Min Hee Jin Bersuara, Tolak Permohonan Bang Si Hyuk Lakukan Hal ini ke NewJeans untuk Kalahkan aespa

Min Hee Jin mengungkap fakta baru, pernah tolak lakukan manipulasi angka penjualan album minggu pertama NewJeans
KPOPCHART.NET - Perseteruan antara CEO Ador dan HYBE masih belum usai.
Baru-baru ini Min Hee Jin buka suara tentang fakta baru yang diungkapnya melalui dokumen yang dibuka ke publik oleh firma hukumya.
Dalam dokumen tersebut, Min Hee Jin mengatakan bahwa CEO HYBE, Bang Si Hyuk pernah menyarankannya untuk memanipulasi angka penjualan album NewJeans di minggu pertama.
Min Hee Jin mengatakan HYBE mendorongnya untuk 'pembelian di muka' untuk 100.000 eksemplar album NewJeans selama minggu pertama penjualan album.
Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah penjualan dengan menghitung penjualan di masa depan sebagai bagian dari penjualan minggu pertama.
Namun hal tersebut ditolak dan Min Hee Jin mengajukan keberatan dengan kedok pelaporan internal.
Baca Juga: HYBE dan Min Hee Jin Berdebat Panas, Menunjukkan Siapa yang Paling Berpengaruh Bagi NewJeans!
“Hal yang paling representatif adalah saran pembelian album di muka dari HYBE. Ini adalah tindakan menipu pemegang saham, anggota, pasar modal, dan fandom, dan telah menerima kritik keras dari opini publik, dan HYBE berada dalam titik buta peraturan,” tulis produser kelahiran 1979 tersebut.
Selain itu, Min Hee Jin juga mengungkap bahwa alasan HYBE menyarankannya memanipulasi penjualan adalah untuk mengalahkan rekor dari girl group besutan SM Entertainment, aespa.
“Ketika New Jeans merilis album "Get Up", HYBE merekomendasikan agar mereka 'pembelian di muka' 100.000 eksemplar, dengan mengatakan bahwa mereka dapat mengalahkan (angka) rilisan awal aespa, tapi saya menolaknya mentah-mentah karena itu bertentangan dengan filosofi bisnis ADOR.”
Baca Juga: HYBE dan Min Hee Jin Masih Ribut, CEO ADOR Diduga Tawarkan Investasi ke 2 Perwakilan Perusahaan Ini!
Setelah penyataan Min Hee Jin terkait 'pembelian di muka' dibuka ke publik, Noh Jeong Eoh selaku CEO dari Existence Law Firm, menanggapi permasalahan tersebut. Ia mengatakan bahwa tindakan terhadap penjualan album tersebut merupakan tindak kriminal.
“Jika 'pembelian di muka' HYBE benar-benar terlaksana, hal ini tidak hanya akan menjadi masalah serius yang mengguncang fondasi industri K-pop, namun juga bagaimana mereka yang memiliki modal dan kekuasaan dapat menyalahgunakan kekuasaan tersebut untuk menginjak-injak impian dan semangat generasi muda.”




Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.