Capai Triliun Rupiah, Korea Selatan Akan Menciptakan Bianglala Tertinggi di Dunia, Kalahkan London Eye?

Setelah gagal jadi tuan rumah World Expo 2030, KorSel tampaknya berusaha keras membangun negaranya agar menjadi sorotan dunia!
KPOPCHART.NET - Sebuah proyek pembangunan bianglala terbesar, yang akan menjadi landmark baru yang mewakili Seoul, telah ditetapkan lebih detail.
Bentuknya berupa roda kembar tempat dua cincin besar berpotongan, berbeda dengan bianglala biasa, tidak terdapat jari-jari (Spokeless), jadi itu sepenuhnya terbuka.
Lokasi yang direncanakan adalah Peace Park di dalam World Cup Park di Sangam-dong, Mapo-gu, Seoul.
Biaya proyek ini mencangkup lebih dari 900 miliar won (bila dirupiahkan maka mencapai sekitar kurang lebih 10,6 Triliun rupiah).
Pada tanggal 3 Desember 2023, kota Seoul merilis rencana bisnis untuk fasilitas budaya kompleks "Seoul Twin Eye" (nama tentatif) yang berisi konten ini.
Sebelumnya pada bulan Maret lalu, kota Seoul memutuskan untuk mempromosikan proyek investasi swasta untuk membangun bianglala besar di daerah Sangam-dong di Seoul sebagai bagian dari "Proyek Sungai Han Besar", sebuah proyek utama Walikota Seoul Oh Sehoon.
Baca Juga: World Expo 2030 di Busan Batal! Presiden Korea Selatan Minta Maaf, Netizen: Jambore Saja...
Pada saat itu, nama tentatifnya adalah "Seouling", dan rencananya adalah mengoperasikan bianglala terbesar di dunia (tinggi 180m) dalam bentuk cincin.
Proyek pembangunan bianglala Kota Seoul lolos tinjauan Kementerian Strategi dan Keuangan mengenai kesesuaian proyek investasi swasta pada 19 September 2023 lalu, dan dapat melanjutkan proses penawaran umum.
Sebuah konsorsium yang terdiri dari lima perusahaan, termasuk Seoul Housing and Communities Corporation ( SH ) dan The REITs, pengembang dan pemasok bangunan non-perumahan, mengajukan proposal ke pemerintah kota pada tanggal 29 bulan lalu, November 2023.
Baca Juga: Berapi-Api! TWICE Umumkan Comeback Pada Musim Semi Mendatang, Netizen Beri Komentar Begini...
Usulan tersebut mencakup kincir ria besar yang disebut "Seoul Twin Eye' dengan diameter sekitar 180m.
Proyek ini memiliki dua cincin yang saling bertautan, bukan satu cincin seperti yang dipertimbangkan Kota Seoul sebelumnya.
Jika dilihat dari depan berbentuk struktur "O", dan jika dilihat dari samping tampak bersilangan membentuk huruf "X", Biaya proyek ditetapkan sekitar 910,2 miliar won (sekitar 10,6 triliun rupiah).
Baca Juga: NMIXX Akan Comeback Awal Tahun 2024, dan Luncurkan Single Pra-Rilis Desember Mendatang!
ARUP, perusahaan yang merancang bianglala "London Eye" yang terkenal di dunia, berpartisipasi dalam proses desain "Seoul Twin Eye".
Konsorsium menjelaskan bahwa bentuk perpotongan dua cincin menjamin keselamatan seismik dan tahan angin serta meningkatkan jumlah penumpang di dalamnya pada saat yang bersamaan.
Ketika bianglala melakukan satu putaran, sekitar 1.440 orang dapat menaiki 64 kapsul yang tersedia.
Area Kolam Nanji di Taman Perdamaian di dalam Taman Piala Dunia Sangam diusulkan sebagai lokasi yang tepat untuk proyek Mata Kembar (Seoul Twin Eye) ini.
Awalnya, kota Seoul memilih Sangam Sky Park, bekas tempat pembuangan sampah, diperkirakan hal ini dapat dilakukan melalui survei lapangan, dll.
Namun dikatakan bahwa perubahan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan aksesibilitas, kelayakan bisnis, dan biaya proyek untuk operator swasta.
"Seoul Twin Eye" akan dibangun di atas bangunan yang tingginya lebih dari 40 meter di atas permukaan tanah.
Konsorsium mengusulkan arahan untuk memanfaatkan gedung pendukung "Seoul Twin Eye" sebagai ruang pameran dan budaya.
Ini mencakup ruang pertunjukan dan pameran (13,126 ㎡ ) dan berbagai fasilitas kenyamanan ( 7,853 ㎡).
Selain itu, air mancur dan "Zipline", fasilitas pengalaman menuruni juga turut direncanakan .
Baca Juga: War Is Over! JYP Datang Ke Acara Bam House, Bambam: Terima Kasih Karena Tidak Menahan Hak Cipta GOT7
Pemerintah kota berencana untuk menjalani tinjauan awal oleh Pusat Manajemen Investasi Publik Seoul dalam bulan ini dan kemudian menyerahkan proposal tersebut ke Pusat Manajemen Investasi Publik KDI (Institut Pembangunan Korea) bulan depan untuk memverifikasi kesesuaian proyek secara lebih menyeluruh.
Jika lolos KDI , dapat dilakukan pemberitahuan pihak ketiga untuk menentukan mitra negosiasi pilihan.
Pengumuman pihak ketiga mengacu pada kemungkinan menerima proposal rencana bisnis baru dari pelaku usaha selain pemrakarsa awal sesuai dengan Undang-Undang Investasi Swasta.
Baca Juga: Viral di UK! Pakar Ungkap Rahasia Kecantikan Ibu Negara Korea Selatan: Filler dan Botox?
Tujuannya adalah untuk membangun infrastruktur sosial yang lebih baik melalui persaingan terbuka.
Hong Seon Ki, Direktur Perencanaan Ruang Masa Depan Pemerintah Metropolitan Seoul, mengatakan :
“Kami berencana untuk memanfaatkan tidak hanya desain aslinya tetapi juga publisitasnya sehingga dapat menjadikan dirinya sebagai landmark dan daya tarik wisata di Seoul.”
Bagaimana menurut kamu tentang rencana gila ini? Bukankah "London Eye" akan kalah dengan "Seoul Twin Eyes" ini?











Comments
Sign in with your Weblu commenter account to leave a comment.