Perseteruan ADOR dan HYBE Ramai Dibahas Oleh Banyak Ahli Dengan Berbagai Latar Belakang, Dari Seni Hingga Bisnis

Permasalahan antara HYBE dan Min Hee Jin telah banyak menyita perhatian. Berikut komentar para ahli mengenai masalah ini.
KPOPCHART.NET - Di balik gemerlapnya industri Kpop, tersembunyi sebuah perselisihan internal yang mengancam masa depan salah satu grup idol baru yang paling disorot, NewJeans.
Perseteruan antara ADOR, label yang dipimpin oleh CEO Min Hee Jin, dan HYBE, agensi raksasa di balik BTS, telah memicu spekulasi dan kekhawatiran di kalangan penggemar.
Min Hee Jin, mendirikan ADOR dengan visi menciptakan ruang kreatif independen bagi para artis.
Baca Juga: Hoshi SEVENTEEN Tetap Tampil di Pre-Recording Music Core Membawakan Lagu MAESTRO Meski Sedang Sakit
NewJeans, grup idol pertamanya, telah menunjukkan bakat dan potensi luar biasa, menarik perhatian global dalam waktu singkat.
Namun, ambisi Min Hee Jin untuk otonomi ADOR berbenturan dengan struktur kontrol HYBE.
HYBE menuduh Min Hee Jin melakukan pelanggaran etika dan berusaha mengambil alih NewJeans.
Min Hee Jin membantah tuduhan tersebut dan balik menuduh HYBE melakukan plagiarisme dan tindakan merugikan ADOR dan NewJeans.
Lee Dong Yeon, profesor di Universitas Seni Nasional Korea, menganalisis perselisihan HYBE dan ADOR sebagai masalah kompleks yang melampaui pemecatan Min Hee Jin.
Dia melihat akar masalah di sistem Kpop, struktur tata kelola, modal, dan gender dalam penciptaan musik.
Baca Juga: Komisi Perdagangan Adil Korea Selatan Setuju Akuisisi SM Entertainment oleh Kakao dengan Syarat
Beliau juga memperingatkan bahwa konflik ini dapat berdampak negatif pada musisi seperti NewJeans dan ILLIT, serta budaya fandom Kpop yang terdistorsi.
Profesor Kang Hye Won dari Universitas Sungkyunkwan mempertanyakan budaya konsumsi mendalam di kalangan fandom Kpop.
Hal ini yang didorong oleh tingginya biaya untuk mempertahankan aktivitas penggemar dan persaingan ketat.
Dia mengkritik model bisnis photocard acak yang memicu budaya eksklusif dan hierarki dalam fandom.
Serta tekanan pada penggemar untuk membeli album bernilai jutaan won hanya untuk menghadiri acara fansign.
Profesor Kang melihat situasi ini sebagai peluang untuk mereformasi industri Kpop dan meningkatkan kondisi bagi penggemar dan artis.
Profesor Lee Jong Im dari Universitas Sains dan Teknologi Nasional Seoul mempertanyakan kemampuan idola untuk menyuarakan pendapat mereka dalam lingkungan pelatihan idola.
Dia menekankan kurangnya otonomi dan pengaruh eksternal yang dialami para idola sejak usia muda.
Profesor Lee juga mengkritik analogi 'ayah' dan 'ibu' untuk Bang Si Hyuk dan Min Hee Jin, menekankan pentingnya meninjau peran dan tanggung jawab mereka dalam memandu para idol.
Selain itu, dia mengangkat isu multi-label sebagai salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan dalam perselisihan HYBE dan ADOR.
Kim Do Heon, seorang kritikus musik populer, menekankan pentingnya menyeimbangkan kontrol perusahaan induk dan kreativitas anak perusahaannya.
Dia memperingatkan bahaya terjebak dalam bingkai mitos Kpop yang fokus pada kesuksesan komersial dan mengabaikan nilai artistik.
Kritikus musik Lim Hee Yoon menyoroti dampak negatif dari budaya meritokrasi Kpop, di mana penggemar muda terdorong untuk membeli album dan merchandise berharga tinggi.
Dia memperingatkan bahaya mitos tak terkalahkan Kpop yang mengaburkan realitas industri dan menekan para idola untuk mencapai target penjualan yang tidak realistis.
Lim Hee Yoon menyerukan dekonstruksi mitos ini dan reformasi struktural untuk menciptakan industri Kpop yang lebih berkelanjutan dan etis.
Kisah ADOR dan HYBE adalah pengingat bahwa di balik kilau Kpop, terdapat kompleksitas dan pertarungan kepentingan.
Masa depan industri ini bergantung pada bagaimana para pemangku kepentingan dapat menyeimbangkan kreativitas, kontrol bisnis, dan kesejahteraan para artis.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.