Aksi Boikot Produk Pro Israel Oleh Kpop Fans Indonesia Jadi Hot Topic Netizen Korea: Agama...

Aksi boikot sejumlah produk pro Israel oleh penggemar k-pop di Indonesia jadi sorotan netizen Korea.
KPOPCAHRT.NET - Seruan boikot produk pro Israel beberapa waktu lalu ramai dilakukan warga Indonesia, tanpa terkecuali penggemar kpop.
Aksi ini semakin ramai dilakukan, khususnya oleh kpop fans Indonesia tatkala beberapa idol terkenal mempromosikan produk pro Israel.
Beberapa idol tanggap langsung menghapus unggahan mereka mengenai produk pro Israel, memahami konflik apa yang sedang terjadi.
Namun, tampaknya tidak semua idol langsung menghapus unggahan terkait produk pro Israel yang kini ramai diboikot warga Indonesia, termasuk kpop fans-nya.
Sehingga mereka lebih memilih unfollow media sosial idol terkait sebagai bentuk tidak memberikan dukungan.
Aksi boikot oleh kpop fans Indonesia baru-baru ini menjadi topik panas netizen Korea, menyangkut beberapa idol yang menghapus postingan mereka hingga kehilangan followers.
Pasalnya, seorang OP membuka forum diskusi online dengan topik "Mengapa penggemar Kpop Indonesia harus memboikot Starbucks, McDonald's, dan lainnya untuk Palestina di Korea Selatan."
Di mana OP ini membeberkan alasannya, seperti perusahaan menerima royalti dari jaringan di seluruh dunia dan membayar pajak ke AS karena AS mendukung Israel.
McDonald's menjadi salah satu produk yang ramai diboikot.
OP ini mengatakan, bahwa warga Korea mungkin mengira McD di Korea tidak ada hubungannya dengan McD di Israel, tapi sebenarnya tidak sesedarhana itu.
Dikarenakan McD adalah waralaba, maka McD di seluruh dunia akan membayar royalti ke kantor pusatnya, yakni di Amerika Serikat.
Dan Amerika Serikat secara aktif mendukung genosida yang dilakukan Israel.
Karena hal itulah McD menjadi sasaran produk yang diboikot.
Pembahasan aksi boikot produk pro Israel ini semakin panas di kalangan netizen Korea, kala OP juga menyertakan alasan lain.
Dikatakan, bahwa dana waralaba McD memang membayar royalti ke kantor pusat yang berada di Amerika Serikat.
Namun, kantor pusat akan membayar pajak kepada pemerintah Amerika Serikat dan pemerintah Amerika Serikat akan menggunakan pajak tersebut untuk mendukung Israel.
"Lihatlah gambaran besarnya... Kami juga memboikot toko McD lokal kami di sini," ungkap salah satu pengguna media sosial asal AS yang dibagikan OP.
Sementara terkait Starbucks, OP mengungkap tidak ada gunanya mengatakan Starbucks milik Jung Yongjin.
Park Woo Kim mengatakan bahwa dia harus membayar royalti karena menggunakan nama dan logo Starbucks.
Pembahasan ini lantas menarik perhatian netizen Korea, mendapatkan reaksi yang beragam.
"Saya setuju untuk memboikot Starbucks, tapi ini mengingatkan saya pada akun penggemar K-pop asing yang mengatakan bahwa orang Korea terlalu sensitif dalam hal memboikot perusahaan-perusahaan kejahatan perang Jepang."
"Agama di Indonesia kebanyakan adalah islam. Jadi lebih dari 90% mereka adalah muslim."
"Semuanya, mohon boikot perusahaan penjahat perang Jepang!"
"Kalian sebaiknya boikot kpop saja."
"Bagaimanapun, jika Anda melihat orang asing di Asia Tenggara, Anda akan berpikir bahwa negara terbelakang adalah negara terbelakang tanpa alasan.
Korea sendiri adalah negara pro-Amerika dan pro-Israel yang jelas, bukankah itu masalah bagi manusia yang mendukung Palestina untuk mendengarkan K-pop?
Korea Utara adalah negara pro Palestina. Kalian bisa mendengarkan lagu Korea Utara."
"Tapi bagaimanapun, itu adalah tindakan yang benar karena berasal dari merek yang sama."
"Lalu apa hubungannya dengan kita?"
"Di Indonesia banyak yang melakukan boikot. Di sana dampaknya besar sekali."
"Menyedihkan sekali para idol kpop."
"Baik Google dan Apple adalah orang Amerika."

















Comments
Sign in with your Weblu commenter account to leave a comment.