Hiatus BTS Bikin 'Teori Krisis Kpop' Meluap, Insider Musik: Daripada Menyalahkan Grammy...

'Teori krisis kpop' kembali meluap pasca masa hiatus boy group BTS, begini kata orang dalam industri musik
KPOPCHART.NET - Boy group BTS memiliki jangkauan yang luas, bahkan dibandingkan kpop itu sendiri.
Jika BTS benar-benar ditiadakan, maka pasar kpop akan menyempit secara signifikan, sehingga terlepas ada atau tidak adanya BTS, HYBE harus mencari alternatif.
Bang Si Hyuk sendiri lah yang mengatakan pernyataan mengenai BTS di atas, saat masih menjadi pengajar di Kwanhoon Forum pada awal tahun 2023.
Pernyataan Bang Si Hyuk mengenai BTS itu awal mulanya sulit dipahami, menilik jajaran perusahaan besar terkenal ada HYBE, YG, JYP, dan SM.
Di mana jajaran industri musik Big 4 selalu memecahkan rekor dalam penjualan setiap tahun, group idol mereka pun pada dasarnya menjual jutaan kopi album setiap kali perilisannya.
Baca Juga: Jungkook BTS Posting Foto Terbaru Buat Jimin Ikutan Berkomentar: Tolong Buatkan Hyung...
Jika dilihat dari angka penjualan album kpop industri hiburan Big 4 di keseluruhan pasar, peningkatan menunjukan angka 30%.
Ini menunjukan angka penjualan yang luar biasa, bahkan di luar negri.
Bahkan di chart Billboard yang dipelopori oleh BTS, kini grup lain seperti BLACKPINK, Stray Kids, TXT, NewJeans, Fifty Fifty juga masuk Billboard chart 100.
Sayangnya, rumor krisis kpop baru-baru ini kembali muncul usai kandidat Grammy Awards ke-66 gagal mendapat penghargaan.
Salah satu yang paling disorot adalah BTS, meski gagal dalam nominasi Grammy tahun ini, grup tersebut menjadi group kpop pertama yang mendapat penghargaan Grammy selama 3 tahun berturut-turut.
Baca Juga: Semua Anggota BTS Dilaporkan Menjual Seluruh Kepemilikan Saham HYBE Mereka, Begini Reaksi Knetz!
Seiring berjalannya kinerja kpop secara global, industri musik tampaknya sangat menantikan group junior untuk masuk dalam Grammy.
Meski beberapa grup berpeluang, faktanya tidak ada bintang kpop yang ditemukan di antara kandidat.
Sejumlah pihak menyalahkan sifat konservatif Grammy Awards di tengah stigma "White Grammy".
Namun, mengingat BTS yang telah dinominasikan, perselisihan bahwa hampir tidak ada alternatif untuk mengungguli BTS pun sirna.
Bang Si Hyuk mengtakan soal teori krisis kpop, di mana angka penjualan kpop di pasar musik global hanya menyentuh angka 2%.
Ini menunjukan penuruan sejak tahun 2020, bahkan penjualan album masa kini pun tak lepas dari kritik soal strategi mendorong pembelian dalam jumlah besar.
Dan dikarenakan sifat fandom kpop, maka daya beli di minggu pertama biasanya cukup besar, namun pada minggu berikutnya justru anjlok.
Hal ini pula yang menyebabkan group kpop sulit bertahan di Billboard dalam jangka waktu panjang.
Dalam situasi seperti ini, sangat sulit untuk menunjukan nominasi Grammy yang sempit.
Pada akhirnya orang dalam industri musik berpendapat, "Sangat mengecewakan bahwa tidak ada satu pun artis K-pop yang dinominasikan untuk Grammy,
Tetapi daripada menyalahkan Grammy, kita harus melihat secara realistis apakah ada artis lain yang pantas dinominasikan untuk Grammy seperti BTS."
Ia pun mengatakan, bahwa ada begitu banyak faktor mempengaruhi petumbuhan kpop, namun sebuah sistem juga harus dibangun guna menciptakan pertumbuhan tersebut.
Orang dalam industri musik menyadari bahwa perhatian dunia pada kpop cukup besar.
"Namun kita harus mampu menyiapkan diri terlebih dahulu untuk mencegah lambatnya pertumbuhan," ujarnya.
















Comments
Sign in with your Weblu commenter account to leave a comment.