Wanita Pekerja Part Time Korea Selatan Ditinju hingga Ditendang Pembeli, Pelaku: Pantas untuk Diserang

Nasib sial menimpa seorang pekerja part time wanita di minimarket Korea Selatan, yang secara mengejutkan diserang tiba-tiba oleh pembeli.
KPOPCHART.NET - Pada hari Sabtu lalu (4/11), nasib sial menimpa seorang pekerja part time wanita yang tengah menjaga toko swalayan di Jinju, Korea Selatan.
Pekerja part time wanita berusia 20-an tersebut, diketahui telah menjadi korban tindak kekerasan yang dilakukan oleh salah satu pembeli di toko swalayan Jinju, Korea Selatan.
Menurut laporan, pembeli yang merupakan seorang pria tersebut, secara tiba-tiba melakukan serangan fisik terhadap pekerja part time wanita di toko swalayan Jinju, Korea Selatan.
Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku yang masih berusia 20-an tersebut, memasuki toko swalayan setelah tengah malam dan langsung menyerang si wanita.
Korban diketahui mendapatkan serangan berupa tinju dan tendangan dari pelaku.
Penyerangan pun berlanjut, saat seorang pria paruh baya yang berusaha ingin menolong si wanita, namun berakhir menjadi korban si pelaku.
Setelah diselidiki, polisi mengatakan bahwa pelaku melakukan aksi penyerangan tersebut setelah melihat gaya rambut si wanita yang pendek, dan berasumsi bahwa korban adalah seorang feminis.
Saat menyerang si wanita, pelaku mengatakan, "Karena kamu berambut pendek, kamu pasti seorang feminis. Saya seorang chauvinis laki-laki, dan menurut saya feminis pantas untuk diserang."
Beruntungnya, aksi penyerangan dapat dihentikan setelah polisi datang dan langsung menangkap pelaku.
Polisi mengungkapkan bahwa, saat melakukan penyerangan pelaku dalam keadaan mabuk dan sebelumnya di diagnosis mengidap skizofrenia.
Sementara itu, dua orang yang menjadi korban telah dibawa ke rumah sakit terdekat.
Menurut laporan, si wanita mengalami cedera pada telinga dan ligamen yang cukup serius namun tidak membahayakan nyawanya.
Sedangkan, korban pria paruh baya berusia 50-an menderita patah tulang di wajah dan bahu setelah dipukul dengan kursi.
Selain itu, surat perintah penangkapan pelaku sudah disetujui oleh pengadilan pada tanggal 6 November lalu, sehingga memungkinkan polisi untuk segera menahan tersangka.
Namun baru-baru ini media Korea Selatan melaporkan, pelaku tidak mengakui perbuatannya dan menyangkal bahwa ia sedang mabuk jadi tidak dapat mengingat kejadian tersebut.
Di Korea Selatan sendiri, wanita berambut pendek yang menyerupai potongan laki-laki seringkali mendapatkan makian, bahwa mereka merupakan para pembenci pria atau biasa disebut feminisme.
Tak jarang, para wanita berambut pendek menjadi sasaran penyerangan.
Bahkan, pada tahun 2021 pernah viral kampanye solidaritas yang menampilkan para wanita berambut pendek.
Kampanye tersebut diadakan untuk membela seorang atlet pemanah wanita asal Korea Selatan yang memenangkan beberapa medali emas di Olimpiade Tokyo.
Bukannya dapat pujian, atlet tersebut justru menerima pelecehan di media online karena potongan rambutnya yang pendek menyerupai laki-laki.
Bagaimana menurut kalian?











Comments
Sign in with your Weblu commenter account to leave a comment.