Seorang YouTuber Ungkap Dokumen Berisi Dosa-Dosa HYBE yang Ditulis Oleh Manajemen ADOR, NewJeans di Posisi Terendah?

Seorang YouTuber ungkap dokumen yang berjudul dosa-dosa HYBE yang diduga ditulis oleh manajemen ADOR atas tindakan tidak adil pada mereka.
KPOPCHART.NET - Kontroversi merambah dunia hiburan Korea Selatan dengan munculnya dokumen bernama '7 dosa mematikan HYBE' yang diduga ditulis oleh manajemen ADOR.
Dokumen tersebut mengungkap sejumlah tuduhan serius terhadap HYBE.
Termasuk plagiarisme, perlakuan tidak adil terhadap pemegang saham, dan intervensi dalam promosi debut artis.
Pada 22 Mei, Lee Jin Ho, pembawa acara di saluran YouTube Entertainment President Lee Jin Ho, mengungkapkan isi dari dokumen tersebut dalam siaran langsung.
Salah satu poin yang diangkat adalah tuduhan terhadap HYBE terkait dugaan pembatalan debut dan intervensi dalam promosi grup musik NewJeans.
Menariknya, Lee Jin Ho mempertanyakan apakah investasi HYBE pada NewJeans sebanding dengan grup lain di bawah naungan mereka.
Dalam sebuah siaran langsung yang mengguncang industri hiburan, Lee Jin Ho membuka tirai atas sejumlah kontroversi yang melanda HYBE.
Dalam penjabarannya, Lee Jin Ho mengungkapkan serangkaian fakta yang mencengangkan, terutama seputar perlakuan terhadap grup idola NewJeans.
Dalam siaran YouTube yang berlangsung selama sekitar satu jam, Lee Jin Ho menyoroti isi dokumen '7 dosa mematikan HYBE' yang diduga disusun oleh manajemen ADOR.
Yang mengungkap sejumlah masalah internal di perusahaan, termasuk tuduhan perlakuan tidak adil terhadap NewJeans. Pernyataan-pernyataan ini menjadi fokus utama dalam penjelasannya.
Pertama-tama, Lee Jin Ho membawa perhatian pada klaim bahwa NewJeans telah diperlakukan tidak adli oleh HYBE.
Namun, ia mempertanyakan kebenaran klaim ini dengan mengacu pada angka investasi yang telah dilakukan dalam debut album ketiga grup yang berafiliasi dengan HYBE.
Dengan menguraikan jumlah investasi untuk setiap grup, Lee Jin Ho menegaskan bahwa LE SSERAFIM, bukan NewJeans, mungkin lebih menerima perlakuan tidak adil berdasarkan ukuran investasi yang diterima.
Lee Jin Ho juga menyoroti pengaruh Min Hee Jin dalam keterlambatan debut NewJeans.
Dia menjelaskan bagaimana rencana debut grup tersebut hampir gagal karena Min Hee Jin mendirikan ADOR, yang menyebabkan penundaan debut dan menggeser posisi NewJeans di belakang grup lainnya.
Selain itu, Lee Jin Ho mengungkapkan bahwa HYBE tidak sepenuhnya memenuhi janji untuk memberikan otonomi dalam operasi grup.
Yang menimbulkan pertanyaan tentang transparansi dan keadilan di dalam perusahaan.
Pernyataan-pernyataan Lee Jin Ho menyoroti perbedaan antara citra publik dan realitas investasi dalam industri hiburan, sementara juga mengekspos ketidaksesuaian antara janji dan praktik di dalam HYBE.
Penjabarannya yang tajam dan fakta yang diungkapkan membuka dialog yang penting tentang etika dan perlakuan di industri hiburan Korea Selatan.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.