LE SSERAFIM dibela Knetz! Artikel yang Ungkap Faktor Penurunan Penjualan Mini Album EASY jadi Penyebab

Penjualan mini album terbaru LE SSERAFIM 'EASY' mengalami penurunan yang diduga disebabkan faktor fandom wanita, begini pembelaan dari KNetz
KPOPCHART.NET - Pada tanggal 19 Februari lalu, girl group besutan HYBE LABELS LE SSERAFIM baru saja melangsungkan comeback mereka dengan merilis mini album bertajuk "EASY".
Dan baru-baru ini, penjualan mini album terbaru milik LE SSERAFIM "EASY" menjadi sorotan.
Pasalnya, penjualan mini album "EASY" LE SSERAFIM mengalami penurunan cukup banyak pada hari pertama comeback mereka.
Hal tersebut diungkapkan oleh seorang peneliti dari Daishin Securities, setelah melihat hasil analisis pasar saham pada penjualan album yang baru dirilis di HYBE LABELS.
Baca Juga: Tidak Fresh! Mini Album EASY LE SSERAFIM Dikritik Pemerhati Musik Korea: Malas Memodifikasi
Dilansir dari mk.co.kr, menurut peneliti dari Daishin Securities bernama Lim Soo Jin pada tanggal 21 Februari, penjualan mini album "EASY" hari pertama LE SSERAFIM berhasil terjual 780.000 eksemplar.
Setelah diteliti kembali, ternyata penjualan album terbaru LE SSERAFIM mengalami penurunan sebesar 23%.
Padahal pada penjualan album sebelumnya, LE SSERAFIM berhasil menjual 1,02 juta eksemplar.
Diduga, penurunan terhadap penjualan album terbaru LE SSERAFIM disebabkan oleh faktor fandom wanita yang berkurang.
Peneliti Lim mengungkapkan hasil analisisnya bahwa, "Alasan lesunya penjualan album mungkin rumit, namun karakteristik musiman pada kuartal pertama, termasuk kepergian beberapa fandom wanita domestik dan melemahnya daya beli fandom, mungkin telah memainkan peran utama".
Namun dibalik berkurangnya fandom wanita, proporsi penggemar LE SSERAFIM dari kalangan pria justru meningkat dari setengah menjadi 70-80%.
Fakta tersebut diungkapkan oleh peneliti Lim, pasca LE SSERAFIM mengadakan showcase comeback mereka pada tanggal 19 Februari lalu.
Selain itu, pola konsumsi fandom luar negeri dan dalam negeri disebut-sebut turut menjadi penyebab turunnya penjualan album.
Diketahui, fandom LE SSERAFIM di luar negeri yang sebagian besar dari Hongkong, Tiongkok, Jepang dan penggemar di Asia Tenggara nampak tidak membeli album secara kompetitif seperti fandom dalam negeri.
Baca Juga: Selalu Salah, Comeback LE SSERAFIM Terus Jadi Sasaran Tuduhan Melakukan Plagiarisme Artis Luar
Mengetahui hal ini, KNetz di situs Theqoo berkomentar:
"Bukan hanya mereka saja yang gagal, namun fandom wanita aespa juga ikut terpuruk saat ini",
"Jika proporsi penggemar pria meningkat hingga 70-80% tetapi penjualan menurun, bukankah alasannya karena peningkatan penggemar pria tanpa daya beli? haha",
"Sampai kemarin sudah terjual 920.000 eksemplar (hari ke-4), jadi cukup laris gak?",
"Yang absurd, artikel ini keluar tepat setelah artikel tentang bertambahnya penggemar wanita LE SSERAFIM hahaha. Bahkan wartawan pun punya pendapat berbeda haha",
"Rasio penggemar pria memang meningkat, namun jika menurun karena daya beli penggemar pria yang lebih rendah, bukan karena penggemar wanita...",
"Jika Anda melihat peningkatan penjualan langsung di Jepang, Anda dapat melihat bahwa hilangnya penggemar wanita bukanlah penyebabnya",
"Tidak, saya mengerti bahwa penjualan album mengalami penurunan pada hari pertama dan karena resesi Tiongkok, tapi mengapa ada kehilangan penggemar wanita... Saya adalah penggemar wanita baru",
"Fans laki-laki yang tidak punya daya beli tidak membelinya haha, kenapa salah fans wanita?? Bagaimana sebenarnya mereka memperlakukan penggemar wanita?",
"Penjualan musik grup K-pop secara keseluruhan mengalami penurunan, dan mereka menyalahkan penggemar wanita dengan mengatakan bahwa penjualan mengalami penurunan pada hari pertama, bahkan pada minggu pertama",
"780.000 eksemplar itu lelucon...??? Itu terjual dengan sangat baik...", dan beragam komentar lainnya.
Bagaimana menurut kalian?






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.