Pemegang Saham YG Entertainment Makin Frustasi Tanpa BLACKPINK dan G-Dragon: HYBE dan SM...

Saham YG Entertainment terpantau makin merosot usai ditinggal BLACKPINK dan G-Dragon, pemegang saham frustasi
KPOPCHART.NET - Awal tahun 2024 YG Entertainment kian menghadapi kekhawatiran perihal saham.
Dilaporkan oleh media, YG Entertainment terus mengalami penurunan saham hingga hari ini, Rabu (3/01).
Situasi yang terbilang rumit bagi YG Entertainment usai member BLACKPINK dan G-Dragon lebih memilih tak perpanjang kontrak.
Di sisi lain, Ahyeon yang dikenal sebagai member inti Babymonster pun dikabarkan sudah tidak lagi menjadi bagian dari lineup.
Situasi ini membuat YG Entertainment berada di ambang ketidakjelasan, para analis pun sangat berhati-hati untuk tidak membeli saham agensi tersebut dalam waktu dekat.
Menurut Bursa Korea pada Rabu (3/01), YG Entertainment mengalami penurunan saham sebesar 6,58% di pasar KOSDAQ.
Jika dibandingkan dengan agensi 3 agensi hiburan besar lainnya di Korea Selatan, YG Entertainment satu-satunya yang mengalami penurunan saham secara signifikan.
Publik paham betul dengan penyebabnya, yakni perpanjangan kontrak individu BLACKPINK yang sudah berakhir.
Dari segi sentimen investor, pembatalan perpanjangan kontrak member BLACKPINK dengan YG Entertainment akan berdampak negatif.
Analis Kim Hye Young mengatakan, bahwa arah saham YG Entertainment kini bergantung pada keberhasilan BABYMONSTER.
Analis Im Sujin berkomentar, bahwa pasar mengharapkan setidaknya ada satu atau dua anggota BLACKPINK yang memperbarui kontrak dengan YG Entertainment, tapi justru gagal.
Sementara Analis Yoo Sungman mengevaluasi saham YG kini akan ditentukan oleh TREASURE dan BABYMONSTER, namun tidak ada tanda-tanda kenaikan.
Tentu harapan kini terfokus pada BABYMONSTER yang akan merilis single kedua mereka awal Februa mendatang.
Namun, apakah BABYMONSTER akan memiliki pengaruh dan hasil yang sebanding dengan BLACKPINK?
Karena hal itulah pemegang saham YG Entertainment kian mengungkapkan rasa frustasinya.
Beberapa mengklaim bahwa pengumuman perpanjangan kontrak BLACKPINK yang melewati tenggat waktu, kegagalan perpanjangan kontrak member BLACKPINK, dan ditundanya debut BABYMONSTER merupakan manipulasi saham.
Beberapa investor lain mengungkapkan bahwa situasi seperti ini disebut sebagai peluang pembelian.
Namun faktanya, sejumlah investor institusional dan asing masing-masing telah menjual saham sebesar 11,7 milyar KRW dan 6,3 milyar KRW.
Sejumlah pengamat pasar mengatakan bahwa saat berinvestasi di industri hiburan, salah satu indikatornya adalah memilih perusahaan dengan proporsi pendatang baru yang lebih tinggi.
Orang dalam industri hiburan turut menyebut HYBE dan SM, "Perusahaan dengan proporsi pendatang baru yang tinggi seperti HYBE dan SM,
dengan struktur manajemen yang terorganisir dengan baik untuk pembaruan kontrak, memiliki posisi yang lebih baik untuk bertahan dari fluktuasi saham."

















Comments
Sign in with your Weblu commenter account to leave a comment.