Skandal Tas Dior Kim Keon Hee, Ibu Negara Korsel Buat Geger Jelang Pemilu Ada Apa?

Kontroversi istri Yoon Seok Yeol, Kim Keon Hee terkait diduga menerika gratifikasi atas barang mewah Dior
KPOPCHART.NET - Kim Keon Hee, ibu negara Korsel terlibat skandal tas Dior buat geger jelang pemilu menarik perhatian.
Perwakilan Partai Demokrat memberikan klarifikasi terkait kontroversi yang terjadi pada ibu negara Korsel, Kim Keon Hee karena skandal tas Dior.
Presiden Korsel, Yoon Suk Yeol dihadapkan dengan dugaan Kim Keon Hee menerima gratifikasi barang mewah berupa tas Dior menjelang pemilihan umum legislatif.
Salah satu perwakilan Partai tersebut mengungkapkan permintaan maaf atas skandal tas Dior yang dilakukan oleh Kim Keon Hee.
Baca Juga: Ryujin ITZY Dibuat Patah Hati Setelah Dengarkan Lagu V BTS dan IU 'Love Wins All'
"Masalah tas mewah bukanlah sesuatu yang harus diakhir dengan permintaan maaf dan saya ingin memperjelas bahwa penyelidikan penuntutan sedang dilakukan."
Pada pertemuan koordinasi kebijakan yang diadakan di Majelis Nasional, ketua Hong mengatakan, "Tidak masuk akal bagi kantor presiden dan partai berkuasa untuk terus mengabaikan hal ini dan berbicara seolah-olah permintaan maaf akan mengakhiri masalah ini."
Dia mengatakan, "Betapa konyolnya dia memandang Undang Undang dan berpikir bahwa jika mereka sepakat satu sama lain, mereka dikecualikan dari penerapan hukum?
Ada kontroversi di masa lalu karena dia mengenakan perhiasan puluhan juta Won kalau di luar negeri dan dia mengatakan pinjam, tetapi diksi pinjam tersebut yang lebih bermasalah dan dianggap tindak pidana suap."
Mengenai laporan media lokal bahwa Kim Keon Hee mengunjungi toko merek mewah di Lituania dan berbelanja selama perjalanannya pada Juli 2023.
Pemimpin Hong mengatakan, "Akan lebih baik untuk mengatakan bahwa ibu negara melakukan tur budaya hanya demi kepentingan budaya produk."
Dia mencontohkan jika ada yang mengatakan, "'Itu tidak sesuai dengan ekspektasi publik, saya minta maaf', kamu akhirnya memberikan penjelasan yang salah dan berakhir dengan tindakan yang salah dengan mendapatkan suap.
Maka kebohongan akan menghasilkan kebohongan, jika kebohongan itu diulangi pada akhirnya kamu akan melakukan tindakan ilegal."
Baca Juga: Kim Sejeong Spill Sisi Fangirl Pas Nonton Nikahan V BTS dan IU Jadi Sorotan!
Dia menambahkan, "Kantor kepresidenan melakukan kebohongan dan tindakan ilegal tanpa ragu-ragu.
Pemerintah serta partai yang berkuasa mengabaikannya, saya berharap kita bisa hidup dengan adil dan masuk akal."
Kasus ini pertama muncul sekitar November lalu ketika sebuah akun YouTube yang kerap menyiarkan berita dan opini kaum sayap kiri merilis sebuah video berisikan rekaman tersembunyi.
Reuters melaporkan video itu direkam oleh seorang pastor Korea-Amerika, Abraham Choi, dengan kamera tersembunyi ketika dirinya bertemu sang ibu negara.
Dalam rekaman itu terlihat sang pastor memberikan sebuah tas yang kemudian disebut buatan brand mewah Dior. Tas itu diperkirakan seharga 3 juta won atau Rp35,29 juta.
Baca Juga: Kim Tae Hee Shock dengan Tinggi Badan Shin Hye Sun Pas Balik Layar, KNetz: Gila...
Choi mengklaim berupaya menemui Ibu Negara Kim Keon Hee karena ingin membicarakan keprihatinannya soal kebijakan garis keras sang suami terkait hubungan dengan Korea Utara.
Choi merupakan salah satu pastor yang dekat dengan pemerintah dan telah lama terlibat dalam pertukaran keagamaan dengan Korea Utara.
Dia juga merupakan salah satu tokoh yang mendukung Korsel menjaga hubungan baik dengan Korut.
Choi mengatakan meski Kim Keon Hee merupakan kerabat yang dekat dengan keluarganya, ia merasa sikap sang Ibu Negara tidak lah benar.
Dalam wawancara terbarunya dengan Reuters pada Selasa (23/1), Choi mengaku ini bukan pertemuan pertama mereka. Ia mengatakan memberikan satu set kosmetik merk Chanel saat pertemuan pertama mereka.
Choi pun menganggap hadiah semacam itu adalah "tiket" untuk mendapatkan waktu pertemuan dengan Ibu Negara Kim Keon Hee.
"Bisa dibilang itu (hadiah) seperti tiket masuk, tiket pertemuan (dengan Kim)," kata Choi kepada Reuters.
Baca Juga: Kasus Lee Sun Kyun Dikaitkan dengan Latar Belakang Kim Keon Hee: Saya akan Balas Dendam...
Setelah pertemuan pertama, Choi mengaku merasa prihatin dengan peran Kim Keon Hee dalam pemerintahan. Ia pun memutuskan untuk bekerja dengan seorang wartawan lepas dan membuat video tersebut.
"Orang normal akan berkata, 'pendeta, maaf saya tidak dapat menemui Anda jika Anda memberikan (hadiah) ini'," kata Choi.
"Tapi nyatanya Ibu Negara tetap memberi saya tempat dan waktu," paparnya menambahkan.
Sejauh ini, Kantor Kepresidenan Korsel atau Blue House belum menanggapi secara resmi laporan yang menyeret Ibu Negara ini.
Namun, seorang pejabat di Blue House mengatakan kepada kantor berita Yonhap pekan lalu bahwa Choi sengaja mendekati Ibu Negara Kim Keon Hee dengan tujuan merekamnya secara ilegal.
Pejabat itu juga menyinggung kalau Choi memanfaatkan relasi keluarganya untuk bertemu dengan Kim Keon Hee.
Pejabat itu pun mengklaim hadiah-hadiah mewah yang diberikan Choi telah disimpan sebagai milik pemerintah, bukan milik pribadi sang Ibu Negara.
Hee mengakui bahwa dirinya menerima hadiah itu dan sikap tersebut tidak lah pantas.
Namun akibat Blue House yang terus bungkam, pada akhir pekan lalu sebuah petisi dari sekelompok anggota PPP muncul dan mendesak Yoon untuk mengundurkan diri sebagai pimpinan partai.
Skandal tas Dior ini pun dianggap berisiko merugikan PP pada pemilu 10 April mendatang.
"Ini adalah sebuah bom politik. Risiko Kim Keon Hee akan semakin besar," ucap analis politik Rhee Jong Hoon.
Menurut sejumlah analis, Kim Keon Hee dikhawatirkan telah melanggar undang-undang anti-suap dan gratifikasi imbas skandal ini.

















Comments
Sign in with your Weblu commenter account to leave a comment.