Nasib Para Lansia di Korsel Cari Rongsokan Pas Musim Dingin, Netizen: Kirain ada Semacam Bantuan...

Para lansia di Korsel pas musim dingin ternyata juga mengalami kesulitan terlebih harga kertas bekas alami penurunan
KPOPCHART.NET - Nasib para lansia di Korsel mencari rongsokan pas musim dingin bikin miris, netizen memberikan beragam komentar.
Beberapa para lansia yang diwawancarai media Korea mengaku kesulitan terlebih harga kertas bekas mengalami penurunan signifikan.
Negara Korsel yang dianggap sebagai negara maju ternyata juga warganya tak sepenuhnya sejahtera, banyak di luar sana bahkan harus menahan rasa sakit demi sebuah nilai tukar.
Baca Juga: Update Kasus Lee Sun Kyun, KBS Beri Argumen Tandingan: Tersangka Kriminal...
Beberapa pekerja lansia Korsel yang mencari kertas bekas diwawancarai dan mengungkapkan bahwa mereka terpaksa keluar rumah karena materi.
"Apa arti Natal di usia kita? Anak-anak juga sibuk, jika anda ingin mendapatkan satu sen, kamu harus bekerja."
Pada Selasa (26/12), pagi-pagi sekali bahkan matahari belum terbit, di depan Juseong Resource Center di Gwangjin-gu, Seoul.
Baca Juga: Panggilan Sayang Bae In Hyuk ke Lee Se Young Bikin Full Senyum, Netizen: Ihiwww Jadian...
Para lansia penarik gerobak berkumpul satu per satu di depan toko barang bekas di pinggir jalan.
Mobil-mobil yang melaju di jalan yang gelap dilewati oleh orang-orang lanjut usia.
Orang-orang tua yang melewati gerbang besi toko barang bekas meletakkan gerobaknya seolah-olah kelelahan.
Baca Juga: Update Kasus Lee Sun Kyun: Pengacara Presiden Yoon Seok Yeol Buka Suara, Polisi Disebut...
Tuan Cho In Yeol (70 tahun) mengatakan bahwa pada malam sebelum Natal, dia berkeliling restoran dan mengumpulkan barang bekas menggunakan gerobaknya.
Berat kertas yang dibawah oleh Pak Cho mencapai hampir 198 kg, dia mendorong 270 kg termasuk beban kereta belakang.
Walau sudah membawa beban berat, Pak Cho hanya mendapatkan uang sebesar 7900 Won (~Rp 93.919,03).
Baca Juga: Update Kasus Lee Sun Kyun: DISPATCH Sebut Mendiang Korban, KNetz Pro Kontra: Menjijikkan...
Bahkan Tuan Cho juga jatuh di jalan licin karena salju minggu lalu saat memungut kertas bekas dan lututnya terluka.
Namun, apapun yang terjadi Tuan Cho tetap bertahan tanpa harus pergi ke rumah sakit.
Tuan Cho tidak menanggapi saran dari jurnalis yang menyuruhnya pergi ke rumah sakit.
"Pastikan pergi ke rumah sakit," dia meninggalkan toko barang bekas dengan truknya yang kosong.
Tak hanya Pak Cho, Lee Sun Kyu (66 tahun) yang telah berjaga di depan gerbang besi bahkan sebelum toko barang bekas di buka hari itu.
Baca Juga: Gaun Terbuka Song Ji Hyo dan Pyo Ye Jin Sebabkan Wardrobe Malfunction di Tempat Sama!
Dia berjalan sepanjang hari pada hari sebelumnya dan mengambil dua tumpukan kertas bekas dan besi tua.
Tan Lee yang memiliki cacat kaki, awalnya bekerja sebagai penjual gula-gula, namun mengatakan bahwa dia telah mengumpulkan kertas bekas selama tiga tahun karena jualannya tak laku.
"Sulit karena harga kertas bekas sudah turun drastis. Saya pulang, tidur sebentar, dan kembali sekitar jam 10 pagi untuk mengambil kertas bekas."
Tuan Kim Byung Nyeon (73 tahun) juga keluar untuk menjual barang-barang bekas dan menghela nafas.
Dia juga mengatakan, "Harga kertas bekas dulunya berharga 200 Won (~Rp 2.377,70) per kg, kini turun menjadi 40 Won (~Rp 475,54) per kg."
Baca Juga: Aksi YoonA dan Lee Junho Bikin Nostalgia Era Lee Jong Suk dan IU, Netizen: Spill Mandiri...
Tuan Ban Byung Kwon (81 tahun) yang membawa kereta penuh kertas bekas di depan Katedral Myeongdong di Jung-gu sehari sebelumnya.
Dia mengatakan, "Saya sudah mengumpulkannya sejak pagi-pagi buta dan mendapatkan uang kira-kira 10.000 Won (~Rp 118.884,85).
Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan pada Kamis (28/12) mengumumkan hasil survei yang dilakukan tahun ini oleh Institut Pengembangan Sumber Daya Manusia Korea terhadap 1.035 lansia yang mengumpulkan kertas bekas.
Berdasarkan survei, para pemulung kertas bekas bekerja rata-rata 5,4 jam sehari, enam hari seminggu.
Baca Juga: Update Kasus Lee Sun Kyun: Wajah dan Identitas Pemeras Diumbar ke Publik!
Mereka berpenghasilan rata-rata 159.000 Won (~Rp 1.890.269,05) perbulan, dalam upah per jam itu hanya 13% dari upah minimun tahun ini sebesar 9.620 Won (~Rp 114.367,22).
Diumumkan bahwa 8 dari 10 lansia yang mengumpulkan kertas bekas dilakukan karena tujuan ekonomi.
Di antara lansia yang mengikuti survei, mayoritas (54,8%) menjawab bahwa mereka mencari kertas bekas untuk mencari nafkah.
85,3% responden memilih dukungan ekonomi seperti pembayaran tunai sebagai dukungan yang paling dibutuhkan.
Orang lansia yang mengumpulkan kertas bekas diketahui memiliki fisik dan mental yang buruk.
Baca Juga: Hapus Foto GIDLE, Atta Halilintar Tuai Komentar Netizen: Pernah Bikin Lagu Buat Dia...
Di antara lansia yang mengumpulkan kertas bekas, hanya 21,4% yang menganggap dirinya sehat.
Secara khusus, 39,4% lansia yang mengumpulkan kertas bekas ditemukan mengalami gejala depresi, 2,9 kali lebih tinggi dibandingkan hasil survei terhadap seluruh lansia 13,5%.
Berdasarkan hasil survei ini, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan mengumumkan langkah-langkah untuk mendukung warga lanjut usia yang mengumpulkan kertas bekas pada Kamis (28/12).
Inti dari langkah ini adalah melakukan survei komprehensif di tahun depan dengan mensurvei seluruh warga lanjut usia dan mengumpulkan kertas bekas di 4.282 toko barang bekas di seluruh negeri dengan cara bekerja sama dengan pemerintah daerah.
Baca Juga: Aksi Hwasa Buat Lee Sun Kyun di SBS Drama Awards 2023 Buat Mewek, Netizen: Sesuai Bgt...
Institut Pengembangan Sumber Daya Manusia Warga Senior Korea memperkirakan ada 42.000 lansia di seluruh negeri yang mengumpulkan kertas bekas melalui survei yang sebelumnya dilakukan.
Pemerintah berencana untuk mendaftar warga lansia yang mengumpulkan kertas bekas secara nasional pada Maret 2024 dan kemudian memberikan layanan kesejahteraan yang disesuaikan.
"Bagi para lansia yang ingin menghasilkan uang, kami memperkenalkan proyek pekerjaan senior lainnya yang dapat menghasilkan pendapatan yang lebih aman dan stabil daripada mengumpulkan kertas bekas, dan memeriksa apakah ada manfaat kesejahteraan yang dapat diterima setiap individu.
Bagi para lansia yang ingin terus mengumpulkan kertas bekas, diputuskan untuk memberikan langkah-langkah dukungan seperti membayar sekitar 200.000 Won (~Rp 2.377.696,92) perbulan sebagai gaji bulanan atau memberikan subsidi yang sebanding dengan jumlah kertas bekas yang dikumpullkan.
Baca Juga: Pernyataan Konsisten Lee Sun Kyun Sebelum Meninggal ke Penyidik Hanya Dianggap Remeh?
Hingga komentarpun datang:
"Berarti orang korea masih suka menikah, sex, dan beranak dibanding Jepang."
"Ka kondisi para lansia yg sekarang itu jg karena efek kelahiran rendah kah? Maksudnya ga ada anak²nya yg 'meringankan' beban mereka ya?"
"kirain ada semacam program bantuan kesehatan gitu di sana buat lansia apalagi orang miskin ternyata ga beda ama di sini, malah di sini masih ada program bpjs pbi wlaupun sama aja blm menjangkau keseluruhan org miskin juga sih."
"Dsini juga ada pemulung rongsok di jual ke pengepul bedanya disana kasian pas cuaca lagi dingin.
Semoga para pejuang receh dimanapun kalian berada segera sejahtera minimal gak bingung buat makan untuk hari esok."
"Barusan nonton how do you play ada ibu-ibu pencari rongsokan gini sangking malunya ga mau dibantuin."
"jadi keinget drakor tomorrow", dan komentar lainnya.

















Comments
Sign in with your Weblu commenter account to leave a comment.