353 Laporan Kehilangan Lansia, hingga Mengurangi Resiko Demensia Profesor Menyarankan Membaca Koran

Dilaporkan sejumlah 353 laporan kehilangan lansia demensia di-2023. Profesor ini menyarankan gemar baca untuk mengurangi resiko demensia.
KPOPCHART.NET- Demensia berjalan secara progresif, semakin lama otak mengalami kerusakan. Kemampuan memahami, mengingat, berpikir, dan berkomunikasi berangsur-angsur menurun.
Demensia perlu diobati dan penderita tidak sadar jika dirinya telah melupakan sesuatu. Mereka merasa hal tersebut tidak pernah terjadi dalam hidupnya.
Sedangkan pelupa, mereka sadar dan tahu kegiatan atau hal tersebut, tetapi sulit untuk mengingat.
Media Korsel Chosun mengibaratkan, "Oh iya waktu itu di pernikahan si A, si B tidak bisa datang. Tapi kenapa ya, lupa," untuk menggambar lupa.
Sedangkan penderita gangguan demensia merasa pernikahan tersebut tidak pernah ada.
Baca Juga: Black Rose Mancanegara Ramaikan Konser Tunggal The Rose di Jakarta, Pecah Abis!
Kasus Demensia Korea Selatan Akhir-Akhir Ini
1. Lansia Penderita Demensia Menghilang
Media Chungnam Ilbo melaporkan kehilangan lansia demensia di Daejeon terus meningkat setiap tahun. Disinyalir akibat perawatan mandiri di rumah dinilai terbatas, sulitnya memantau (penderita) seharian.
Sebagian dari mereka (lansia) meninggalkan rumah dan berkeliaran di jalan. Jumlah laporan lansia hilang mencapai 353 kasus di 2023.
Pada kenyataannya perhatian 24 jam sulit dilakukan, maka timbulah kelalaian. Ditambah jika perawatan telah berlangsung lama, akan timbul kelelahan bagi seluruh anggota keluarga.
Di Korea Selatan ternyata terdapat persepsi kurang baik jika orang tua dirawat di panti jompo, dikatakan tidak berbakti atau gagal memenuhi tugas mereka sebagai anak.
Selain itu pasien tidak diperkenankan membawa kasur sendiri, alhasil lansia sulit beradaptasi, dan mereka (anak) khawatir orangtuanya mengalami pelecehan ataupun kekerasan.
2. Menteri Kesejahteraan Turut Berkabung Atas Kehilangan Nyawa Penderita Demensia Beserta Caregiver-nya
Dimuat oleh Yonhap News, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Korea Selatan datang ke Pusat Perawatan Demensia Gangneung, setelah adanya kasus viral kematian dua orang yang saling berkaitan.
Ditemukan mayat Bapak A (50) di kebun bunga apartemen, setelahnya di dalam apartemen terdapat mayat bapaknya (80) yang menderita demensia sekitar 15 tahun.
Polisi menduga Bapak A mengambil keputusan ekstrim mengakhiri hidup setelah membunuh ayahnya.
Diketahui tidak ada bantuan pendanaan yang didapatkan mereka. Maka dari itu Menteri meminta 256 pusat bantuan yang dikhususkan untuk demensia berperan aktif. Agar penderita demensia dapat dibantu secara maksimal.
3. Perlunya Dukungan Lingkungan Sekitar
Bersumber dari Newsis Rabu, (17/01/2024) Kantor Polisi Sosa, Bucheon, Gyeonggi menyelidiki caregiver (anak) yang melukai Ibunya.
Caregiver (60) berusaha menyakiti dirinya sendiri, Ia merasa pesimis dengan keadaan saat ini.
Ibunya yang demensia (80) berusaha menghentikan, hingga berakhir ibunya mengalami luka di bagian dada. Polisi menduga caregiver tidak sengaja melukai ibunya.
Media Korea JoseIlbo menyampaikan, tahap awal penderita gangguan demensia kehilangan ingatan dan disertai gejala mental dan perilaku (depresi, ketidakpedulian, kecemasan, dsb).
Setelahnya terjadi penurunan fungsi kognitif, serta gejala mental dan perilaku semakin memburuk.
Hal tersebut dapat menyebabkan penderitaan ataupun beban bagi anggota keluarga. Komplikasi mungkin terjadi sehingga penderita demensia tidak dapat hidup mandiri (inkontinensia urine dan feses).
Penelitian yang dilakukan Putri Utami Ayu dkk., menyoroti pentingnya dukungan sosial berasal dari keluarga, tetangga, teman hingga tenaga kesehatan bagi caregiver.
Dukungan dapat mengurangi beban ataupun kesulitan yang dirasakan caregiver, sedangkan arahan dari tenaga medis dijadikan pedoman untuk merawat penderita demensia.
Serta dukungan sosial dapat mencegah depresi dan kecemasan pada caregiver.
4. Keteledoran Berdampak Fatal Bagi Penderita Demensia
Dilansir dari YTN, Lansia demensia (70) mengeluh dadanya sesak, saat diperiksa ternyata beliau menelan obat beserta kemasan alumunium.
Alhasil harus dilakukan operasi dan penjahitan. Letak obatnya di antara lambung dan kerongkongan. Diduga 10 hari sebelumnya lansia tersebut menelan obat.
Pihak keluarga lansia menuntut 2 perawat dan Direktur Rumah Sakit atas kelalaian. Sedangkan perawatnya mengatakan beliau (pasien) menolak keras saat hendak dibantu.
Alternatif Pencegahan Demensia
Sebenarnya terdapat alternatif murah meriah yang bisa dilakukan, seperti jalan santai dan membaca ataupun terus mengasah otak.
Kepikunan bukanlah hal yang wajar. Hal tersebut merupakan gejala awal demensia, dan sebaiknya dilakukan pengobatan agar kerusakan tidak semakin memburuk.
Profesor neurologi Rumah Sakit Ehwa Womans University menyampaikan kepada Chosun Ilbo, Ia merekomendasikan membaca koran setiap hari dan menuliskan hal-hal yang baru diketahui hingga 1000 karakter.
Selain itu berinteraksi dengan sekumpulan orang sebanyak minimal dua kali dalam seminggu, maupun melakukan kegiatan sosial dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif.
Olahraga dengan intensitas sedang seperti berjalan kaki, bermain bulu tangkis selama 150 menit setiap hari untuk orang berusia di bawah 75 tahun.
Ia juga menyampaikan bahwa otak seperti halnya otot. Semakin sering digunakan akan semakin kuat.











Comments
Sign in with your Weblu commenter account to leave a comment.