Sebulan Mendominasi Box Office, Exhuma Terlibat Kontroversi Dugaan Kekerasan Hewan Selama Proses Syuting

Kelompok Perlindungan Hewan (KARA) layangkan kritikan pada tim produksi 'Exhuma' atas dugaan penganiayaan hewan selama proses syuting,
KPOPCHART.NET – Usai mendulang kesuksesan box office di dalam maupun luar negeri, “Exhuma” kini terlibat kontroversi terkait dugaan kekerasan hewan selama syuting.
Film “Exhuma” dibintangi Choi Min Sik, Yoo Hae Jin, Kim Go Eun dan Lee Do Hyun, baru-baru ini berhasil tembus 11 juta penonton sejak penayangan perdananya di Korea Selatan pada 22 Februari lalu.
Di luar kesuksesan dan beragam pujian yang ditujukan kepada seluruh tim dan sang sutradara Jang Jae Hyun, “Exhuma” mendapat kritikan dari kelompok perlindungan hewan di Korea atas dugaan penyiksaan hewan.
Baca Juga: Film Exhuma Capai 10 Juta Penoton, Diundang Menghadiri Festival Film Internasional ke-14 di Beijing
Dilansir melalui Asian Economy, salah seorang perwakilan dari Markas Pemantauan Media Penampilan Hewan yang disebut juga Dong Mo Bon dari kelompok perlindungan hewan terbesar di Korea KARA mengkritik beberapa adegan dalam film.
“Dalam beberapa adegan, berbagai hewan seperti babi, ayam, ikan mas, dan anjing terlihat berbahaya. Patut dipertanyakan apakah berbagai hewan dalam adegan tersebut hanyalah buatan, CG (grafis komputer), atau hewan sesungguhnya,” jelasnya.
Ia melanjutkan, “Saya ingin bertanya kepada sutradara dan perusahaan produksi apakah mereka telah melakukan upaya yang tepat untuk meminimalkannya,” tegasnya.
Baca Juga: Ramai April Mop Giring Film EXHUMA Sampai ke Season 2, Begini Kata Insider: Menyenangkan...
Diketahui pada tanggal 12 Maret lalu, kelompok perlindungan hewan KARA mengirimkan surat resmi yang berisi tujuh pertanyaan kepada perusahaan produksi Showbox melalui email dan faks.
Beberapa adegan dalam “Exhuma” yang dipermasalahkan di antaranya adegan lima bangkai babi yang dibawa untuk pembantaian, adegan babi yang melarikan diri dengan panik dari kandang, adegan ikan mas yang dilempar ke tanah sebagai umpan, adegan seekor anjing yang mengenakan tali sepanjang 1 meter di sebuah kuil, dan adegan mengancam seekor ayam dengan pisau.
Secara khusus, adegan dimana dukun Hwa Rim (diperankan oleh Kim Go Eun) yang menikam lima ekor anak babi dengan pisau saat melakukan ritual disebut sebagai masalah.
Baca Juga: Masih Tinggi Peminat, Exhuma Geser Troll Factory Kembali Duduki Posisi Atas Box Office Korsel
Ritual tersebut disebut juga daesalgeot yang melibatkan pengorbanan hewan untuk roh leluhur. Dalam adegan tersebut, sang dukun memotong anak babi yang berusia sekitar 6 bulan.
Berdasarkan pengakuan Dong Mo Bon KARA, Showbox selaku pihak produksi film “Exhuma” telah membaca email dari mereka namun belum memberikan tanggapan apapun.
“Itu adalah film yang baru saja dirilis dan sedang diputar, jadi saya memberi mereka waktu luang, namun masih belum ada respon,” ujar perwakilan Dong Mo Bon.
Media Asian Economy berupaya melakukan follow up kepada Showbox dan mendapat tanggapan oleh salah seorang perwakilan mereka, “Karena ada isu internal, kami belum dapat memerika email dari Dong Mo Bon, kami akan merespons setelah mengonfirmasi isinya dengan tim produksi.”
Dugaan bahwa adanya kekerasan pada hewan selama proses syuting “Exhuma” didukung ketika perusahaan pengelola ikan mas tercantum dalam kredit akhir film.
Salah seorang professional, Kim Tae Hwa, mengungkapkan bahwa sutradara Jang Jae Hyun enggan untuk menggunakan CG dalam filmnya, “kami membutuhkan ikan mas hidup jadi kami melakukan perjalanan ke puncak gunung dengan kendaraan yang sarat dengan tabung oksigen.”
Selain itu, aktivis KARA Kwon Nami turut memberikan kritikan, “’Exhuma’ adalah film yang memiliki nilai yang mengesankan untuk alam, namun jika hewan digunakan sebagai alat peraga dalam pembuatan film, maka nilai tersebut akan rusak,” ujarnya.
Sutradara film Lim Soon Rye, yang juga menjadi anggota pendiri ‘Areumpum’ pendahulu ‘KARA’ mengatakan, “Para aktor harus melawan penyiksaan terhadap hewan yang sering terjadi di lokasi syuting dengan cara menolak untuk melanjutkan syuting, seperti yang telah dilakukan di Hollywood,” sarannya.
Sementara itu hingga saat ini, belum diketahui secara pasti apakah terdapat penganiayaan terhadap hewan selama proses pembuatan film "Exhuma" dan apakah seluruh adegan yang disebut menjadi masalah menggunakan hewan sungguhan sebagai alat peraga.
Pihak tim produksi film "Exhuma" masih perlu memberikan tanggapan resmi terkait keberanan dari kontroversi tersebut.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.