Musik Video IVE HEYA Diklaim Mencuri Budaya China, Profesor Korea Angkat Bicara

Musik Video IVE "HEYA" diklaim telah mencuri budaya China, hingga profesor Korea menganggap itu hanya ideologi Sino-sentris yang bengkok
KPOPCHART.NET – Musik video milik IVE “HEYA” memicu perdebatan di media sosial China yang mengklaim video tersebut telah mencuri budaya China.
Sebagai tanggapan, seorang professor dari Sungshin Womens University yaitu Seo Gyeong Deok, mengkritik dengan mengatakan, “Ideologi Sino-sentris yang bengkok.”
Pada tanggal 1 Mei 2024, Profesor Seo mengamati pola pikir lama netizen China yang mengklaim kepemilikan dari elemen budaya Korea.
Baca Juga: Ditanya Soal Dorm Milik IVE, Begini Jawaban Tegas Jang Wonyoung dan Yujin Sampai Tuai Pujian!
Beliau memberikan contoh, seperti hanbok, kimchi, samgyetang, dan tari kipas sebagai budaya Korea yang diklaim oleh China.
Profesor Seo juga menyatakan bahwa klaim tersebut berdasarkan rasa rendah diri netizen China sebagai respon terhadap budaya Korea yang semakin populer di kancah dunia.
“Ketika konten budaya Korea mendapat perhatian dari orang-orang di seluruh dunia, rasa rendah diri netizen China menjadi begitu parah, dan sangat disayangkan bahwa mereka tidak dapat melepaskan diri dari ideologi Sino-sentris yang bengkok.”
Profesor Seo mengatakan elemen tradisional Korea yang ditampikan dalam video musik “HEYA” yaitu Jeogori (baju tradisional), kipas, Norigae (pita dekoratif), lukisan pemandangan, dan gambar harimau Korea adalah asli sebagai budaya Korea.
Profesor Seo mengatakan agar mendalami pemahaman budaya untuk mengatasi kesalahpahaman dan perselisihan serupa.
Beliau menekankan pentingnya menghormati keberagaman budaya dan menghindari plagiarisme budaya yang tidak mendasar.
Masalah ini menjadi pengingat perlunya pendidikan antar budaya untuk meningkatkan pemahaman dan toleransi.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.