90 Organisasi Korsel Lakukan Aksi Teatrikal di Jalanan Bentuk Kecaman ke Israel, Netizen: Mulai Sadar Moral...

Tak hanya warga jeju, masyarakat sipil dengan 90 organisasi di Korsel juga melakukan aksi teatrikal di jalanan kecam Israel ke Palestina
KPOPCHART.NET - Tak hanya komunitas Jeju yang mendukung Palestina dan mengutuk tindakan Israel di Jalur Gaza, tapi 90 organisasi di Kosel lakukan aksi teatrikal di jalanan.
Aksi yang dilakukan 90 organisasi Korsel adalah menyerukan pembantaian Palestina dan mengutuk apa yang dilakukan Israel.
Ketika korban sipil dari perang Israel dan Palestina meningkat, demonstrasi diadakan setiap hari di Korsel untuk mengutuk pemboman Israel di Jalur Gaza.
Pada (4/11), sebuah demonstrasi dilakukan untuk mengecam pengeboman warga sipil yang diadakan di dekat Kedutaan Besar Israel di Jongno-gu, Seoul.
Aksi ini diselenggarakan oleh Aksi Darurat Masyarakat Sipil Korsel dalam Solidaritas dengan Palestina yang menghadirkan 90 organisasi dari rakyat sipil.
Panitia penyelenggara memperikirakan 500 orang berpartisipasi, memegang poster bertuliskan, "Israel harus menghentikan gencatan senjatan, hentikan genosida," serta slogan-slogan yang mengkritik perang.
Pada aksi hari ini, Choi Kyu Jin seorang dokter yang aktif di Asosiasi Dokter Kemanusiaan berbicara tentang situasi layanan kesehatan yang buruk di Jalur Gaza.
Tuan Choi mengatakan, "Dari 36 rumah sakit di Jalur Gaza, 16 rumah sakit berhenti beroperasi karena penembakan dan kekurangan barang kesehatan, satu-satunya rumah sakit kanker juga menghentikan operasi karena kekurangan obat dan terjadi pemboman.
Orang-orang di Gaza tidak dikuburkan dalam kelompok bagi mereka yang tidak diketahui identitasnya, mereka menulis namanya di tubuh setiap hari untuk menghindari hal itu."
Jake Albert, seorang Yahudi Amerika berbicara dalam aksi tersebut mengatakan, "Ada ribuan orang Yahudi Amerika yang menyerukan genjatan senjata dan mengatakan, 'Bukan atas nama kami. Kami tidak akan tinggal diam terhadap kejahatan.'
Saya datang ke aksi ini untuk memperbaiki kesalahpahaman bahwa siapapun yang mendukung pemerintah Israel adalah seorang Yahudi dan siapapun yang mengkritiknya adalah non Yahudi."
Warganet mengungkapkan berbagai alasan mereka mengambil cuti dari libur untuk datang ke aksi unjuk rasa.
Yang (49 tahun) yang berpartisipasi bersama ketiga anaknya yang masih sekolah dasar berkata dengan gemetar, "Anak-anak diremukkan seperti potongan daging dan sekarat, bukankah kehidupan normal seharusnya bukan seperti ini?"
Seo Min Young (29 tahun) yang mengunjungi aksi mengatakan, "Korea merayakan peringatan 70 tahun genjatan senjata tahun ini dan saya datang ke aksi ini karena saya sedih dengan kenyataan bahwa perang kembali pecah.
Bisa mendengar suara-suara di sisi lain perang yang berada di luar dikotomi seperti suara orang-orang Yahudi."
Warga Korsel melakukan sebuah aksi teatrikal dengan tidur di sepanjang jalan dan melambangkan warga Palestina yang tidak bisa berbuat apa-apa saat serangan udara dilakukan oleh pihak Israel.
Hingga komentarpun datang melihat aksi warga Korsel dan salut atas tindakan mereka.
"Jujur gua kaget korsel dengan yang kita tau ternyata masih banyak yang dukung palestina walaupun emang pasti masih ada yang kontra."
"Di seluruh dunia mulai muncul kesadaran moral dan kemanusiaan lintas ras, agama, dan negara. Dan secara massif disebarkan lewat media sosial. Andai sejak dulu ada, pressure medsos mungkin bisa mencegah PD I dan PD II."
"This is amazing."
"Nangis."
"Keren bangett."
"salute atas aksi kemanusiaan yg dilakukan warga korsel."
"Free Free Palestine!"
"Respect dengan rakyat Korsel. Padahal mereka sekutu Amerika."
"Seoul kereeennn."
"Kaget banget", dan komentar lainnya.

















Comments
Sign in with your Weblu commenter account to leave a comment.