← Kembali ke Blog
HYBEADORK-Pop

Kata Ahli Tentang Perselisihan Antara HYBE dan ADOR: Bukti Kegagalan Tidak Ada Pemisahan Manajemen

Meiky Sylviana · May 15, 2024
Kata Ahli Tentang Perselisihan Antara HYBE dan ADOR: Bukti Kegagalan Tidak Ada Pemisahan Manajemen

Krisis yang terjadi di HYBE dan anak perusahaan, telah memunculkan permasalahan yang melekat pada industri Kpop.


KPOPCHART.NET - Pada maret 2023 lalu, CEO HYBE Bang Si Hyuk memberi tahu dunia dengan mengejutkan bahwa K-Pop sedang dalam krisis.

Analisis tersebut ternyata muncul setelah menyaksikan langsung krisis yang terjadi di perusahaannya sendiri dan anak perusahaan di bawah payung raksasa HYBE.

Perselisihan yang sedang berlangsung antara agensi BTS dan anak perusahaannya ADOR, yang merupakan rumah bagi girl group NewJeans, telah memunculkan permasalahan yang melekat pada industri Kpop yang sebelumnya jelas ada tetapi telah diabaikan atau tidak dapat diperbaiki.

Dari sekian banyak alasan yang dikemukakan para ahli di balik kasus HYBE-ADOR, salah satu alasan yang paling banyak disebutkan adalah obsesi industri terhadap kesuksesan dan keinginan untuk membuktikan kesuksesan tersebut dengan angka.

Baca Juga: Label AOMG Alami Kemerosotan, Imbas dari Gagal Perbarui Kontrak Artis Hingga Masalah Internal Perusahaan

Baik itu jumlah album yang terjual, jumlah penonton konser, atau harga saham perusahaan. Sebagian besar promosi Kpop telah lama berpusat pada metrik yang dapat diukur terkait dengan musisi dan karya mereka, bukan pada musik itu sendiri.

Merger perusahaan yang tergesa-gesa, struktur manajemen di mana produser musik menjadi ketua perusahaan dan tidak adanya upaya untuk benar-benar memahami budaya musik telah menjadi momen penting dalam Kpop.

Pendekatan multi-label Big Hit Entertainment, sebutan HYBE sebelum berganti nama pada tahun 2021, dimulai pada Juli 2019 ketika perusahaan tersebut membeli Source Music, agensi girl group GFRIEND yang kini dibubarkan, diikuti oleh Pledis Entertainment agensi SEVENTEEN pada Mei 2020.

Pada tahun 2018, Big Hit ikut mendirikan label Belift Lab, bekerja sama dengan Mnet, untuk mendebutkan boy group.

Baca Juga: Debutkan ILLIT dan TWS, HYBE Labels Laporkan Hasil Kuartal Pertama Tahun 2024, Alami Penurunan?

Alasan di balik ekspansi agresif ini jelas agar semakin banyak produk sukses yang dimasukkan ke dalam portofolio HYBE, semakin mudah bagi perusahaan untuk meyakinkan investor tentang kelayakannya untuk dicatatkan di bursa saham.

Pada tahun 2024, HYBE menjadi "Pembangkit tenaga listrik" Kpop dengan 11 label di bawah naungannya.

Grup Kpop ikonik mereka, nama-nama ternama seperti BTS, NewJeans, LE SSERAFIM, SEVENTEEN, dan Tomorrow X Together telah membuat gebrakan di kancah musik global.

"Inti dari konflik HYBE-ADOR tidak terletak pada sistem multi-label itu sendiri, namun pada bagaimana semua label berada dalam struktur vertikal di bawah HYBE masing-masing mempertahankan eksklusivitasnya," kata Lee Dong Yeun, seorang profesor di Korea National University of Arts.

Baca Juga: Tuding HYBE Anak Tirikan NewJeans, Min Hee Jin Ungkit Waktu Audit yang Berdekatan dengan Comeback NewJeans?

"Label-label tersebut kurang bekerja sama satu sama lain dan mempertahankan wilayah mereka masing-masing dalam hal konten mereka sendiri."

"Dan meskipun HYBE tidak terlihat memaksa dalam hal pembuatan konten dari masing-masing label, HYBE tetap memegang hak hukum atas label yang membuat mereka tidak mungkin melepaskan diri," sambung Lee Dong Yeun

Argumen CEO ADOR Min Hee Jin bahwa Belift Lab telah meniru girl group labelnya, NewJeans, menunjukkan kurangnya kolaborasi dan chemistry di antara artis HYBE.

Minimal, HYBE belum mencapai kesatuan seperti yang terlihat di antara tim-tim di bawah JYP Entertainment dan SM Entertainment.

Atau seperti yang dilakukan Kakao Entertainment dan RBW (Rainbow Bridge World) yang berhasil menjaga anak perusahaannya sepenuhnya independen satu sama lain.

Dikutip melalui Korea JoongAng Daily, kegagalan dalam memisahkan pencipta dan pengelola juga memperumit hubungan antara artis dan produser, yang seringkali disamakan dengan hubungan anggota keluarga.

Min Hee Jin dikenal sebagai ibu NewJeans, Bang Si Hyuk sebagai ayah BTS, dan Lee Soo Man sebagai guru artis SM Entertainment, membuat pertarungan Kpop menjadi semakin berantakan.

"Sistem manajemen artis, atau metode pengasuhan, dipuji sebagai kisah sukses yang dicapai oleh individu yang mendirikan perusahaan berdasarkan pengalamannya sebagai produser," kata Profesor Lee Jong Im dari Universitas Sains and Teknologi Nasional Seoul.

"Metode mereka segera menjadi gaya manajemen satu-satunya bagi agensi. Hal ini menghasilkan sistem yang berpusat pada kesuksesan individu dan preferensi pribadi daripada pembentukan tata kelola sistematis yang dilengkapi dengan manajemen risiko dan pengoperasian label," lanjut Profesor Lee Jong Im.

"Pada akhirnya, Kpop adalah sebuah genre budaya yang menjadi inti dari musik, emosi orang-orang yang berkecimpung dalam industri ini, serta sentimen konsumen dan penontonnya," kata Profesor Lee.

"Semakin lama konflik ini berlangsung, semakin besar kerugian yang akan ditimbulkan pada NewJeans dan artis lain di label HYBE."

"Solusi damai mungkin tampak jauh dari harapan, namun itulah satu-satunya cara agar situasi ini tidak berakhir dengan situasi semua pihak kalah."

"Bang Si Hyuk dan Min Hee Jin perlu duduk bersama, membicarakan perbedaan antara mereka dan memikirkan perubahan yang perlu dilakukan untuk memastikan bahwa Kpop menjadi industri yang berkelanjutan," ungkap Profesor Lee.

Sumber: Kpopchart (Promedia RSS)

Komentar

Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.

Akun komentator

Rekomendasi

Temukan