Enggan Menikah! Survei Generasi Muda Meningkat Tajam Karena Belum Berkeluarga, Korea Nyalakan Lampu Penurunan Populasi!

Lampu darurat penurunan populasi kini dinyalakan oleh Korea karena Generasi Muda mereka yang cukup umur memilih untuk tidak menikah
KPOPCHART.NET - Sebuah wawancara menampilkan sosok Pria Korea barusia 33 tahun yang memilih untuk Tidak Menikah.
Ia yang bekerja di Perusahaan besar memilih tinggal bersama orang tuanya karena biaya hidup mandiri di Korea tergolong mahal.
Sebuah survei Korea menemukan separuh generasi muda di usia awal 30-an yang tepat untuk menikah kini tidak berkeluarga.
Dilansir dari Naver, angka pernikahan diketahui menjadi sebuah indikator utama angka kelahiran anak.
Hal tersebut kini didapati anjlok dan mulai menyalakan lampu peringatan untuk penurunan populasi mereka.
Baca Juga: Victoria FX Tanggapi Rumor Dituding Menikah Diam-diam Dengan Seorang Aktor!
Generasi muda menurun dengan cepat dengan hanya tersisa 10% dari jumlah total populasi saat ini di 30 tahun terakhir.
Hal ini menjadi gambaran masyarakat Korea yang mendapat guncangan akibat rendahnya angka kelahiran.
Perkembangan yang dialami masyarakat Korea ini mencapai tingkatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Menurut analisis Perubahan generasi muda Korea (2000 - 2020) berdasarkan hasil sensus penduduk dan perumahan, mereka menerbitkan statistik Korea pada tanggal 27 dimana populasi muda menurun dengan cepat (usia 17-34)
Pada tahun 2020, populasi kaum muda berjumlah 10.213.000 jiwa, atau hanya mencakup 20,4% dari total populasi domestik (50.133.000 jiwa).
Baca Juga: Bergelar MBE, Rose BLACKPINK Dapat Privilege Bisa Menikah Di Katedral Yang Sama Dengan Lady Diana!
Rasio yang dihasilkan kini mampu mencapai puncaknya (31,9%) pada tahun 1990, hal itu diperkirakan akan semakin menurun dan menyusut menjadi 11,0% pada tahun 2050 (5,213 juta orang). Artinya dalam 30 tahun, populasi kaum muda akan 'berkurang setengahnya’.
Proporsi pada kaum muda yang memilih belum menikah melonjak secara signifikan dari 54,5% pada tahun 2000 menjadi 81,5% pada tahun 2020.
Proporsi pada penduduk yang belum menikah berusia antara 30 dan 34 tahun, yang dianggap sebagai usia rata-rata menikah (33,2 tahun untuk pria dan 30,8 tahun untuk wanita) meningkat sekitar tiga kali lipat (56,3%) dibandingkan tahun 2000 (18,7%).
Pada tahun 2020, proporsi pria muda yang belum menikah mencapai 86,1%. Hanya 1,4 dari 10 orang yang menikah.
Angka pada perempuan yang belum menikah meningkat tajam dari 47,2% pada tahun 2000 menjadi 76,8% pada tahun 2020.
Hal tersebut membuahkan kesenjangan dengan laki-laki, yang sebelumnya mendekati 15 poin persentase, berkurang menjadi 9,3 poin persentase.
Survei yang menunjukkan pesatnya peningkatan jumlah generasi muda yang belum menikah disebabkan oleh semakin berkembangnya persepsi negatif terhadap pernikahan.
Menurut laporan Kantor Statistik Nasional pada bulan Agustus tentang 'Perubahan kesadaran kaum muda melalui survei sosial', hanya 3,6 dari 10 kaum muda yang berpikiran positif tentang pernikahan (per tahun 2022).
Angka ini menurun sebesar 20,1 poin persentase dibandingkan 10 tahun lalu (56,5%). Alasan tidak menikah antara lain karena ‘kurangnya dana pernikahan’ (33,7%) dan ‘tidak merasa perlu menikah’ (17,3%).
Satu dari dua anak muda jaman sekarang adalah ‘suku kanguru’ yang tinggal bersama orang tua mereka.
Proporsi generasi muda yang tinggal bersama orang tuanya meningkat dari 46,2% pada tahun 2000 menjadi 58,4% pada tahun 2015, namun sedikit menurun menjadi 55,3% pada tahun 2020.
Sementara itu, di kalangan generasi muda yang berusia 25 hingga 29 tahun yang baru lulus perguruan tinggi, persentasenya meningkat dari 32,2% pada tahun 2015 menjadi 35,0% pada tahun 2020.
Seorang pejabat dari Kantor Statistik Nasional menjelaskan, "Di antara generasi muda yang tinggal bersama orang tuanya pada tahun 2020, 53,6% aktif secara ekonomi dan 66,4% telah menyelesaikan studinya."
Artinya, hingga separuh mahasiswa tinggal bersama orang tuanya setelah lulus kuliah karena masalah pekerjaan atau tidak mandiri meski melakukan kegiatan ekonomi. Proporsi orang tua yang menerima bantuan keuangan saat tinggal bersama mereka adalah 41,8%.
















Comments
Sign in with your Weblu commenter account to leave a comment.