Nasihat Psikolog HYBE Ke Trainee Agensi Tersebut Disorot Knetz: Sepertinya Mereka Mencuci Otak…

Perkataan psikolog HYBE untuk para trainee agensi tersebut disorot Knetz hingga disebut seperti mencuci otak
KPOPCHART.NET – Knetz ramai membahas terkait perkataan psikolog HYBE kepada para trainee agensi tersebut.
Banyak Knetz yang memberikan kritik mereka terhadap perkataan psikolog HYBE untuk trainee agensi mereka.
Meski banyak kritik, beberapa Knetz juga menganggap nasihat untuk para trainee tersebut memang realistis meski menyedihkan.
Baca Juga: Beres Nyanyi Bareng, V BTS Sukses Pukau Umi dengan Kebaikan dan Pribadinya: Paling Manis...
Di forum online Theqoo, seorang Knetz mengunggah potongan artikel.
Pada artikel tersebut diperlihatkan percakapan para trainee HYBE dengan seorang psikolog.
Para trainee bertanya tentang beberapa masalah yang mereka alami selama menjadi trainee agensi tersebut.
Ada yang mengatakan bahwa mereka depresi karena tak bisa melakukan apa yang mereka kerjakan.
Ada juga yang mengeluh tentang hubungan pertemanan serta kewalahan karena merasa tertinggal dengan teman yang lain.
“Ada jenis tarian lain yang ingin aku lakukan. Itu adalah genre yang disebut poppin. Tapi perusahaan memberitahuku untuk hanya menari mengikuti tarian grup idola. Itu sebabnya aku depresi,” kata trainee.
Baca Juga: Choi Woo Shik Jadi Pembunuh Berantai di Drama Terbaru A Killer Paradox, Netizen Soroti Wajahnya
Psikolog menjawab, “Perusahaan bukanlah tempat untuk mewujudkan impian Anda. Ini bukan tempat untuk melakukan apa yang ingin Anda lakukan seperti hobi.”
“Perusahaan adalah tempat Anda mencari uang. Untuk melakukan itu, Anda harus melakukan sesuatu yang menghasilkan uang untuk perusahaan terlebih dahulu. Itu pekerjaan,” kata psikolog.
Sang psikolog melanjutkan perkataannya, “Tapi tahukah Anda apa yang mengejutkan?”
Baca Juga: Park Seo Joon Tanggapi Beberapa Kritik yang Dilayangkan Untuk Gyeongseong Creature!
“Anda pandai dalam apa yang diinginkan perusahaan. Itu memberi Anda banyak kesempatan untuk melakukan apa yang ingin Anda lakukan,” ucap psikolog.
Trainee bertanya, “Kita tidak selalu bisa rukun. Khususnya, jika ada peserta pelatihan dalam tim yang keterampilannya tertinggal, mereka mendapat banyak tekanan dari rekan-rekannya.”
“Apa yang harus saya lakukan dalam kasus ini?” tanya seorang trainee.
Baca Juga: Banjir Dukungan, Yoon STAYC Akui Menyesal Debut dengan Nama Panggungnya, KNetz: Tapi Nama Aslimu...
Psikolog pun memberikan jawaban, “Anda bukan siswa sekolah menengah atas atau junior.”
“Anda adalah mitra bisnis. Apa yang akan terjadi pada bisnis jika mitra saling bertengkar atau menindas?” kata psikolog.
Ia menambahkan, “Hanya ada satu cara agar bisnis berhasil. Mitra harus menghormati dan membantu satu sama lain.”
Melihat artikel tersebut yang diposting ulang oleh OP di Theqoo, Knetz pun membajiri kolom komentar.
Ada Knetz yang memberikan kritik terhadap jawaban sang psikolog yang dianggap seperti mencuci otak para trainee.
Namun, ada juga yang setuju dengan nasihat sang psikolog memang apa yang dibutuhkan oleh para trainee HYBE.
Berikut ini adalah beberapa komentar dari para Knetz.
“Itu benar, tapi sepertinya mereka sedang mencuci otak Anda. Mereka tidak fokus pada depresi, tapi mengatakan bukan urusan Anda untuk mengalami depresi. Ini bukan konseling psikologis.”
“Mereka berbicara dengan cara yang aneh. Apakah ini satu-satunya saat mereka diperlakukan sebagai ahli?”
“Ini lebih seperti cuci otak dari perusahaan daripada konseling psikologis... Haha. Ini adalah nasihat realistis untuk orang-orang yang menyerah pada masa remajanya ketika mereka memiliki berbagai kesempatan setelah hanya melihat satu idola. Haha.”
“Karena itu adalah perusahaan.”
“Apa yang kamu katakan setelah melihat ini? Kedengarannya seperti nasihat praktis.”
“Itu benar. Jika seseorang ingin mewujudkan impiannya di perusahaan, maka ia harus menjadi orang-orang yang dibutuhkan oleh perusahaan agar bisa bekerja dengan baik di perusahaan dan mewujudkan impiannya. Karena ini bukan garis merah, ini bisnis.”
“Itu benar... Jika Anda tidak memahaminya, Anda harus mengundurkan diri.”
“Ini adalah nasihat yang realistis dan bermanfaat.”
“Ini mungkin merupakan kata yang asing bagi anak-anak, namun sangat benar jika dilihat dari sudut pandang pekerja kantoran. Saya pikir ini adalah nasihat yang realistis.”
“Itu benar, tapi agak menyedihkan berbicara seperti itu dengan anak di bawah umur”, dan berbagai komentar lainnya.

















Comments
Sign in with your Weblu commenter account to leave a comment.