IVE Dikritik Fans Tiongkok terkait Pencurian Budaya, Sosok Penting di Balik MV HEYA Buka Suara

Park Ji Eun yang bertugas mengarahkan, membuat konsep seni 2D, dan mendesain karakter untuk video musik IVE memberikan komentar
KPOPCHART.NET – Girl group IVE kembali menyapa para penggemarnya lewat mini album kedua mereka “IVE SWITCH” yang rilis pada tanggal 29 April kemarin.
Lagu serta MV “HEYA” yang merupakan title track dari mini album kedua dengan cepat mendominasi berbagai chart musik.
Lagu tersebut menempati urutan ke-3 di Worldwide iTunes Album Chart dan menduduki puncak tangga lagu di 16 negara pada tanggal 30 April.
Baca Juga: Musik Video IVE HEYA Diklaim Mencuri Budaya China, Profesor Korea Angkat Bicara
Selain itu, musik video dari “HEYA” telah melampaui 10 juta penayangan hanya dalam waktu 19 jam dan naik ke urutan No.1 di YouTube Worldwide Trending pada tanggal 30 April juga.
Pencapaian dari girl group IVE ini cukup mengesankan terlepas dari berita konfik internal dalam HYBE yang masih ramai diperbincangkan di Korea.
Meskipun begitu, comeback IVE kali ini bisa dikatakan tidak begitu mulus karena klaim yang kurang masuk akal dari netizen Tiongkok.
Musik video “HEYA” mendapat tuduhan dari netizen Tiongkok karena dianggap mencuri budaya Tiongkok.
MV “HEYA” sendiri memiliki konsep unik yang menafsirkan berbagai budaya dan simbol tradisional Korea. Berbagai elemen Korea seperti jeogori, norigae, dan pipa rokok ditampilkan dalam video musik untuk memberikan kesan gaya tradisional Korea.
Imbas dari tuduhan tersebut membuat Park Ji Eun yang bertugas mengarahkan, membuat konsep seni 2D, dan mendesain karakter untuk video musik IVE akhirnya buka suara terhadap tuduhan tersebut.
Baca Juga: SEVENTEEN dan IVE Comeback di Hari yang Sama, Siapakah yang Lebih Unggul di Antara Keduanya?
Dia menjelaskan di blognya dengan mengatakan, “Dari tiga negara Asia Timur, Korea adalah satu-satunya negara yang menggunakan istilah oriental painting atau Korean painting. Ini adalah karakteristik sejarah Korea.”
Park Ji Eun juga menambahkan, “Ini adalah interpretasi klasik namun trendi dari estetika Korea tradisional namun asing melalui potret tradisional, lukisan pemandangan, dan lukisan bergenre.”






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.