Media Korea Mempertanyakan Apakah Idol K-Pop Pantas Dikutuk Karena Clubbing, Merokok dan Mengumpat!

Media Korea mempertanyakan apakah para idol K-pop harus dikutuk karena clubbing, merokok, dan mengumpat.
KPOPCHART.NET - Dilansir dari media Korea, Daum, kekuatan fandom grup idola generasi pertama disebut lebih lemah dibandingkan saat ini.
Hal itu disebabkan karena kekuatan mereka sekarang untuk membeli album grup kesayangan dan meningkatkan status grup sangat besar.
Namun, 'Soft power' dalam hal perilaku favorit mereka disebut masih kurang.
Mungkin dahulu, para penggemar mempertimbangkan untuk menyaksikan idola favorit mereka clubbing, merokok, atau memaki-maki penggemar yang menunggu di depan rumah mereka sambil mabuk.
Meskipun idola mereka memaki, mereka hanya menyebarkan hal tersebut ke grup sesama fandom daripada memposting ke publik.
Rumor tidak akan pernah tersebar kecuali informasinya dibocorkan kepada wartawan.
Beberapa penggemar merasakan kepuasan saat mengetahui wajah sebenarnya dari para sang idola yang tidak diketahui orang lain.
Selain itu, ide untuk mengambil foto sebagi bukti dan membagikannya secara publik tidak pernah terlintas di benak para penggemat ketika mereka melihat para idola.
Dan yang paling terpenting, media sosial zaman dahulu belum sepopuler sekarang.
Baca Juga: Pamer Sebagai Penggemar Karina aespa, Lee Yi Kyung Langsung Kunjungi Gedung SM Setelah Kabar Kencan
Namun, pada saat ini sangat berbeda, pertama-tama banyak sekali platform dan saluran yang digunakan penggemar untuk memperoleh dan berbagi informasi tentang idola favorit mereka.
Dengan berkembangnya SNS dan komunitas online, siapapun bisa mengungkapkan kesaksiannya.
Merupakan hal yang wajar juga jika melihat reporter mengumpulkan informasi dari postingan individu oleh publik untuk menulis artikel.
Dengan seiring berjalannya waktu, kekuatan fandom menjadi lebih kuat dalam banyak hal.
Ketika seseorang menjadi penggemar suatu idola, mereka menikmati nilai dari citra idola tersebut dan fantasi yang diberikannya.
Kasih sayang penggemar seperti ini sekarang dipahami sebagai kekuatan pendorong pertumbuhan bintang.
Oleh karena itu, fandom di era sekarang percaya bahwa mereka berhak melakukan apa saja untuk melestarikan fantasi mereka dengan grup idola.
Penggemar K-pop tidak lagi tahan dan menerkma perilaku buruk para idola.
Inilah sebabnya mengapa para idola perlu mencurahkan lebih banyak upaya dalam mengelola citra mereka.
Para idola juga berhati-hati agar tidak menimbulkan kontroversi yang melampaui batas dan mamatahkan fantasi penggemar jika mereka tidak ingin kehilangannya.
Baru-baru ini, ada berbagai kontroversi mengenai idola yang mengunjungi club, merokok, dan mengumpat.
Beberapa pihak mengeluarkan permintaan maaf, sementara yang lain membantah keras rumor tersebut.
Pada titik ini, beberapa orang bertanya-tanya apakah kesalah seperti clubbing, merokok, dan sumpah serapah cukup serius sehingga membuat publik meminta maaf.
Mengingat mereka tidak melakukan tindakan kriminal apa pun.
Tentu saja hal ini bisa menjadi argumen yang bagus, namun hanya dengan syarat hubungan antara idola dan penggemar tidak dihitung.
Karena citra dan fantasi yang diciptakan idola untuk menarik penggema, perilaku buruk mereka dapat dianggap melanggar garis moral dan kesalahan yang tidak boleh mereka lakukan.
Hidup sebagai seorang idola memang sangat memberatkan dan berat.
Mungkin itulah harga yang harus mereka bayar untuk menikmati kehidupan idola yang indah.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.