Kupas Tuntas Perbandingan Penjualan Album NewJeans Dan aespa, Dari Kualitas Suara Hingga Versi Album

Never Ending Saga, Penjualan Album NewJeans Dan aespa jadi perbandingan, mulai dari kualitas suara hingga versi album mereka.
KPOPCHART.NET - Jika ditanya tentang siapa ratunya girl group gen 4, pasti tak sedikit yang menjawab aespa dan NewJeans.
Dua girl group pilarnya gen 4 ini, baru-baru ini merilis album baru mereka dalam seminggu terakhir ini.
Hanya selisih beberapa hari keduanya merilis album tersebut.
Baca Juga: Cek fakta-fakta Unik Tentang Soobin TXT si Mentimun Ganteng yang Mungkin Belum Moa Ketahui
Meskipun NewJeans telah memberikan totalitas suara mereka mengulangi Y2K sekali lagi dengan mini album "How Sweet", Aespa memberikan suara yang edgy dan hip di lagu "Armageddon".
Kedia album ini sangatlah ditunggu, karena album-album tersebut dirilis hanya dalam perbedaan kurun waktu tiga hari.
"How Sweet" pada tanggal 24 Mei, Armageddon pada tanggal 27 Mei. Banyak mulai membandingkan jumlah album tersebut untuk melihat mana yang memberikan dampak lebih besar dalam hal penjualan.
Baru-baru ini postingan yang menganalisis performa kedua album ini menjadi viral di komunitas TheQoo.
Op (Original Poster) memposting penjualan album kedua grup tersebut secara berdampingan yang menunjukkan bahwa NewJeans telah terjual hampir 845 ribu kopi dalam kurun waktu 5 hari, sedangkan aespa terjual sekitar 723 ribu eksemplar dalam kurun waktu 2 hari setelah perilisan.
Meskipun kedua grup telah menunjukkan penurunan angka penjualan dengan signifikan dibandingkan dengan perilisan mereka sebelumnya,
Baca Juga: Beomgyu TXT Masih Tetap Melanjutkan Konser Group Meski Dapat Insiden Ini
jika dibandingkan dua rilisan terbaru mereka satu sama lain, akan menemukan satu perbedaan, di antaranya jumlah versi.
"How Sweet" hadir dalam 9 versi, 6 di antaranya standar dan 3 di antaranya versi Weverse.
Armageddon sebaliknya hadir dalam 20 versi masing-masing dengan fasilitas berbeda.
Perbedaan ini memicu banyak diskusi tentang taktik pemasaran berlebihan yang digunakan oleh perusahaan Kpop untuk menjual lebih banyak album, karena kedua album ini dianggap hadir dalam versi yang lebih banyak dari yang diperlukan.
Diungkitnya dampak lingkungan dari praktik semacam itu di industri Kpop juga dibahas publik imbas tindakan tersebut.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.