Ada yang Gunakan Metode Kampanye Ala K-Pop, Capres Indonesia Dibahas Oleh Media Korea!

Media Korea Kyunghyang Shinmun soroti metode kampanye capres Indonesia yang manfaatkan TikTok dan X.
KPOPCHART.NET - Salah satu media Korea, Kyunghyang Shinmun, telah membahas tentang aksi kampanye dari para calon presiden Indonesia tahun ini.
Dalam artikel yang dirilis kemarin (11/02), media Korea ini membahas metode kampanye yang digunakan oleh masing-masing pasangan calon presiden Indonesia.
Bagi masyarakat Indonesia tentunya sudah tidak asing melihat berbagai konten baik di TikTok maupun X (dulunya Twitter) dimana setiap pasangan calon presiden Indonesia berusaha menarik suara rakyat dengan berbagai konten menarik.
Terlebih dalam platform TikTok, media Korea Kyunghyang Shinmun menyebutkan bahwa saat ini Indonesia berada di urutan kedua setelah Amerika Serikat sebagai negara dengan pengguna TikTok terbesar.
Media Korea Kyunghyang Shinmun kemudian juga menyoroti bagaimana TikTok dapat berdampak besar bagi kampanye capres Indonesia yang saat ini tengah berlangsung.
“Artinya, masyarakat di pulau-pulau terpencil di Indonesia bisa berkampanye sebanyak yang mereka mau melalui sosial media,” tulis Kyunghyang Shinmun dalam artikelnya.
Kyunghyang Shinmun yang mengutip dari The Economist menyebutkan bahwa salah satu capres saat ini memimpin dalam hal jajak pendapat di TikTok dan X berkat hasil promosi mereka.
Bahkan, pendukung salah satu capres yang menggunakan metode kampanye ala K-Pop juga tak luput dari bahasan.
Kyunghyang Shinmun menyebutkan bahwa dari hasil analisis The Economist, metode promosi K-Pop dengan mengubah nama menjadi julukan ala Korea dan mengirimkan food truck menjadi salah satu faktor yang sukses menarik perhatian sosial media.
Tak hanya itu, berbagai merchandise hingga poster bergaya ala K-Pop juga turut digunakan oleh pendukung salah satu capres Indonesia ini.
Di luar metode kampanye ala K-Pop, salah satu capres Indonesia juga mencoba metode baru dengan menggunakan gambar lucu hingga video menari untuk menarik suara rakyat.
Disebutkan oleh Kyunghyang Shinmun bahwa salah satu capres Indonesia ini mencoba untuk menarik perhatian generasi muda dengan memposting berbagai video hingga tarian yang sedang tren saat ini.
Metode kampanye tersebut nampaknya sukses mengingat beberapa videonya telah ditonton lebih dari 20 juta kali oleh pengguna TikTok.
Dengan gaya dan metode kampanye berbeda antara pasangan capres satu dengan yang lainnya, pada intinya mereka hanya berusaha untuk menarik suara rakyat dalam memilih mereka menjadi presiden Indonesia.
Pada akhirnya, hasil akhir siapa yang akan menggantikan Presiden Joko Widodo akan segera dapat diketahui pada tanggal 14 Februari mendatang.















Comments
Sign in with your Weblu commenter account to leave a comment.