KPop Di Lensa Grammy: Mengupas Lima Tren yang Membentuk Industri Musik Korea

Sambil menyambut tahun baru 2024, Grammy mengupas tren apa saja yang mendefinisikan K-Pop secara umum dalam tahun 2023. Apa saja itu?
KPOPCHART.NET — Jelang tahun 2024, industri musik pop Korea Selatan masih selalu berupaya untuk dapat menghibur para penggemarnya, namun tanpa rasa takut mengeksplorasi pendekatan baru dalam menciptakan musik dan membina komunitas penggemar.
Dalam laporannya, Grammy menemukan beberapa hal dalam K-pop yang mendefinisikan industri ini pada tahun 2023, mulai dari aksi yang berorientasi global hingga gaya musik yang inovatif.
Grammy menyebut kelima tren tersebut saling berkesinambungan dengan industri K-Pop yang bersinar selama tahun 2023.
K-pop adalah budaya yang dinamis dan terus berkembang. Ini lebih dari sekadar musik pop Korea Selatan, melainkan sebuah ekosistem dari berbagai genre musik, negara lain, teknologi, mode, dan budaya.
Apalagi sekarang batasannya menjadi semakin kabur karena grup-grup Amerika dibentuk dengan menggunakan model ekonomi KPop, sementara grup-grup K-pop juga mulai membuat album yang hanya tersedia dalam bahasa Inggris.
Lalu, dari mana hal ini dimulai dan berakhir? Tidak ada yang tahu pasti bagaimana hal ini terus berkembang.
Namun, kita tahu bahwa industri ini terus menjadi salah satu yang paling inovatif dan eksperimental, seperti halnya semua produksi di sekitarnya.
K-pop tidak takut untuk mencoba pendekatan baru dalam penulisan lagu dan pengembangan fandom, bahkan ketika mereka berusaha untuk menyenangkan para penggemarnya, khususnya di Amerika dan Asia Tenggara.
Grammy merangkum 5 tren yang mendefinisikan K-Pop di tahun 2023 sebagai berikut:
1. Tahun Cemerlang untuk Boy group
Dalam K-pop, jika tahun 2022 adalah tahunnya girl group, tahun 2023 adalah masa dimana boy group mulai bermunculan.
Meskipun masih ada banyak grup wanita yang menarik di industri ini, seperti Loossemble, Kiss of Life, dan tripleS, debut pria tahun ini menandai dimulainya era baru.
Salah satu contohnya, Rookie monster ZEROBASEONE yang debut dengan 'Youth In The Shade' Juli 2023 lalu telah berhasil menjual lebih dari satu juta kopi di hari pertama perilisannya.
Grup yang dibentuk melalui acara TV survival Boys Planet, dan beranggotakan sembilan orang ini dipromosikan sebagai cikal bakal generasi kelima K-pop.
Klaim tersebut tidak sesederhana kelihatannya karena debut bukanlah satu-satunya hal yang menyebabkan pergeseran generasi dalam K-pop.
Meski begitu, banyak juga grup baru yang debut pada 2023 seperti BOYNEXTDOOR, xikers, EVNNE, RIIZE, dan XODIAC.
2. Merebaknya Penggunaan TikTok di Kalangan Bintang K-Pop
Fenomena TikTok sebagai media sosial yang sedang berkembang di tahun 2023 ini mendukung tren penggunaannya yang semakin meningkat.
Grammy menuliskan bahwa dalam setiap perilisan lagu baru, para idola kini menyertakan "challenge" untuk platform tersebut yang dimaksudkan untuk ditiru berulang kali oleh artis, kolega mereka, dan para pengikut media sosial para artis.
TikTok Challenge ini juga berfungsi sebagai sarana komunikasi utama di antara para artis dari berbagai label, gaya, dan tingkat pengalaman yang mungkin jarang berinteraksi satu sama lain, karena K-pop menjadi genre yang semakin berfokus pada fandom.
Menjadi viral tidak terlalu penting dibandingkan dengan melakukan promosi silang, menjangkau audiens baru, dan menyediakan konten eksklusif bagi mereka.
3. Penggunaan Teknologi AI
Meskipun musik dengan kecerdasan buatan (AI) dan artis virtual telah berkembang pesat sejak epidemi COVID-19, K-pop akhirnya menerimanya pada tahun 2023.
Grup pria virtual PLAVE, yang juga memulai debutnya tahun ini, menjadi yang pertama dari jenisnya yang tampil di KCON LA pada bulan Agustus.
Selain itu, grup wanita virtual MAVE mengumpulkan lebih dari 26 juta penonton untuk single debut mereka, "Pandora", yang dirilis pada bulan Januari.
Alter ego dari penyanyi sekaligus penulis lagu Lee Hyun, Midnatt, diperkenalkan pada bulan Mei oleh perusahaan hiburan besar HYBE.
Lee Hyun adalah orang yang asli, namun Supertone, bisnis audio AI yang dibeli HYBE pada bulan Januari, mengizinkan single pertamanya "Masquerade" dirilis dalam enam bahasa: Bahasa Inggris, Korea, Spanyol, Jepang, Cina, dan Vietnam.
Supertone mengubah suara Hyun dari pria menjadi wanita dan menyesuaikan nada, pengucapan, dan penyampaiannya. Hal ini secara langsung mengubah landskap KPop secara umum.
Baca Juga: MAVE: Girl Group AI Siap Kembali Bikin Terpukau Melalui Comeback Dengan 'What's My Name'!
4. Lagu Bernada Tenang dan Nuansa Santai Semakin Meningkat
KPop yang biasanya bereksperimen dengan berbagai genre lagu mulai perlahan menemukan warnanya di tahun 2023 ini.
Meskipun tren baru telah mulai muncul, K-pop mungkin akan selalu memiliki bakat agresif dan langsung ke hadapan para penggemar.
NewJeans, IVE, dan bahkan Fifty Fifty (lihat lagu viral mereka "Cupid") menawarkan lagu-lagu yang lebih tenang yang memiliki efek relaksasi yang sama seperti menggunakan earphone di kantor yang bising.
Lagu "Ditto" dari NewJeans yang dirilis pada bulan Desember 2022 memiliki nada yang santai meskipun terinspirasi dari klub-klub di Baltimore.
Lagu yang menjadi hit sepanjang tahun ini mendapatkan penghargaan Perfect All Kill di acara musik Korea menjadi sangat dicari dan bertengger di semua platform streaming.
Seperti lagu hits dari IVE yang berjudul "I Am" lagu bernuansa disko, dan "Love Lee", lagu balada upbeat dari AKMU yang menjadi trending song di berbagai layanan streaming.
Baca Juga: Menolak Mundur! 'I AM' Milik IVE Kembali Raih Peringkat 1 di Platform Musik Ini!
5. Mencari Bakat Baru di Luar Korea Selatan
Fenomena KPop yang semakin mendunia membuat industri ini berkembang untuk mencari talenta baru di luar Korea Selatan.
Seperti grup bentukan HYBE dan Geffen, KATSEYE yang akan debut pada 2024 diikuti dengan series dokumenter Netflix dan menghadirkan pesona visual global dari grup campuran Barat dengan Korea Selatan.
Tindakan ini tidak mengherankan, karena K-pop selalu menjadi industri yang digerakkan oleh ekspor.
Meskipun demikian, tahun 2023 adalah tahun di mana para pelaku bisnis akhirnya berhasil menggunakan model K-pop untuk mengembangkan musisi untuk pasar di luar Asia.
Itulah kelima tren yang berhasil dirangkum Grammy dalam mendefinisikan KPop di tahun 2023. Kira-kira tren apa yang meningkat tajam di 2024?
















Comments
Sign in with your Weblu commenter account to leave a comment.