Kejahatan 'Phising' Semakin Marak, hingga Eksekutif dan Pegawai Kementerian Korea Selatan Kena Imbasnya

Kejahatan phising meluas, pelaku meretas HP korban. Mendapatkan info kontak hingga mengakses mobile banking. Seperti ini Modusnya di Korsel.
KPOPCHART.NET- Phising yang berkaitan kejahatan cyber mulai marak di Korea Selatan.
Phising menyebar dari link yang dikirim melalui pesan singkat. Telpon genggam korban otomatis dikendalikan, bila meng-klik tautan yang diberikan.
Saat ini, phising telah sampai kepada pegawai hingga petinggi Kementerian di Korea Selatan.
Dilansir dari ChosunBiz, hari ini Komisi Jasa Keuangan dan Badan Pengawas Keuangan memperingatkan kepada eksekutif dan pegawai dilingkungan Kementerian, agar berhati-hati dengan maraknya Smishing (SMS Phising) yang berkedok berita kematian ataupun undangan pernikahan.
Seorang penipu baru-baru ini menyamar sebagai pegawai lembaga pemerintah.
Ia mengirimkan teks obituary (berita kematian) beserta link, melalui KakaoTalk.
Korban yang meng-klik, secara otomatis masuk ke situs phising.
Informasi pribadi yang disimpan di ponsel dan informasi kontak kenalan termasuk pejabat pemerintah ikut dicuri.
Baca Juga: Pionir? Korea Selatan Uji Coba Kereta Bawah Tanah Tanpa Tempat Duduk
Bersumber dari News Nate “Saat ini masih belum jelas, diduga kontak Komisi Jasa Keuangan telah dicuri,” ungkap Komisi Jasa Keuangan kepada karyawannya.
“Oleh karena itu terdapat pesan smishing yang dikirimkan ke karyawan komisi jasa keuangan dan rekan bisnis,” lanjutnya.
Komisi Jasa Keuangan juga menghimbau tidak meng-klik link maupun mengunduh aplikasi yang berisi malware itu.
Modus Phising
Korban dikirimi pesan kematian dari kontaknya. Kemudian diminta membuka obituary yang berbentuk link.
Korban yang tidak tahu, meng-klik tautan.
Tanpa sepengetahuannya, telpon genggam miliknya mengirimkan pesan serupa ke kontak pribadinya.
Begitu awal mulanya. Phising ini semakin meluas, pelaku mengakses kontak dan mengirim pesan seolah-olah kerabat korban meninggal.
"Saya meng-klik tautan yang dikirimi teman, kemudian aplikasi peretas terpasang dan berita kematian terkirim ke lebih dari 500 orang dikontak saya,” ucap korban kepada media KNNews.
Aplikasi peretas juga dapat mencuri foto, hingga mengatur fungsi kamera dan merekam. Parahnya lagi, dapat menyadap panggilan telpon.
Baca Juga: Beri Klarifikasi, Pihak Promotor We All Are One Ceritakan Kejadian Penipuan di Konser Tahun Lalu
Isi pesan teks kurang lebih seperti ini, “Hari ini, ibuku meninggal. Periksa obituary (berita duka) di https://t.ly/”.
Korban dengan cepat menghubungi call center bank untuk membekukan rekeningnya. Sehingga tidak ada kerugian finansial pada kasus ini.
KNNews membeberkan fakta bahwa yang menjadi korban bukan hanya orang lanjut usia.
Ada pula korban yang berprofesi pengacara, polisi, hingga profesor.
Serta, hampir separuh dari korban berusia 30-an atau lebih muda lagi.











Comments
Sign in with your Weblu commenter account to leave a comment.