Daud Kim Buka Suara atas Peringatan Ayana Moon dan Huru Hara Donasi Pembangunan Masjid dengan Nama Pribadi

Donaturnya dapat peringatan dari Ayana Moon, Daud Kim akhirnya buka suara tentang huru hara pembangunan masjid
KPOPCHART.NET - Usai Daud Kim viral karena mengumumkan donasi untuk membangun masjid, di Korea Selatan Ayana Moon mengunggah Instagram story yang berisi peringatan.
Peringatan Ayana Moon tersebut ditujukan untuk para donatur Daud Kim.
Ayana Moon menjelaskan bahwa para donatur harus terus mengawasi progres dan pengeluaran dari uang yang digunakan untuk pembangunan masjid.
Donatur juga harus mengetahui apakah penyelenggara donasi pernah terlibat dalam kasus percobaan rudapaksa atau kasus KDRT, yang mana Daud Kim pernah dituding melakukan keduanya.
Di sisi lain, ada juga undang-undang yang mengatur bahwa seseorang tak bisa mengumpulkan donasi lebih dari 10 juta Won jika program tersebut atas nama pribadi.
Ayana Moon juga menyebut bahwa penyelenggara donasi harus memiliki rencana pasti.
Ayana Moon juga terus mengunggah tentang pernyataan KMF tentang donasi Daud Kim di Instagram story-nya semalam.
Bahkan selebriti Indonesia, Atta Halilintar, ikut me-repost Instagram story Ayana.
Mengetahui Ayana memberikan peringatan demikian, Daud Kim sempat beralasan bahwa ia belum bisa memberikan respon atau penjelasan detail terkait donasinya karena tengah berada di Indonesia.
Baca Juga: Lee Mijoo eks Lovelyz dan Song Bum Keun Sudah Unggah Lovestagram dari Minggu Lalu Lho!
Namun akhirnya hari ini (19/04), Daud Kim memberikan respon rinci tentang Instagram story Ayana Moon.
Daud Kim menjelaskan bahwa setelah Ayana Moon menyinggung donasi pembangunan masjid itu, pemilik tanah yang ia beli di Incheon membatalkan kontrak.
“Setelah influencer muslimah Korea mengungkit isu pembangunan Masjid Incheon ke publik, banyak sekali pertentangan dan ancaman, dan akhirnya pemilik tanah Incheon meminta untuk membatalkan kontrak tersebut.
Astagfirullah. Jadi.. (kontraknya benar-benar) dibatalkan,” tulis Daud Kim
Daud Kim kemudian menjelaskan bahwa ia memiliki rencana baru terkait pembangunan masjid.
“Tapi saya menemukan cara baru dan saya akan menunjukkannya kepada Anda segera setelah saya kembali ke Korea besok.
Mohon tunggu sebentar. Aku tidak pernah menyerah. Semuanya untuk Allah,” tutup Daud Kim di Instagram story-nya.
Usai penjelasan di Instagram story itu, Daud Kim kembali melanjutkan penjelasannya 2 jam kemudian.
Daud menyebut bahwa ia butuh berkonsultasi dengan pengacara tentang pengumpulan donasi atas nama pribadi.
“Assalamualaikum
Sehubungan dengan permasalahan yang diangkat oleh seorang influencer muslim Korea, saya akan membicarakannya dengan singkat.
Saya akan mengungkapkan posisi saya setelah berkonsultasi dengan pengacara.
1. Kami sedang meninjau legalitas penerimaan sumbangan melalui akun pribadi, dan jika ada masalah, saya akan dengan setia menanggapi penyelidikan tersebut.
Pembukaan akun pribadi mengikuti permintaan dari subscribers. Saya ingin mengklarifikasi bahwa ini sama sekali bukan karena saya menggunakannya untuk tujuan pribadi.
Saya tidak sadar bahwa ini bisa menjadi masalah hukum. Oleh karena itu, saya meminta Anda untuk berhenti berdonasi ke akun pribadi saya sampai masalah legalitas terselesaikan.
2. Kedepannya, saya berencana untuk menukarkan uang yang telah kami kumpulkan selama ini ke "rekening korporasi" daripada rekening pribadi dan mengoperasikannya secara transparan.
Butuh waktu untuk mengatur penggalangan dana yang kami terima selama ini, dan juga butuh waktu untuk mendirikan akun korporasi, jadi kami akan mengatur semuanya dan segera mengungkapkannya secara transparan. Harap bersabar sedikit,” jelas Daud Kim.
YouTuber itu juga mengaku bahwa dirinya memang tidak mengetahui tentang undang-undang yang disebutkan Ayana Moon.
“Memang benar saya tidak tahu banyak tentang undang-undang yang mengatur donasi di Korea.
Tapi semua yang saya lakukan adalah dengan niat baik. Niat saya murni untuk menciptakan rumah Allah. Saya tidak pernah mempunyai niat buruk dan tidak pernah menipu siapa pun. Saya harap Anda tidak tertipu oleh berita palsu. Terima kasih,” ungkap Daud Kim.
Lantas bagaimana menurutmu?






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.