HYBE Dilaporkan Rugi Miliaran KRW Gara-Gara Instruktur Tari BTS: Kasus Ini...

HYBE dikabarkan alami kerugian miliaran KRW gegara salah satu kontributor pendiri perusahaan sekaligus instruktur tari BTS!
KPOPCHART.NET - Beberapa waktu lalu beredar kabar yang membuat penggemar kpop penasaran atas desas-desus dijualnya seluruh saham member BTS di HYBE.
Setelah diulik secara mendalam, ternyata para member BTS tidak menjual seluruh saham kepemilikan mereka di HYBE, melainkan kontrak khusus dengan Bang Si Hyuk lah yang berakhir.
Kabar semakin membuat penggemar antusias, karena dengan berakhirnya kontrak khusus member BTS dengan Bang Si Hyuk, kini para member memiliki hak suara sendiri atas HYBE.
Namun, baru-baru ini beredar kabar kurang menyenangkan dari HYBE yang dikabarkan telah mengalami kerugian miliaran KRW.
Melalui media Korea, IT Chosun melaporkan pada Senin (20/11) bahwa HYBE terlibat insiden di mana namanya dicuri oleh Tuan A.
Tuan A merupakan salah satu kontributor pendiri perusahaan HYBE dan dikenal pula dengan instruktur tari BTS.
Menurut laporan eksklusif tersebut, HYBE telah kehilangan lebih dari 5 miliar KRW atau sekitar 3,86 juta USD.
Tak hanya menggelapkan anggaran perusahaan, menurut Koreaboo, Tuan A juga melakukan tindak penipuan terhadap sesama koreografer, komposer, hingga mitra bisnis.
Tuan A dilaporkan telah mencuri identitas HYBE, di mana ia menggunakan nama perusahaan untuk meminta investasi yang bertujuan untuk mengembangkan merchandise resmi baru atau menemukan lagu baru.
Untuk saat ini, Tuan A sedang diselidiki atas perlakuannya yang telah menggelapkan anggaran perusahaan.
Baca Juga: HYBE Klarifikasi Member BTS Jual Seluruh Saham: Para Anggota Tidak...
Atas perlakuannya yang bersifat merugikan tersebut, HYBE telah memutus hubungan kerja dan menggugat Tuan A.
Dilaporkan pula oleh media Korea, bahwa HYBE mengetahui situasi tersebut pada bulan September dan mencari bantuan profesional guna mengambil tindakan hukum terhadap Tuan A.
Insider berkomentar mengenai hal ini, bahwa HYBE mungkin kurang dalam mengenai proses pemantauan dan audit internal, mengingat berapa lama Tuan A mampu lolos dari kejahatan keuangan.
HYBE pun berkomentar, "Kasus ini adalah kesalahan individu anggota yang melanggar peraturan layanan perusahaan dan peraturan ketenagakerjaan,
dan kami akan meminta pertanggungjawaban pihak yang bertanggung jawab sampai akhir dengan prinsip nol toleransi."
HYBE pun menambahkan, bahwa mereka akan menahan semua anggota untuk bertanggung jawab sehingga mencegah hal seperti ini terjadi lagi.
"Kami akan lebih memperkuat sistem tata kelola, termasuk pendidikan etika profesional, pencegahan antikorupsi, dan perdagangan yang adil, serta memperkuat sistem pengendalian internal," lanjut HYBE.
IT Chosun juga mengatakan bahwa HYBE akan melarang keras anggota untuk menggunakan informasi internal, tugas, posisi, dan lainnya, untuk keuntungan pribadi, tindakan ilegal, dan tindakan tidak adil.
"Praktik penipuan, seperti memamerkan hubungan dengan perusahaan atau persahabatan dengan artis, dilarang keras," kata HYBE
Adapun untuk mencegah penipuan, HYBE terus-menerus memposting informasi ke dunia luar untuk mewaspadai penipuan lainnya.
















Comments
Sign in with your Weblu commenter account to leave a comment.