Namanya Terseret Konflik Min Hee Jin vs HYBE, BTS Kini Kembali Dituduh Manipulasi Chart? BIGHIT MUSIC Beri Tanggapan!

Perseteruan Min Hee Jin dan HYBE kembali menyeret BTS ke dalamnya, kini BTS di tuduh telah melakukan kecurangan pada Chart.
KPOPCHART.NET- Perseteruan Min Hee Jin dan HYBE hingga kini semakin ramai menarik perhatian publik, dan komunitas online.
Pasalnya perseteruan antara Min Hee Jin dan HYBE sudah menyeret banyak sekali idol serta artis hingga lintas agensi.
Beberapa artis serta idol yang juga diseret dalam permasalahan ini adalah di antaranya, LE SSERAFIM, NewJeans, ILLIT, BTS, aespa, bahkan BLACKPINK dan masih banyak lagi yang lainnya.
Alih-alih ada jalan keluar kini kontroversi antara HYBE dan Min Hee Jin malah semakin mengungkapkan fakta-fakta serta tuduhan masa lalu yang menimbulkan spekulasi publik.
Dilansir dari Koreaboo, BTS kini kembali di seret kedalam kontroversi antara HYBE dan Min Hee Jin, grup populer BTS dituduh telah melakukan manipulasi terhadap Chart.
Hal ini kembali menghebohkan publik dengan munculnya Tuan A ke komunitas online baru-baru ini.
Baca Juga: Perseteruan Min Hee Jin VS HYBE Kian Memburuk, CEO ADOR Gagal Hadiri Rapat Dewan Direksi!
Diketahui telah terjadi perselisihan antara Tuan A dan BIGHIT MUSIC pada masa lalu, dikarenakan atas dugaan sajaegi atau pemasaran ilegal pada lagu BTS.
Sebelumnya tuduhan tersebut telah dibantah oleh perusahaan, namun kini kembali membuat heboh komunitas online dengan tuduhan yang berhubungan dengan sajaegi adalah manipulasi chart pada BTS.
Menanggapi hal tersebut BIGHIT Music langsung buka suara, dengan keras membantah bahwa tuduhan tersebut tidak benar, dan ancaman pemersana yang terjadi hanyalah pernyataan tak bersumber.
Baca Juga: ILLIT Tunjukkan Popularitas yang Kian Meningkat di Tengah Huru-hara yang Terjadi dalam Internal HYBE
BIGHIT juga menyatakan dengan tegas bahwa pemasaran inkonvensional antara Tuan A tidak ada kaitannya dengan perusahaan tersebut.
BIGHIT meambahkan bahwa setelah melakukan penyelidikan mereka menyadari yaitu sudah menjadi hal biasa bagi mereka yang mengetahui bahwa media dapat merusak citra perusahaan dengan melaporkan berita sepiah.
“Aktivitas pemasaran yang disebutkan dalam ancaman pemerasan pelaku hanyalah pernyataannya sendiri, dan apa yang disebutnya sebagai pemasaran inkonvensional sebenarnya adalah pemasaran viral online yang standar.
Klaim Tuan A tidak ada hubungannya dengan kontrak periklanan dan promosi yang dia miliki dengan perusahaan kami.
Kerugian finansial terjadi secara tidak sengaja selama upaya pribadi untuk melindungi citra artis. Sebagai korban pengancaman, kami segera melaporkannya dan berpartisipasi aktif dalam proses penyidikan.
Hasilnya adalah jika sudah menjadi hal biasa bagi media untuk merusak citra perusahaan dengan melaporkan klaim sepihak atas kesalahan perusahaan dalam kasus pemerasan sebagai fakta, tidak ada perusahaan hiburan yang akan mampu berdiri dengan bangga melawan ancaman seperti itu di masa depan.”






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.