jika HYBE memberhentikan mereka, ini berarti HYBE telah mengabaikan keputusan pengadilan dan memberhentikan mereka tanpa alasan yang adil”.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.