5 Menit Mengubah Hidup! Korea Kultus Semakin Menyebar, Metode Baru dan Target yang Direkrut Spesifik...

Sebagai warga asing menempuh pendidikan ataupun bekerja di Korea Selatan, wajib waspada dengan perekrutan Kultus di sana. Caranya beragam.
KPOPCHART.NET- Chloe Pui Ying Savannah Yu, seorang mahasiswi asing menempuh pendidikan di Korea Selatan. Menyampaikan pengalamannya direkrut Korea Kultus.
Orang tersebut menanyakan “Apakah dirinya bersedia meluangkan waktu 5 menit?”. Tidak terasa aneh, bahkan perekrut Korea Kultus itu membawa Ipad.
Dibanding berpikir ia diajak bergabung Korea Kultus, Chloe menduga itu hanya penyurvei.
Mahasiswi itu menceritakan pengalamannya dan temannya di platform K-campus Korea JoongAng Daily.
“Saya tidak pernah berpapasan dengan mereka (perekrut), sampai di tahun ke-2 perkuliahan, Saya memutuskan pindah ke Sinchon,” ungkapnya.
“Dan menemukan metode baru”.
“Mereka laki-laki dan wanita muda. Menanyakan pendapatku mengenai aplikasi kalender wellnes and motivation yang mereka buat,” tutur mahasiswi asing itu.
Melihat keramahan mereka dan perilakunya yang normal. Mahasiswi itu sepakat pergi ke Cafe, yang dipikirannya bagus juga menambah teman Korea.
Tetapi, keanehan mulai muncul saat mereka membicarakan filosofi tentang pencapaian dan wujud diri.
Ia yang merasa tak nyaman, memutuskan mengakhiri pertemuan.
Perekrut masih mencoba menghubunginya, pada akhirnya Chloe memutuskan memblokir kontak mereka.
Pengalaman temannya lebih parah lagi, sampai-sampai datang ke peribadatan mereka.
Temannya, Komo, sedang di cafe, lalu dua wanita muda menghampirinya. Membicarakan tentang musik tradisional Korea dan mengajak Komo mengunjungi tempat mereka.
Komo diajak ke apartemen di daerah Gangnam.
Mereka menunjukan alat musik dan pakaian khas Korea. Komo pun menggunakan hanbok dan diminta mengikuti ritual yang dikatakan sebagai pengalaman budaya.
“Dunia ini akan berakhir dan orang ini akan membantu mereka, yang perlu dilakukan hanya berdoa, memanggil arwah,” ungkap Komo menyampaikan penuturan penganut Kultus.
Penganut Kultus melakukannya sambil menuliskan nama mereka di atas kertas dan membakarnya.
Di akhir, Komo diminta membayar 10.000 Won untuk makanan dan minuman yang telah mereka beri.
Pengalaman Chloe membuatnya bertanya-tanya, mengapa saat ini kultus menargetkan pelajar berusia muda.
Profesor Kim Nam il menjawabnya, “Pelajar, nantinya akan lulus dan setelah mendapatkan kerja bisa mendukung keuangan organisasi tersebut,” ungkapnya pada Korea JoongAng Daily.
Asal Mula Kultus di Korea Selatan
Mengutip dari Expat Guide Korea, kultus berkembang saat periode traumatis Korea Selatan. Seperti masa penjajahan hingga perang korea.
Kultus menawarkan keselamatan, kenyamanan dan ideologi yang jelas di saat warga Korea melawan krisis identitas.
Kultus juga menawarkan jalan menuju kemakmuran finansial serta spiritualitas.
Baca Juga: Dugaan hubungan Kyoungyoon DKZ dengan Kultus JMS Kejutkan Penggemar, Agensi Turun Tangan!
Orang yang tergabung dalam aliran tersebut menunjukan pola psikologis serupa dengan kecanduan, mencari pelipur lara, dan mendukung aliran ini.
Rekrutmen, sering kali dilakukan di tempat umum, dibanding door to door.
Mereka mendekati target dengan dalih meminta sumbangan, menyurvei, mengundang ke suatu acara ataupun minta ditunjukkan jalan.
Rekrutmen akan mencoba menggali informasi pribadi target, apalagi jika orang tersebut warga asing yang berasal dari negara kecil.
Baca Juga: Idol Ini Akui Jadi Bagian Kultus JMS: Dari Kecil Aku Diberitahu...
Kultus memiliki sumberdaya manusia dan finansial.
Mereka bisa saja memberikan kasih sayang dan perhatian berlebih kepada target.
Hubungan itu berujung keterlibatan ke aliran dan pertemanannya palsu.
Perekrut tidak mengubah seseorang secara eksplisit.
Beberapa kultus merekrut warga asing dan mereka tidak menyadarinya telah berada di aliran sesat.
Salah satu caranya seperti menawarkan kelas bahasa Korea.










Comments
Sign in with your Weblu commenter account to leave a comment.