Sukses dengan Korean Wave Korsel Berencana Ekspansi K Agriculture? Di Era Perubahan Iklim hingga Solusi Mereka

Korea Selatan meningkatkan pendapatan ekspornya dengan KAgriculture. Rencananya seperti KMushroom, hingga penjualan Alsintan....
KPOPCHART.NET- Korea Selatan memperluas pangsa pasar mancanegara. Tidak hanya Kpop dan Kdrama, saat ini berusaha merambah ke KAgriculture.
KMushroom ikut dipopulerkan, bagian dari KAgriculture ini ditargetkan kepada vegan. Promosinya tak tanggung-tanggung hingga Korsel membuat buku resep berbahan dasar jamur.
KAgriculture lainnya berupa penjualan Alsintan (alat dan mesin pertanian) terbukti 55-68 % keuntungan perusahaan berasal dari pasar luar negeri.
KFood Plus mencakup Alsintan masuk jajaran 12 ekspor utama Korsel. Perputaran uang mencapai $12,14 miliar (~ Rp191 triliun menurut kurs 27/01/2024) dengan target Amerika hingga Timur Tengah.
Bukti suksesnya Korean Wave 12 negara bagian AS, Inggris, Sao Paolo, hingga Argentina merayakan hari kimchi.
Padahal di masa lalu orang Korea harus sembunyi-sembunyi saat mengkonsumsinya. Kini kimchi mudah ditemukan di supermarket.
Pemerintah Korsel serius membangun pertanian berkelanjutan serta meminimalisir gas rumah kaca yang dihasilkan.
Tahun lalu petani Korsel dilanda gagal panen akibat musim dingin, hujan lebat, hingga angin topan.
Mereka memanfaatkan asuransi pertanian hingga ₩1,18 triliun (~ Rp18 kuadriliun), tertinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Di-2024 saat ditanyai petani paling khawatir dengan perubahan iklim. Korea sendiri mengalami kenaikan suhu 1,6 derajat celsius, lebih tinggi dibanding global.
Dinas terkait (Nongjincheong) memberikan solusi untuk menurunkan amonia dengan bantuan mesin deep fertilization device.
Pupuk otomatis dimasukan sedalam 25-30 cm dari permukaan tanah. Dampaknya produksi meningkat, amonia menurun, terjadi efisiensi pupuk.
Di Korea kerap kali terjadi kebakaran rumah penduduk dekat hutan, 138 dari 536 kasus kebakaran hutan disebabkan aktivitas membakar sampah ataupun limbah pertanian.
Menjawab permasalahan tersebut pemerintah Korea membentuk tim yang bertugas membantu petani mencacah hasil panennya menggunakan mesin.
Hasil cacahan dapat dimanfaatkan sebagai kompos, selain itu alternatif ini dapat mengurangi debu halus dampak dari pembakaran.
Baca Juga: Kebingungan di Music Bank, TWS Disebut ‘The Real Rookie’ Oleh Netizen: Polos Banget Plonga-plongo
Serupa dengan Indonesia merespon penurunan harga hingga 30%, petani Korea memilih membajak lobaknya yang siap panen.
Wajar bila penurunan harga karena suplai yang melimpah. Faktanya terjadi penurunan produksi lobak dibanding tahun lalu.
Hal ini diduga menurunnya konsumsi akibat resesi ekonomi.
Pemerintah korea berupaya mempromosikan lobak di supermarket metropolitan, serta membeli 6.000 ton kemudian diawetkan.
Baca Juga: Na In Woo Dirikan Agensi dengan Manajer usai Pisah dari Cube Entertainment
Program di sana memberi kemudahan untuk petani di bawah 40 tahun. Tujuannya di-2027, 30.000 petani muda dapat dibina.
Kemudahannya meliputi akses lahan, pinjaman dana, hingga subsidi pemukiman bagi petani muda.
Anak muda dengan rentang usia 18 hingga 39 tahun dapat menyewa lahan dan kedepannya menjadi hak milik.
Tetapi harus memenuhi persyaratan belum punya lahan atau memiliki lahan kurang dari 0,5 hektar.
Langkah ini dilakukan untuk mengamankan lahan pertanian di masa mendatang.
Korsel juga memiliki rencana 2024-2027 poses menanam hingga panen dilakukan otomatis.
Budidaya apel membutuhkan 50 % tenaga kerja lebih banyak dibanding tanaman lain.
Universitas Nasional Chonnam membuat robot untuk membantu dalam budidaya apel. Mulai dari penanaman, pemangkasan, hingga pembuahan.
Korea juga telah mengembangkan robot pemanen mentimun kerjasama antara tim peneliti Life Science & Technology Universitas Seoul dan Chonnam
Menggunakan bantuan AI, robot dapat mengenali setelah diberikan contoh 6.200 foto mentimun.
Baca Juga: Sam Kim Dikonfirmasi Akan Gelar Konser Tunggal di Jakarta, Berikut Harga Tiketnya!
Lengan robot akan memetik buah, mencari di antara daun dan batang yang menjalar, dan hanya memanen mentimun lebih dari 23 cm.
Skalanya masih di rumah kaca, robot berjalan melalui rel yang terpasang di bagian lantai. Serta dapat dioperasikan melalui aplikasi mobile atau secara manual.
Di Korsel rencana budidaya dibagi menjadi 3 generasi.
Pertama smart farm gabungan greenhouse dengan teknologi, gen ke-2 memanfaatkan data, ke-3 otomatis (tanpa awak) dan fokusnya tidak hanya budidaya tapi tau permintaan pasar.
Jadi puncak smart farm mencakup budidaya hingga distribusi.
Perusahaan dream farm contohnya fokus di tanaman yang harganya relatif mahal dan melakukan stategi menanam dibukan musimnya.










Comments
Sign in with your Weblu commenter account to leave a comment.