Ajuan Tuntutan HYBE Terhadap Min Hee Jin Diragukan Komunitas Hukum: Tidak Ada Artinya Secara...

Konflik belum usai, pengajuan tuntutan HYBE terhadap CEO ADOR, Min Hee Jin malah diragukan komunitas Hukum
KPOPCHART.NET - Belakangan ini bukan hal asing mana kala perseteruan salah satu perusahaan hiburan kpop Korea Selatan, HYBE VS Min Hee Jin masih memanas.
Sebelumnya HYBE mengklaim bahwa Min Hee Jin mencoba merampas hak manajemen ADOR, kemudian melaporkan ke polisi atas pelanggaran kepercayaan.
HYBE menggunakan isi percakapan utusan CEO ADOR dengan manajemen sebagai salah satu bukti.
Baca Juga: Photobook Lawas SNSD Mendapat Atensi di Tengah Konflik Min Hee Jin CEO ADOR VS HYBE!
Namun seiring berjalannya konflik yang belum kunjung usai, perhatian semakin banyak tertuju pada HYBE dan Min Hee Jin.
Tanpa terkecuali komunitas hukum yang turut berpendapat, mengutarakan komentarnya via media sosial.
Pada Sabtu (27/04) seorang pengacara bernama Lee Hyeon Gon dari Lembaga Penelitian dan pelatihan Yurisdiksial sekaligus mantan hakim pengadilan keluarga berpendapat.
"Melihat pernyataan HYBE, saya dengar CEO Min mencatat pelanggaran konspirasi kepercayaan dalam notulen rapat dan catatan kerja perusahaan, tapi apakah itu masuk akal?"
Sementara pada hari Jumat (26/04), ia juga mengatakan bahwa perampasan hak pengelolaan yang diklaim oleh HYBE tidak dapat dilakukan.
Lee Hyeon Gon berkata, "Saya tidak mengerti apakah klaim HYBE memenuhi persyaratan hukum untuk pelanggaran kepercayaan."
Baca Juga: Telah Coba Hubungi Orang Tua Anggota NewJeans, HYBE Ungkap Belum Ada Respon
"Perampasan hak pengelolaan adalah tuntutan yang tidak ada artinya secara hukum," ia melanjutkan.
Sementara secara hukum, CEO ADOR adalah Min Hee Jin dan ia telah berupaya membuat manajemen ADOR menjadi independen.
"Tapi apakah itu sebuah kejahatan?" ucapnya.
Di sisi lain bahwa Min Hee Jin berusaha meningkatkan saham ADOR dengan mendatangkan investor.
"Bahkan jika Min ingin mendatangkan investor untuk meningkatkan kepemilikannya (di ADOR), saya tidak melihat mengapa hal tersebut merupakan penggelapan, entah dia melakukannya atau tidak," ujarnya.
Seraya menambahkan ia berkata, "Hostile M&A adalah legal, dan tidak ada salahnya bagi perusahaan untuk mendapatkan investasi dari luar."






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.