Banyaknya Kontroversi dan Masalah, Sistem Multi Label yang Dianut HYBE Dipertanyakan Keefektifannya

Banyaknya permasalahan yang terjadi pada HYBE Labels yang menganut sistem Multi Label dalam menjalankan perusahaan
KPOPCHART.NET – HYBE Labels merupakan raksasa industri musik Korea dalam beberapa tahun belakangan ini.
Dibangun dari kesuksesan boy group kelas dunia BTS, HYBE secara cepat tumbuh menjadi sebuah agensi yang menaungi banyak agensi-agensi kecil dibawah satu nama yaitu HYBE Labels.
Menjadikan HYBE Labels menganut sistem multi label dalam mengelola agensi-agensi kecil di bawahnya.
Namun belakangan ini, badai kontroversi menghantam sub agensi dari HYBE Label satu per satu.
Permasalahan pertama datang dari penampilan girl group LE SSERAFIM yang tampil di panggung musik internasional Coachella. Kontroversi dimulai saat minggu pertama mereka tampil di panggung tersebut.
Beberapa member dikritik oleh netizen lokal dan internasional terkait kemampuan menyanyi mereka yang jauh dari kata layak untuk tampil di panggung semegah itu.
Meskipun pada penampilan di minggu kedua terdapat sedikit peningkatan, kritikan masih terus dilayangkan karena dianggap banyak menggunakan teknologi backtrack yang berlebihan untuk menutupi kekurangan beberapa member LE SSERAFIM.
Baca Juga: 5 Member LE SSERAFIM Pulang ke Korea, Fashion Airport yang Kompak Tertutup Jadi Sorotan
Permasalahan kedua datang dari boy group SEVENTEEN, grup lain di bawah payung HYBE melalui Pledis Entertainment. SEVENTEEN menjadi pusat dari kontroversi karena kesalahan langkah dalam penggambaran media. Sebuah program dari MBC secara tidak akurat mengklaim bahwa pembangunan gedung HYBE didasarkan dari pondasi oleh BTS dan dibangun oleh SEVENTEEN.
Hal tersebut sontak mengundang kemarahan dari fandom paling besar dalam dunia kpop, yaitu ARMY yang berujung dengan terjun bebasnya rating dari program acara MBC tersebut.
Permasalahan ketiga datang dari girl group rookie ILLIT yang menghadapi banyak tantangan dalam menentukan nama klub penggemarnya. Awalnya, nama klub penggemar yang diputuskan adalah “LILLY”, namun segera diganti karena mempunyai kemiripan dengan nama salah satu member girl group NMIXX.
Nama fandom ILLITjuga mengalami penolakan keras karena dianggap tumpang tindih dengan nama klub penggemar Lisa BLACKPINK, Lillies.
Baca Juga: BELIFT LAB Putuskan Ganti Nama Fandom ILLIT Usai Kontroversi: Meninjau Beberapa Kekhawatiran..
Permasalahan terakhir datang dari ADOR yang merupakan salah satu anak perusahaan HYBE. Muncul laporan bahwa CEO ADOR saat ini Min Hee Jin berniat untuk berpisah dari HYBE.
Menanggapi laporan tersebut, pihak HYBE melakukan audit yang melibatkan pengambilan aset digital perusahaan dan mengamankan pernyataan dari manajemen ADOR.
Tidak sampai di situ saja, Min Hee Jin juga merilis sebuah pernyataan yang menuduh HYBE dan anak perusahaannya lainnya, BeLift Lab, meniru NewJeans melalui konsep dan koreografi debut ILLIT.
Semua permasalahan di atas menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas dan tantangan sistem multi label yang dianut HYBE dan apakah sistem ini kini menjadi bumerang karena menyebabkan banyak masalah sekaligus.
Kontroversi yang datang berturut-turut menunjukkan betapa kompleknya mengelola beberapa agensi kecil ke dalam satu label besar seperti HYBE sehingga menimbulkan spekulasi tentang apakah struktur HYBE mungkin menciptakan lingkungan yang beracun dalam industri.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.